Ekspor Produk Olahan Mau Digenjot, Tapi Industri Agro Masih Terkendala Bahan Baku

Achmad Fauzi

Senin, 19 Oktober 2026 | 09:29 WIB
Ekspor Produk Olahan Mau Digenjot, Tapi Industri Agro Masih Terkendala Bahan Baku
Ilustrasi tanaman kopi. Sumber: Istockphoto.com
baca 10 detik
  • Pemerintah mendorong hilirisasi industri agro untuk meningkatkan nilai tambah komoditas.
  • CEO CIPS Anton Sulaiman menyatakan tantangan utama hilirisasi adalah ketersediaan bahan baku serta penguatan sektor hulu yang belum optimal.
  • Ekspor kopi, teh, dan rempah nasional meningkat 54,44 persen, sementara sektor pertanian kumulatif mengalami penurunan sebesar 26,27 persen.

Suara.com - Pemerintah terus mendorong hilirisasi industri agro untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri dan memperkuat kinerja ekspor. Namun, upaya tersebut masih menghadapi tantangan berupa ketersediaan bahan baku dan bahan penolong yang dibutuhkan industri pengolahan.

CEO Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Anton Sulaiman, mengatakan pengembangan industri agro perlu diiringi penguatan sektor hulu agar industri pengolahan dapat berjalan secara berkelanjutan. Menurutnya, persoalan pasokan bahan baku menjadi salah satu hal yang harus diselesaikan sebelum pemerintah mendorong hilirisasi secara lebih luas.

"Sehingga ini harus jadi perhatian, karena kalau hulunya ini tidak bisa diselesaikan, maka keberhasilan pengembangannya akan sulit," ujarnya di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Petani Desa Tombo di Pondok Sidawung, Selasa (11/8/2026).
Petani Desa Tombo di Pondok Sidawung, Selasa (11/8/2026).

Anton menegaskan, penguatan hilirisasi industri agro tidak hanya berkaitan dengan peningkatan aktivitas ekonomi, tetapi juga sejalan dengan program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, ketersediaan bahan baku dan dukungan dari dalam negeri perlu menjadi perhatian agar pengembangan industri pengolahan dapat memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian.

"Jadi satu hal yang juga penting kita pikirkan terus, tentu dilakukan dari segi bagaimana supaya agar tetap menjaga industri yang utuh. Kontribusinya nanti kita akan bisa lihat bagaimana itu sudah tercapai," bebernya.

Tantangan serupa juga dirasakan pelaku industri kopi yang mengembangkan produk olahan untuk pasar ekspor. Ketua Departemen Specialty dan Industri Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), Moelyono Soesilo, menjelaskan, industri masih menghadapi tantangan dalam memenuhi formulasi atau pencampuran produk olahan yang dibutuhkan untuk ekspor.

Menurutnya, proses produksi tertentu membutuhkan bahan baku spesifik, termasuk kopi dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan pencampuran produk.

"Campuran ini kan juga dibutuhkan kadang-kadang ada kopi yang dari impor dari luar negeri. Nah, ini yang kita sebagai industri itu ngalamin kesulitan," kata Moelyono.

Selain persoalan bahan pembaur untuk menghasilkan produk ekspor bernilai tambah, Moelyono menilai peningkatan produktivitas perkebunan lokal juga menjadi hal penting.

baca juga

Dia mencontohkan produktivitas kopi robusta yang saat ini berkisar 1 ton hingga 1,2 ton per hektare masih berpotensi ditingkatkan menjadi 2 ton per hektare. Peningkatan produktivitas tersebut dinilai dapat memperbesar hasil produksi sekaligus meningkatkan potensi devisa dari industri kopi nasional.

"Jadi sekarang kita konsentrasi bagaimana meningkatkan produktivitas dari kebun-kebun yang sudah ada. Itu saja, simpel. Pasti nilainya akan meningkat sangat besar," pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Yulia Astuti mengatakan hilirisasi industri agro dapat menjadi salah satu strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen pada 2028.

