Fitch Ratings Respon Isu MSCI Turunkan IHSG ke Standalone Market

M Nurhadi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:02 WIB
Fitch Ratings Respon Isu MSCI Turunkan IHSG ke Standalone Market
Ilustrasi. [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]
baca 10 detik
  • IHSG menguat tiga persen pada Selasa setelah BEI memberlakukan kebijakan pembatasan penawaran jual guna meredam aksi jual masif.
  • Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan sanksi denda senilai total Rp2,1 triliun pada Jumat kepada pihak yang melakukan manipulasi perdagangan.
  • Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus pada Senin bersama pimpinan regulator untuk membahas reformasi pasar modal nasional.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 3 persen pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Penguatan ini terjadi setelah otoritas pasar modal memberlakukan serangkaian kebijakan pembatasan penawaran jual guna menahan gelombang aksi jual (sell-off) masif senilai 82 miliar dolar AS yang terjadi selama dua hari perdagangan sebelumnya.

Sebelumnya, bursa saham Indonesia menyentuh level terendah dalam enam tahun terakhir setelah anjlok kumulatif 14,8 persen sepanjang perdagangan Jumat dan Senin. Tekanan tajam tersebut dipicu oleh pengumuman penyedia indeks global, MSCI, yang membuka peluang untuk menurunkan status klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Guna meredam volatilitas di pasar saham yang telah terkoreksi sekitar 40 persen sepanjang tahun 2026 berjalan, Bursa Efek Indonesia (BEI) memangkas batas Auto Rejection Bawah (ARB) harian menjadi sebesar 7 persen dari sebelumnya 15 persen. Selain itu, BEI menetapkan batas penurunan harga sebesar Rp1 untuk saham yang berada di kisaran harga Rp14 atau lebih rendah.

Di samping penyesuaian teknikal perdagangan, BEI mengumumkan rencana untuk mengeluarkan saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration) dari perhitungan indeks utama. Langkah ini diambil guna merespons perhatian MSCI terkait transparansi struktur kepemilikan dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi (coordinated trading).

"Kami akan terus menjalankan berbagai inisiatif yang bertujuan mendorong transparansi yang lebih besar, pasar yang lebih kredibel, dan tata kelola yang lebih baik," ujar Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, pascapertemuan dengan pihak MSCI pada Senin.

Dari sisi penegakan hukum, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Jumat pekan lalu telah menjatuhkan sanksi administratif berupa denda senilai total Rp2,1 triliun kepada pihak-pihak yang terbukti melakukan dugaan manipulasi perdagangan pada tiga emiten.

Sentimen pasar turut mendapat dorongan setelah Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus pada Senin bersama pimpinan regulator dan lembaga keuangan nasional, termasuk Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Menteri Keuangan, dan Gubernur Bank Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan komitmen regulator untuk melanjutkan reformasi di pasar modal nasional, khususnya pada aspek transparansi, likuiditas, dan penegakan hukum.

"Pesan khusus yang sangat penting adalah bagaimana kita harus secara konsisten menegakkan aturan terhadap mereka yang melakukan pelanggaran terkait coordinated trading dan praktik serupa lainnya," tegas Friderica usai pertemuan tersebut.
Pergerakan Nilai Tukar dan Pandangan Lembaga Pemeringkat

baca juga

Dinamika di pasar saham turut memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Pada perdagangan Selasa, rupiah tercatat menguat tipis ke posisi Rp18.010 per dolar AS, meskipun masih berada relatif dekat dengan level terendah historis di kisaran Rp18.190 per dolar AS yang tercatat pada Juni lalu.

Menanggapi kondisi tersebut, Director Sovereigns Team Fitch Ratings, George Xu, menilai bahwa gejolak pasar dan kekhawatiran terkini memperkuat indikasi risiko yang sebelumnya diidentifikasi saat Fitch merevisi prospek (outlook) utang Indonesia menjadi negatif pada Maret lalu.

"Dari perspektif pemeringkatan kredit negara, kami tidak mengantisipasi pengumuman konsultasi itu sendiri akan memiliki dampak kredit langsung secara material," ujar George Xu, via Reuters.

