Saham PTSN Terbang 24 Persen di Tengah Wacana Bagi-bagi HP Gratis oleh Pemerintah

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:49 WIB
Saham PTSN Terbang 24 Persen di Tengah Wacana Bagi-bagi HP Gratis oleh Pemerintah
Ilustrasi. PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang kencang pada semester I-2026. (Pexels/energepic.com)
baca 10 detik
  • Pendapatan PTSN melonjak 65,2%, tetapi laba semester I-2026 turun 30,4%.

  • Saham PTSN melesat 24,46% di tengah wacana program ponsel gratis.

  • PBV PTSN 0,79 kali belum tentu murah, margin laba justru menyusut.

Suara.com - PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang kencang pada semester I-2026. 

Mengutip laporan keuangan perseroan, PTSN membukukan pendapatan US$182,28 juta atau sekitar Rp3,2 triliun pada enam bulan pertama 2026. Angka tersebut melonjak 65,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$110,32 juta.

Sayangnya, kenaikan pendapatan itu tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan laba. PTSN mencatatkan laba tahun berjalan sebesar US$4,69 juta, turun 30,4 persen dibandingkan US$6,74 juta pada semester I-2025.

Tekanan terhadap profitabilitas terlihat dari kenaikan beban pokok pendapatan menjadi US$167,45 juta dari sebelumnya US$94,96 juta. Akibatnya, laba kotor perseroan justru turun menjadi US$14,83 juta, dibandingkan US$15,35 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Kondisi tersebut membuat margin laba kotor PTSN menyusut tajam dari 13,9% menjadi 8,1 persen. Artinya, meskipun pendapatan meningkat, kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari penjualan justru melemah.

Tekanan juga datang dari sejumlah komponen biaya lainnya. Beban usaha naik menjadi US$7,52 juta dari US$7,22 juta, sementara beban keuangan meningkat menjadi US$794.599 dari US$622.156.

PTSN juga membukukan rugi selisih kurs bersih sebesar US$592.288, berbalik dari keuntungan US$79.324 pada semester I-2025.

Kombinasi kenaikan biaya tersebut membuat laba sebelum pajak perseroan merosot menjadi US$6,13 juta dari sebelumnya US$8,64 juta. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar US$1,44 juta, laba tahun berjalan PTSN tersisa US$4,69 juta.

Di tengah kinerja keuangan yang tertekan, saham PTSN justru melesat di pasar saham. Pada perdagangan Jumat (23/10/2026), saham perseroan menguat 24,46 persen ke level Rp346.

baca juga

Pergerakan saham tersebut berlangsung di tengah munculnya wacana pemerintah membagikan ponsel gratis kepada sedikitnya 25 juta warga dewasa yang masuk kelompok desil 1–4. Rencana itu dikaitkan dengan upaya melengkapi rekening digital untuk penyaluran bantuan sosial dan bantuan langsung tunai (BLT).

Dengan asumsi harga ponsel Rp1,1 juta per unit, kebutuhan anggaran pengadaan perangkat untuk 25,1 juta penerima mencapai sekitar Rp27,61 triliun.

PTSN disebut berpotensi diuntungkan karena bergerak di bidang manufaktur elektronik dan dikaitkan dengan peluang perakitan maupun produksi perangkat untuk program tersebut. 

Dengan demikian, sentimen program ponsel gratis berpotensi menjadi perhatian pelaku pasar. Meski demikian, dampaknya terhadap pendapatan dan laba PTSN akan bergantung pada realisasi pengadaan, besaran pesanan yang diperoleh, serta margin keuntungan dari proyek tersebut.

Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2026 dan asumsi harga saham Rp346, rasio harga saham terhadap nilai buku atau price to book value (PBV) perseroan diperkirakan berada di level 0,79 kali.

Angka tersebut menunjukkan saham PTSN diperdagangkan di bawah nilai bukunya. Namun, valuasi yang terlihat murah secara rasio belum tentu mencerminkan harga saham yang lebih rendah daripada nilai wajarnya.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengingatkan investor agar tidak hanya mengandalkan PBV dalam menilai daya tarik saham PTSN.