Sebagai negara agraris, Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan pengolahan komoditas pertanian dan perkebunan menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi. "Peluang investasi hilirisasi untuk pertumbuhan ekonomi itu tentunya akan mendorong terjadinya transformasi ekonomi kita," ujarnya.

Yulia menambahkan, investasi dan kemudahan fasilitas penanaman modal menjadi faktor penting untuk mendorong hilirisasi agro yang berkelanjutan. "Pemerintah sudah banyak berusaha untuk memberikan fasilitas tersebut, namun kami pun tetap membuka apabila ada ruang-ruang perbaikan atau ada hal-hal yang perlu kita tambahkan," jelasnya.

Data Kementerian Perdagangan dalam bahan yang disampaikan mencatat nilai ekspor nasional mencapai 25,30 miliar dolar AS pada April 2026. Angka tersebut tumbuh 12,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan meningkat 21,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Jadi Bos Dony Oskaria

Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Jadi Bos Dony Oskaria

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Bahlil, Dasco, Hingga Rosan Rapat Bahas Tugas Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi

Bahlil, Dasco, Hingga Rosan Rapat Bahas Tugas Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:46 WIB

Atasi Risiko Kekeringan, Petani Mulai Manfaatkan Pompa Air Tenaga Surya

Atasi Risiko Kekeringan, Petani Mulai Manfaatkan Pompa Air Tenaga Surya

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Terkini

Ekspor Produk Olahan Mau Digenjot, Tapi Industri Agro Masih Terkendala Bahan Baku

Ekspor Produk Olahan Mau Digenjot, Tapi Industri Agro Masih Terkendala Bahan Baku

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Matinya Rasa Empati: Saat Uang Darurat Bencana Masuk ke Kantong Pribadi

Matinya Rasa Empati: Saat Uang Darurat Bencana Masuk ke Kantong Pribadi

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Cara Cek Saldo E-Money Lewat HP, Praktis Tanpa Harus ke ATM

Cara Cek Saldo E-Money Lewat HP, Praktis Tanpa Harus ke ATM

Tekno | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:22 WIB

Indonesia dalam 72 Jam: Asap Mengepul, BBM Tersendat, Akuntabilitas Hilang

Indonesia dalam 72 Jam: Asap Mengepul, BBM Tersendat, Akuntabilitas Hilang

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:21 WIB

Samsung One UI 10 Bakal Dirombak Total, Benarkah Ganti Nama Galaxy OS?

Samsung One UI 10 Bakal Dirombak Total, Benarkah Ganti Nama Galaxy OS?

Tekno | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Ketum PBSI Fadil Imran Dorong Pengenalan Bulu Tangkis Sejak Dini, Apresiasi Festival SenengMinton

Ketum PBSI Fadil Imran Dorong Pengenalan Bulu Tangkis Sejak Dini, Apresiasi Festival SenengMinton

Sport | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:19 WIB

IHSG Terus Merosot ke Level 4.900 Senin Pagi

IHSG Terus Merosot ke Level 4.900 Senin Pagi

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:17 WIB

Pakai Uang Istri untuk Selingkuh, Suami di Bandar Lampung Bikin Sandiwara Kena Todong Senpi

Pakai Uang Istri untuk Selingkuh, Suami di Bandar Lampung Bikin Sandiwara Kena Todong Senpi

Lampung | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:16 WIB

Santai Hadapi Isu Ijazah Palsu, Jokowi: Ada Penumpang Gelap dan Operasi Politik!

Santai Hadapi Isu Ijazah Palsu, Jokowi: Ada Penumpang Gelap dan Operasi Politik!

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:13 WIB

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pabrik Sepeda, Industri Dalam Negeri Kuasai Ekspor

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pabrik Sepeda, Industri Dalam Negeri Kuasai Ekspor

Jatim | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:12 WIB

×