- Indeks Harga Saham Gabungan dibuka anjlok 1,51 persen ke level 5.427 pada awal perdagangan Rabu, 22 Oktober 2026.
- Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur yang dicermati oleh pelaku pasar.
- BRI Danareksa Sekuritas mencatat IHSG berada dalam fase technical rebound setelah sebelumnya sempat ditutup menguat pada Selasa, 21 Oktober 2026.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka berbalik anjlok pada awal perdagangan, Rabu, 22 Oktober 2026. IHSG dibuka merosot 1,51 persen ke level 5.427.
Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih berada dalam zona merah dengan turun 1,28 persen ke level 5.260.
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 2,60 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp1,23 triliun serta frekuensi sebesar 145.400 kali.
Di waktu itu, terdapat 104 saham menghijau, sedangkan, 523 saham merosot. Sisanya, 336 saham masih belum bergerak alias stagnan.
![Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/16/88530-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-saham-bursa-efek.jpg)
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- ENAK
- BUKK
- CARE
- HALO
- POLU
Top Loser
- AMMS
- PPRO
- ARKO
- ASLI
- SIPD
Proyeksi IHSG
IHSG berpeluang melanjutkan pemulihan pada perdagangan hari ini, setelah menguat pada perdagangan sebelumnya.
Dalam riset BRI Danareksa Sekuritas, IHSG ditutup menguat 0,94 persen ke level 5.328,36 pada Rabu (21/10/2026). Indeks naik 49,47 poin setelah mengalami tekanan jual ekstrem pada pekan sebelumnya.
Penguatan tersebut mencerminkan upaya pemulihan IHSG dari area support Fibonacci. Meski demikian, pergerakan itu belum mengonfirmasi pembalikan tren, sehingga investor masih perlu mewaspadai potensi tekanan lanjutan.
Untuk perdagangan Kamis, perhatian pasar tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), terutama keputusan suku bunga acuan di tengah tekanan rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS.
BRI Danareksa Sekuritas mencatat BI mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen. Sementara itu, suku bunga fasilitas simpanan disesuaikan menjadi 5,00 persen sebagai bagian dari bauran kebijakan bank sentral.
Pasar juga mencermati pidato Presiden Prabowo Subianto untuk melihat arah kebijakan ekonomi dan investasi pemerintah. Kejelasan kebijakan yang mendukung stabilitas pasar dinilai dapat memperkuat sentimen investor.
Meski demikian, risiko arus modal keluar atau capital outflow serta ketidakpastian terkait MSCI masih berpotensi membatasi ruang penguatan IHSG.
Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam fase technical rebound setelah memantul dari area support Fibonacci.
Resistance terdekat berada di kisaran 5.350–5.400. IHSG perlu menembus area tersebut untuk memperkuat momentum pemulihan.
Namun, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada di zona negatif, dengan garis MACD di bawah garis sinyal (signal line). Kondisi ini menunjukkan tekanan bearish belum sepenuhnya mereda.
Adapun level support IHSG berada di 5.200, dengan support berikutnya di 5.100. Apabila indeks kembali menembus level support tersebut, risiko koreksi lanjutan perlu diwaspadai.
Dengan demikian, meskipun IHSG mulai menunjukkan pemulihan, pergerakan indeks masih akan dipengaruhi perkembangan sentimen domestik dan global. Investor perlu mencermati kemampuan IHSG menembus resistance sekaligus menjaga level support untuk melihat kekuatan tren berikutnya.
Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas memasukkan tiga saham ke dalam daftar pilihan PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.