Haji Isam dan MSCI Jadi Sorotan, Pengamat: Tak Ada Kaitannya!

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:31 WIB
Haji Isam dan MSCI Jadi Sorotan, Pengamat: Tak Ada Kaitannya!
Akuisisi 30,25% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik konglomerat Low Tuck Kwong senilai Rp26,1 triliun oleh Haji Isam merupakan transaksi melalui pasar negosiasi. Desain Suara.com/AI.
baca 10 detik
  • Gede Sandra menilai akuisisi saham BYAN oleh Haji Isam tak terkait ancaman downgrade MSCI.
  • Gede menduga tekanan MSCI berkaitan dengan kepentingan AS terhadap ekonomi era Prabowo.
  • Eks Mendag Lutfi menuding kepentingan besar Singapura ikut mendorong downgrade MSCI, tanpa bukti terverifikasi.

Suara.com - Rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) menurunkan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market memicu beragam spekulasi. Namun, Direktur Eksekutif Infra Bestari, Gede Sandra, menilai ancaman tersebut tidak berkaitan dengan tata kelola maupun aksi korporasi pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

Gede menegaskan, akuisisi 30,25% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik konglomerat Low Tuck Kwong senilai Rp26,1 triliun merupakan transaksi bisnis yang tidak berhubungan dengan kebijakan klasifikasi indeks MSCI.

"Itu jelas enggak betul. Tidak ada kaitannya MSCI dengan Haji Isam yang membeli saham BYAN. Itu kan murni bisnis, satunya lagi soal kebijakan internalnya (MSCI) yang punya tujuan tertentu," kata Gede di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Dia juga mempertanyakan anggapan bahwa proses akuisisi saham BYAN tersebut tidak transparan. Menurutnya, transaksi bernilai jumbo di era sekarang sulit dilakukan tanpa keterbukaan informasi. Meski demikian, dia menilai pihak perbankan yang terlibat dapat memberikan penjelasan lebih terperinci kepada pelaku pasar.

"Zaman sekarang mana bisa tidak transparan. Tapi memang pihak bank bisa memberikan penjelasan lebih detail kepada market," ungkapnya.

Di balik ancaman penurunan status pasar saham Indonesia, Gede justru menduga terdapat kepentingan asing yang lebih besar. Dia menilai langkah MSCI berpotensi berkaitan dengan kepentingan pasar Amerika Serikat (AS) terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kecurigaan tersebut, menurutnya, semakin menguat setelah Menteri Keuangan Suahasil Nazara menghadiri pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bangkok, Thailand, pada 12-18 Oktober 2026.

Gede menilai pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan diharapkan mampu memperbaiki hubungan Indonesia dengan pasar keuangan global, termasuk MSCI. Namun, harapan tersebut dinilainya belum terwujud.

“Kemarin terpilih Menkeu Suahasil yang sealiran dengan Sri Mulyani, diharapkan bisa memperbaiki hubungan dengan pasar dunia, termasuk MSCI. Ternyata tidak demikian adanya," ungkapnya.

baca juga

Dia pun menduga tekanan dari MSCI dapat menjadi bagian dari upaya pasar AS untuk merespons perubahan paradigma ekonomi di bawah pemerintahan Prabowo.

"Dengan segala kejutannya MSCI ini, saya melihat pasar di AS ingin menghukum paradigma baru ekonomi pemerintahan Prabowo," imbuhnya.

Kecurigaan mengenai kepentingan asing di balik ancaman penurunan status pasar saham Indonesia juga disampaikan mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Melalui akun TikTok m.lutfi, Lutfi menuding kepentingan bisnis besar di Singapura ikut mendorong kemungkinan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia. Dia menyoroti peran investor institusi raksasa Singapura, termasuk Temasek dan Government of Singapore Investment Corporation (GIC).

Menurut Lutfi, kedua institusi tersebut memiliki kepentingan investasi yang besar sehingga berpotensi terdampak oleh perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia.

Dia menduga penurunan status menjadi standalone market dapat memperburuk tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dalam skenario yang dia kemukakan, pelemahan harga saham berpotensi membuka kesempatan bagi investor bermodal besar untuk membeli aset Indonesia dengan harga lebih murah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil CNGR, Perusahaan China yang Berencana Akusisi PT Gunbuster Nickel Industry

Profil CNGR, Perusahaan China yang Berencana Akusisi PT Gunbuster Nickel Industry

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:22 WIB

Buntut Ancaman MSCI, CFA Society Soroti Integritas Pasar Modal RI

Buntut Ancaman MSCI, CFA Society Soroti Integritas Pasar Modal RI

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:13 WIB

Nasib Saham-saham HSC yang 'Ditendang' dari IHSG, Apakah Masih Layak Beli?

Nasib Saham-saham HSC yang 'Ditendang' dari IHSG, Apakah Masih Layak Beli?

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Terkini

3 HP iQOO 3 Jutaan Terbaik untuk Gaming Harian, Stabil, Adem, dan Anti-Lag!

3 HP iQOO 3 Jutaan Terbaik untuk Gaming Harian, Stabil, Adem, dan Anti-Lag!

Tekno | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:51 WIB

Bukan Lagi Polisi? Listyo Sigit Beri Jawaban Singkat yang Bikin Penasaran

Bukan Lagi Polisi? Listyo Sigit Beri Jawaban Singkat yang Bikin Penasaran

Video | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Kontrak di Persib Berakhir Musim Ini, Marc Klok Isyaratkan Pensiun di Klub Ini

Kontrak di Persib Berakhir Musim Ini, Marc Klok Isyaratkan Pensiun di Klub Ini

Bola | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Anime Yona of the Dawn Lanjutkan Kisah, PIERROT FILMS Jadi Studio Animasi

Anime Yona of the Dawn Lanjutkan Kisah, PIERROT FILMS Jadi Studio Animasi

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Beda Bedak Tabur Sariayu Tutup Cream vs Tutup Hijau, Mana yang Cocok untuk Kulit Berjerawat?

Beda Bedak Tabur Sariayu Tutup Cream vs Tutup Hijau, Mana yang Cocok untuk Kulit Berjerawat?

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Menko Airlangga Singgung IMF, Sebut Jadi Penyebab Kegagalan Industri Pesawat RI

Menko Airlangga Singgung IMF, Sebut Jadi Penyebab Kegagalan Industri Pesawat RI

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:50 WIB

10 Tips Hemat Belanja Bulanan Keluarga agar Pengeluaran Tidak Membengkak

10 Tips Hemat Belanja Bulanan Keluarga agar Pengeluaran Tidak Membengkak

Sumbar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:48 WIB

Paris Masih Panas Usai Kerusuhan, Jam Malm Diperluas

Paris Masih Panas Usai Kerusuhan, Jam Malm Diperluas

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:48 WIB

Kupas Manfaat Sereal Alpukat, Dari Turunkan Kolesterol hingga Jaga Kesehatan Mata

Kupas Manfaat Sereal Alpukat, Dari Turunkan Kolesterol hingga Jaga Kesehatan Mata

Health | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:47 WIB

Terakhir Menang 7 Tahun Lalu, Madura United Siap Bikin Malu Persib di Pamekasan

Terakhir Menang 7 Tahun Lalu, Madura United Siap Bikin Malu Persib di Pamekasan

Bola | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:46 WIB

×