- BRI berencana melanjutkan aksi pembelian kembali saham karena harganya belum mencerminkan fundamental perusahaan.
- OJK memperpanjang kebijakan pembelian kembali saham tanpa persetujuan RUPS hingga akhir Desember 2026.
- Saham BBRI mengalami pemulihan perdagangan dengan ditutup menguat ke level Rp2.720 per lembar saham.
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencermati peluang untuk melanjutkan aksi pembelian kembali (buyback) saham di tengah fluktuasi pasar modal domestik.
Langkah ini dimungkinkan seiring perpanjangan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengizinkan emiten melakukan buyback tanpa harus mengantongi persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Melalui Surat Nomor S-112/D.04/2026 tertanggal 9 September 2026, OJK memperpanjang penetapan kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan hingga 31 Desember 2026. Ketentuan ini mengacu pada Peraturan OJK (POJK) Nomor 13 Tahun 2023.
Rencana Buyback dan Pertimbangan Fundamental
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa perseroan memandang pergerakan harga saham BBRI saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental, kinerja, serta prospek bisnis perusahaan secara utuh.
BRI menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam skema buyback guna menjaga nilai perusahaan dan mengoptimalkan imbal hasil bagi pemegang saham.
Sebelumnya, BRI telah menuntaskan buyback tahap pertama untuk periode 12 Juni hingga 11 September 2026. Dalam periode tersebut, nilai serapan tercatat mencapai Rp90,37 miliar dari total rencana alokasi anggaran sebesar Rp500 miliar.
Pergerakan Saham dan Rebound Hari Ini
Di pasar sekunder, harga saham BBRI mengalami pemulihan (rebound) pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Saham BBRI ditutup menguat 7,09 persen atau naik Rp180 ke level Rp2.720 per lembar saham.
Penguatan ini terjadi setelah pada hari sebelumnya saham BBRI sempat tertekan hingga menyentuh batas bawah rentang 52 minggunya di level Rp2.460.
Rincian statistik perdagangan harian BBRI tercatat sebagai berikut:
Harga Penutupan: Rp2.720 (Penutupan sebelumnya Rp2.540)
Harga Pembukaan: Rp2.610
Rentang Harga Harian: Rp2.580 – Rp2.750
Volume Perdagangan: 528,95 juta lembar saham
Kapitalisasi Pasar: Rp408,12 triliun
Pada kurun waktu perdagangan sore pukul 14.58 WIB, pergerakan saham BBRI terpantau berada di kisaran Rp2.760 per lembar saham.
Proyeksi Analis dan Valuasi Finansial
Potensi penguatan saham BBRI mendapat dukungan dari riset terbaru sejumlah lembaga sekuritas. Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBRI dengan target harga Rp4.100. Langkah serupa diambil MNC Sekuritas yang juga merekomendasikan beli dengan target harga Rp4.050 per lembar saham.
Ditinjau dari indikator finansial, valuasi saham BBRI dinilai relatif murah pascakoreksi pasar:
- P/E Ratio (TTM): 6,73 kali
- Earnings Per Share (EPS): Rp406,65 per saham
- Expected Dividend Yield: 12,63 persen
Manajemen BRI dijadwalkan akan mempublikasikan rilis laporan keuangan kinerja kuartal ketiga pada 28 Oktober 2026 mendatang.
DISCLAIMER: Artikel ini disajikan murni untuk pemenuhan hak informasi publik mengenai perkembangan emiten, aksi korporasi, dan indikator pasar modal. Seluruh data angka pergerakan saham, rasio keuangan, serta target riset sekuritas disadur secara presisi dari data resmi perdagangan Bursa Efek Indonesia dan riset terverifikasi. Artikel ini bukan merupakan bentuk rekomendasi atau ajakan transaksi jual-beli saham.