- Danantara Indonesia aktif membeli berbagai saham potensial di pasar modal saat Indeks Harga Saham Gabungan sedang melemah.
- Chief Investment Officer Pandu Sjahrir menyatakan aksi pembelian saham berorientasi keuntungan dengan mempertimbangkan rasio risiko dan imbal hasil.
- Pandu menegaskan fundamental dan prospek pertumbuhan saham unggulan serta BUMN tetap menarik meskipun terdapat ancaman penurunan dari MSCI.
Suara.com - Danantara Indonesia mengaku selalu aktif di pasar modal, ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah loyo. Bahkan, lembaga pengelola BUMN itu sering menyerok saham-saham potensial.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan pihaknya telah mengangkut saham-saham yang memang memiliki prospek yang menarik.
Sayangnya, dia tidak merinci berapa nilai investas dan siapa emiten yang dibeli sahamnya oleh Danantara.
"Jadi per kemarin hari ini kita sudah mulai membeli saham-saham yang ada yang menurut kami attractive dan kita akan terus selama harga value itu menarik memiliki prospek yang baik, we want to own more of some of these shares," ujarnya di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
![Danantara Indonesia mulai berbisnis Kendaraan listrik dengan menggandeng Grup Bakrie. [Suara.com/Achmad Fauzi].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/02/43457-danantara-indonesia.jpg)
Menurut Pandu, dalam setiap investasi di pasar modal, Danantara akan selalu mengincar untung. Jika memang dinilai perusahaan itu untung, maka akan terus mengoleksi saham perusahaan tersebut.
"Dari sisi DIM tentunya kita selalu profit oriented, sekarang dari sisi risk reward menarik, kami juga sudah mulai masuk di pasar modal dan tentunya itu akan bertambah terus, tergantung nanti kondisi pasarnya," ucapnya.
Pandu menegaskan, meski diancam MSCI turun kasta ke Standalone Market, pada dasarnya fundamental saham-saham unggulan masih menarik untuk di koleksi.
"Menurut kami sih memang ada perbedaan antara dari sisi isu yang ada di pasar modal dengan perusahaan-perusahaan yang ada di dalam pasar modal itu sendiri," jelasnya.
"Apalagi in particular saham-saham BUMN yang dimiliki oleh dan antara menurut kami memiliki fundamental yang baik, memiliki juga growth prospect yang baik, dan per hari ini valuasi yang sangat baik," sambung Pandu.