Biduan Lesti Kejora tak berselang lama setelah penetapan Rizky Billar sebagai tersangka kasus KDRT langsung mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan.
Kedatangan Lesti yang baru pulang umroh ternyata untuk mencabut laporan kasus dugaan KDRT kepadanya oleh Rizky Billar.
Kabar pencabutan laporan kasus dugaan KDRT banyak diunggah sejumlah akun gosip di Instagram. Sejumlah akun gosip di Instagram menyebut bahwa Lesti dan Billar sepakat berdamai.
Ada pepatah lama cinta itu buta. Pepatah cinta itu buta berarti Anda akan merasa sangat mencintai pasangan sampai rela melakukan apa saja demi dirinya, tanpa memedulikan diri sendiri.
Bahkan karena cinta itu buta, Anda bisa menolak kenyataan bahwa pasangan itu memiliki sifat, karakter atau kebiasaan yang mungkin merugikan Anda.
Seorang psikoterapis bernama Dr LeslieBeth Wish seperti dikutip dari Elite Daily menyebut bahwa cinta buta itu hubungan lebih dalam dari sekedar ketertarikan fisik.
Namun menurut LeslieBeth, perasaan cinta yang lebih dalam pada pasangan bisa menyebabkan seseorang ke dalam fase tak sadar dan tidak melihat seseorang dari apapun walaupun pasangan tersebut melakukan kesalahan yang besar.
Cinta buta faktanya sudah menjadi salah satu faktor yang menyebabkan banyak pasangan menjadi korban KDRT. Artis Nadia Christina misalnya sempat akui bahwa ia cinta buta kepada mantan suaminya, Alfath Faathier meski jadi korban KDRT.
Pada tingkatan lebih parah, cinta buta menjadi alasan untuk seseorang gelap mata dan menghabisi nyawa pasangannya.
Baca Juga: Rizky Billar Ditahan, Lesti Kejora Bergegas Datangi Polres Metro Cabut Laporan
Seperti pada kasus pembakaran hidup-hidup seorang wanita oleh mantan pacaranya di Sumatera Selatan pada 2019. Pelaku bernama Isnen tak terima diputus oleh korban.
Tak terima diputus, Isnen kemudian membakar hidup-hidup wanita yang pernah ia pacari selama 7 tahun.
Dikutip dari berbagai sumber, sebuah penelitian dari University College London, Inggris menemukan penyebab mengapa jatuh cinta bikin orang jadi melakukan hal bodoh.
Untuk mencari penyebabnya, peneliti melakukan pemindaian pada otak orang yang sedang jatuh cinta menggunakan alat Magnetic Resonance Imaging (MRI). Para ahli juga memetakan bagian otak mana saja yang aktif dan tidak aktif saat orang jatuh cinta.
Ketika diteliti, bagian yang bernama korteks frontal tidak aktif atau diistirahatkan oleh otak saat orang tersebut diberi foto atau gambar orang yang mereka cintai.
Konteks frontal di otak ini berfungsi membuat keputusan atau menilai suatu hal. Jika bagian otak tersebut tak aktif, seseorang akan sulit menilai hal tertentu, termasuk aksi yang ia lakukan saat jatuh cinta.
Semir Zeki, peneliti sekaligus dosen neuro-estetika di University College London, Inggris, menyatakan kondisi tidak aktifnya bagian otak tersebut bertujuan untuk urusan biologis, kemungkinan untuk bereproduksi.
Hasilnya, sulit bagi beberapa orang untuk melihat sifat minus atau kekurangan dari pujaan hatinya itu.