Apa yang Harus Dilakukan Agar MSCI Tak Kucilkan Indonesia ke Kasta Terendah?

Liberty Jemadu

Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:56 WIB
Apa yang Harus Dilakukan Agar MSCI Tak Kucilkan Indonesia ke Kasta Terendah?
Penyedia indeks MSCI mengancam mengucilkan Indonesia ke standalone market - pasar yang tak layak investasi. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Penyedia indeks MSCI mengancam mengucilkan Indonesia ke standalone market - pasar yang tak layak investasi.
  • BEI dan OJK wajib memperkuat komunikasi rutin dengan MSCI untuk meyakinkan reformasi pasar modal berjalan secara konsisten.
  • Pakar dan asosiasi menyarankan peningkatan transparansi data kepemilikan saham serta penegakan hukum yang proporsional demi memulihkan kepercayaan investor.

Suara.com - Ancaman penyedia indeks global MSCI pada Jumat (16/10/2026) membuat pasar modal Indonesia kalang kabut. IHSG anjlok ke titik terendah dalam 6 tahun terakhir dan modal asing mengalir deras keluar.

MSCI memang memberikan ancaman serius, mengucilkan Indonesia ke standalone market - kelompok negara dengan pasar modal yang tidak layak untuk investasi.

Jika ancaman ini terwujud, diramalkan lebih dari Rp100 triliun modal asing akan lari dari Indonesia. Pasalnya para manajer investasi dan investor institusi mancanegara yang menjadikan indeks MSCI sebagai patokan untuk berinvestasi akan melepas kepemilikan saham di bursa Indonesia.

Lalu apa yang harus dilakukan agar MSCI membatalkan ancaman mereka?

Komunikasi

Deputy President Director PT Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma mengatakan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu memperkuat komunikasi dengan MSCI untuk meyakinkan bahwa reformasi pasar modal Indonesia berjalan konsisten.

“Komunikasi harus rutin dilakukan. Kemudian juga beberapa hal yang sudah dilakukan ini diperbaiki terus dan disampaikan terus progresnya seperti apa, sehingga mereka cukup puas,” kata Suria Dharma.

Transparansi

Sementara menurut Buddi Wibowo, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) peningkatan keterbukaan data kepemilikan saham dapat mengembalikan kepercayaan MSCI ke Indonesia.

baca juga

"Integritas pasar sangat penting untuk dapat menarik investor berinvestasi di sebuah bursa," kata Buddi.

Menurut dia, keterbukaan informasi mengenai struktur kepemilikan saham merupakan langkah mendasar untuk memperkuat transparansi, meningkatkan efektivitas pengawasan, serta memberikan perlindungan kepada investor.

Buddi menjelaskan keterbukaan data memungkinkan otoritas dan pelaku pasar mengenali struktur kepemilikan saham secara lebih jelas, termasuk pihak-pihak yang berpotensi dan diduga memengaruhi pergerakan harga secara tidak wajar.

"Buka saja data tersebut, maka calon pelaku manipulasi harga saham dengan sendirinya punya hambatan yang jelas karena identitas mereka bisa ketahuan," ujarnya.

Pendapat ini juga disampaikan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI). Ketua Umum AEI Armand Hartono mengatakan untuk merebut lagi kepercayaan MSCI dan investor ke pasar modal Indonesia diperlukan transparansi dan keterbukaan informasi yang semakin berkualitas.

Ini penting agar untuk meningkatkan aksesibilitas bagi investor domestik maupun global ke pasar modal Indonesia.

Kedua AEI melihat perlunya keterbukaan struktur kepemilikan dan peningkatan free float yang sehat, sehingga mencerminkan ketersediaan saham yang dapat diperdagangkan publik, mendukung likuiditas, serta meningkatkan investabilitas emiten.

Ketiga, penguatan infrastruktur dan mekanisme perdagangan, kliring, serta penyelesaian transaksi yang efisien, andal, aman dan memenuhi praktik terbaik internasional.

Penegakkan hukum

Armand mengatakan yang tak kalah penting adalah penegakan hukum yang berkualitas. Hal ini penting agar memberikan kepastian hukum, melindungi hak investor minoritas, mencegah manipulasi pasar yang merusak kepercayaan, serta memastikan penerapan regulasi dilakukan secara konsisten, proporsional, dan akuntabel.