Namun, ia menambahkan bahwa tekanan eksternal yang berlanjut berpotensi meningkatkan biaya pinjaman pemerintah serta mengikis bantalan ketahanan eksternal.

DISCLAIMER: Artikel ini disajikan murni untuk pemenuhan hak informasi publik mengenai dinamika pasar modal, indikator makroekonomi, dan kebijakan regulasi. Seluruh data angka, kutipan, serta rincian tindakan pengawasan disadur secara presisi dari rilis media internasional Reuters, laporan resmi OJK, dan Bursa Efek Indonesia. Artikel ini bukan merupakan bentuk rekomendasi atau ajakan transaksi jual-beli saham.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Danantara Buka Peluang Borong Saham BUMN saat IHSG Anjlok

Danantara Buka Peluang Borong Saham BUMN saat IHSG Anjlok

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Tekanan Jual Reda, IHSG Mulai Menghijau ke Level 5.000 Lagi Pagi Ini

Tekanan Jual Reda, IHSG Mulai Menghijau ke Level 5.000 Lagi Pagi Ini

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:16 WIB

BEI Umumkan Langkah Usai Rapat dengan MSCI, Saham Terkonsentrasi Bakal Ditendang dari IHSG

BEI Umumkan Langkah Usai Rapat dengan MSCI, Saham Terkonsentrasi Bakal Ditendang dari IHSG

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:34 WIB

IHSG Anjlok di Level 4.000, Saatnya Panik atau Borong Saham? Para Analis Buka Suara

IHSG Anjlok di Level 4.000, Saatnya Panik atau Borong Saham? Para Analis Buka Suara

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:14 WIB

IHSG Terjun Bebas, Danantara Akan Guyur Duit ke Bursa dan Incar Saham-saham Ini

IHSG Terjun Bebas, Danantara Akan Guyur Duit ke Bursa dan Incar Saham-saham Ini

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Sebanyak 80 Saham Bermasalah Akan Didepak dari IHSG

Sebanyak 80 Saham Bermasalah Akan Didepak dari IHSG

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:41 WIB

Terkini

Fitch Ratings Respon Isu MSCI Turunkan IHSG ke Standalone Market

Fitch Ratings Respon Isu MSCI Turunkan IHSG ke Standalone Market

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:02 WIB

Eks Kepala MBG: Naik Becak Listrik sama dengan Naik Mobil Presiden

Eks Kepala MBG: Naik Becak Listrik sama dengan Naik Mobil Presiden

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Dari Puncak Monumen HI, Greenpeace Kibarkan Bendera 'Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup'

Dari Puncak Monumen HI, Greenpeace Kibarkan Bendera 'Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup'

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran di Jakarta Hari Ini: Simak Daftar 5 Tuntutan Massa Aksi Komite Sadar

Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran di Jakarta Hari Ini: Simak Daftar 5 Tuntutan Massa Aksi Komite Sadar

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Puan Bisa Festival 2026 Ajak Perempuan Muda Rancang Karier Sesuai Potensi Diri

Puan Bisa Festival 2026 Ajak Perempuan Muda Rancang Karier Sesuai Potensi Diri

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:58 WIB

Manga Gachiakuta Siap Kembali Terbit 11 November Usai Hiatus Tiga Bulan

Manga Gachiakuta Siap Kembali Terbit 11 November Usai Hiatus Tiga Bulan

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:58 WIB

Usman Hamid: Pemenjaraan Demonstran Bisa Membungkam Suara Kritis Anak Muda

Usman Hamid: Pemenjaraan Demonstran Bisa Membungkam Suara Kritis Anak Muda

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:57 WIB

Blackout Batam Bikin Curiga, Bos PLN Tak Tahu Penyebabnya

Blackout Batam Bikin Curiga, Bos PLN Tak Tahu Penyebabnya

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:55 WIB

Kepemimpinan Prabowo-Gibran Dinilai Hancurkan Hak Difabel

Kepemimpinan Prabowo-Gibran Dinilai Hancurkan Hak Difabel

Sulsel | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:55 WIB

Urutan Skincare Sariayu untuk Kulit Berjerawat, Ini 4 Produknya

Urutan Skincare Sariayu untuk Kulit Berjerawat, Ini 4 Produknya

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:54 WIB

×