- PLN belum menemukan indikasi sabotase dalam blackout di Batam.
- CCTV trafo bermasalah bergeser sehari sebelum listrik padam.
- Penyebab blackout dan dugaan hewan liar masih menunggu penyelidikan polisi.
Suara.com - Pemadaman listrik atau blackout yang melanda Batam dan sekitarnya masih menyisakan tanda tanya. PT PLN (Persero) mengaku belum menemukan indikasi sabotase, meski sejumlah kejanggalan dalam peristiwa tersebut masih menjadi sorotan.
Direktur Utama PLN Suroso Isnandar mengatakan penyebab gangguan listrik tersebut masih ditelusuri. Namun, ia memastikan pasokan listrik sudah kembali normal.
"Saya kira tidak sampai sabotase ya, pokoknya sedang diteliti lebih lanjut, yang jelas sudah selesai," ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo mengungkapkan adanya kejanggalan pada posisi kamera CCTV yang mengarah ke trafo bermasalah. Kamera tersebut diketahui bergeser sejak Minggu (11/10/2026) malam, atau sehari sebelum gangguan listrik terjadi.
Akibatnya, titik awal munculnya percikan api pada trafo tersebut tidak terekam secara jelas. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai penyebab gangguan, terlebih perubahan posisi kamera terjadi sebelum peristiwa blackout.
Meski demikian, kejanggalan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan adanya sabotase atau keterlibatan pihak tertentu. PLN Batam juga belum dapat memastikan apakah gangguan dipicu oleh hewan liar, sebagaimana dugaan awal yang sempat disampaikan.
"Kami dari PLN Batam tidak berani berspekulasi bahwa hewan liar yang menyebabkan percikan api itu. Benar atau tidaknya masih harus dibuktikan. Itu merupakan dugaan awal dari pihak PLN Batam," kata Kwin Fo, dikutip dari Antara.