“Mencermati laporan keuangan PTSN per Juni 2026 dan asumsi harga saham Rp346, estimasi PBV PTSN berada di sekitar 0,79 kali. Namun demikian, PBV di bawah 1 kali tidak serta-merta saham tersebut dapat dikatakan undervalued,” ujar Herditya.

Menurut dia, investor perlu memperhatikan perkembangan kinerja keuangan perusahaan, terutama kemampuan menjaga margin keuntungan dan meningkatkan laba.

“Menurut kami, valuasi PTSN perlu dicermati bersamaan dengan kemampuan perusahaan menjaga margin, meningkatkan laba, dan memperbaiki arus kas operasional,” kata Herditya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Menguat, Asing Masih Buru Saham Berstatus HSC

IHSG Menguat, Asing Masih Buru Saham Berstatus HSC

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:39 WIB

BI Mengakui Modal Asing Kabur dari Indonesia Imbas Peringatan MSCI

BI Mengakui Modal Asing Kabur dari Indonesia Imbas Peringatan MSCI

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:26 WIB

Haji Isam dan Kedekatannya dengan Para Petinggi Bank Mandiri

Haji Isam dan Kedekatannya dengan Para Petinggi Bank Mandiri

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:47 WIB

Terkini

Saham PTSN Terbang 24 Persen di Tengah Wacana Bagi-bagi HP Gratis oleh Pemerintah

Saham PTSN Terbang 24 Persen di Tengah Wacana Bagi-bagi HP Gratis oleh Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:49 WIB

Kronologis Siswa SMA Serang Guru dengan Kampak: Disaksikan Publik Lewat Live Facebook

Kronologis Siswa SMA Serang Guru dengan Kampak: Disaksikan Publik Lewat Live Facebook

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:47 WIB

Harga Rp20 M tapi Cepat Rusak! Dugaan Korupsi Mesin Pengolah Sampah Pemkab Lombok Diusut Kejati

Harga Rp20 M tapi Cepat Rusak! Dugaan Korupsi Mesin Pengolah Sampah Pemkab Lombok Diusut Kejati

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:47 WIB

Lebih dari Sekadar Penunjuk Waktu, Jam Tangan Edisi Khusus Ini Dirancang Jadi Simbol Prestasi

Lebih dari Sekadar Penunjuk Waktu, Jam Tangan Edisi Khusus Ini Dirancang Jadi Simbol Prestasi

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:45 WIB

IHSG Menguat, Asing Masih Buru Saham Berstatus HSC

IHSG Menguat, Asing Masih Buru Saham Berstatus HSC

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:39 WIB

Polisi Tangkap 2 Pria, Amankan Minibus Angkut Ribuan Liter Pertalite di Kuansing

Polisi Tangkap 2 Pria, Amankan Minibus Angkut Ribuan Liter Pertalite di Kuansing

Riau | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:37 WIB

Syed Saddiq Balas Kritik Muhammad Lutfi Soal Kabut Asap: Ini Bukan Perang Indonesia vs Malaysia

Syed Saddiq Balas Kritik Muhammad Lutfi Soal Kabut Asap: Ini Bukan Perang Indonesia vs Malaysia

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:36 WIB

DPR Akan Dibubarkan 26 Oktober 2026, KPU Malaysia Segera Gelar Pemilu

DPR Akan Dibubarkan 26 Oktober 2026, KPU Malaysia Segera Gelar Pemilu

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Kejar Ekonomi 8%, Pemerintah Targetkan Kapasitas Data Center RI Naik ke 11 GW di 2030

Kejar Ekonomi 8%, Pemerintah Targetkan Kapasitas Data Center RI Naik ke 11 GW di 2030

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:29 WIB

MU Dibantai 1-4, Rooney Desak Carrick Berani Cadangkan Bruno Fernandes

MU Dibantai 1-4, Rooney Desak Carrick Berani Cadangkan Bruno Fernandes

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:28 WIB

×