Meski demikian pemerintah diminta lebih berhati-hati dalam menjalankan penegakkan hukum di pasar modal. Suria mengingatkan agar penegakan hukum tidak menimbulkan ketakutan berlebihan di kalangan investor.

Menurutnya regulator perlu menerapkan pengawasan secara proporsional agar tindakan penegakan hukum tidak membuat investor khawatir untuk berinvestasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Haji Isam dan MSCI Jadi Sorotan, Pengamat: Tak Ada Kaitannya!

Haji Isam dan MSCI Jadi Sorotan, Pengamat: Tak Ada Kaitannya!

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:31 WIB

Buntut Ancaman MSCI, CFA Society Soroti Integritas Pasar Modal RI

Buntut Ancaman MSCI, CFA Society Soroti Integritas Pasar Modal RI

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:13 WIB

Nasib Saham-saham HSC yang 'Ditendang' dari IHSG, Apakah Masih Layak Beli?

Nasib Saham-saham HSC yang 'Ditendang' dari IHSG, Apakah Masih Layak Beli?

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Meski IHSG Melesat, Investor Asing Tetap Cabut Dana Rp1,97 T di Sesi I

Meski IHSG Melesat, Investor Asing Tetap Cabut Dana Rp1,97 T di Sesi I

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Sentimen Penopang Rebound IHSG Sesi I, BBRI dan Saham Perbankan Meroket

Sentimen Penopang Rebound IHSG Sesi I, BBRI dan Saham Perbankan Meroket

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Terkini

Bersaksi di MK, Perempuan Adat Poco Leok Ungkap Tak Dilibatkan di Rencana Geothermal Ulumbu

Bersaksi di MK, Perempuan Adat Poco Leok Ungkap Tak Dilibatkan di Rencana Geothermal Ulumbu

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:55 WIB

3 HP iQOO 3 Jutaan Terbaik untuk Gaming Harian, Stabil, Adem, dan Anti-Lag!

3 HP iQOO 3 Jutaan Terbaik untuk Gaming Harian, Stabil, Adem, dan Anti-Lag!

Tekno | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:51 WIB

Bukan Lagi Polisi? Listyo Sigit Beri Jawaban Singkat yang Bikin Penasaran

Bukan Lagi Polisi? Listyo Sigit Beri Jawaban Singkat yang Bikin Penasaran

Video | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Kontrak di Persib Berakhir Musim Ini, Marc Klok Isyaratkan Pensiun di Klub Ini

Kontrak di Persib Berakhir Musim Ini, Marc Klok Isyaratkan Pensiun di Klub Ini

Bola | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Anime Yona of the Dawn Lanjutkan Kisah, PIERROT FILMS Jadi Studio Animasi

Anime Yona of the Dawn Lanjutkan Kisah, PIERROT FILMS Jadi Studio Animasi

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Beda Bedak Tabur Sariayu Tutup Cream vs Tutup Hijau, Mana yang Cocok untuk Kulit Berjerawat?

Beda Bedak Tabur Sariayu Tutup Cream vs Tutup Hijau, Mana yang Cocok untuk Kulit Berjerawat?

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Menko Airlangga Singgung IMF, Sebut Jadi Penyebab Kegagalan Industri Pesawat RI

Menko Airlangga Singgung IMF, Sebut Jadi Penyebab Kegagalan Industri Pesawat RI

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:50 WIB

10 Tips Hemat Belanja Bulanan Keluarga agar Pengeluaran Tidak Membengkak

10 Tips Hemat Belanja Bulanan Keluarga agar Pengeluaran Tidak Membengkak

Sumbar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:48 WIB

Paris Masih Panas Usai Kerusuhan, Jam Malm Diperluas

Paris Masih Panas Usai Kerusuhan, Jam Malm Diperluas

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:48 WIB

Kupas Manfaat Sereal Alpukat, Dari Turunkan Kolesterol hingga Jaga Kesehatan Mata

Kupas Manfaat Sereal Alpukat, Dari Turunkan Kolesterol hingga Jaga Kesehatan Mata

Health | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:47 WIB

×