Gelandang Keturunan Indonesia 'Menyesal' Pernah Gabung Inter Milan

Galih Priatmojo | Irwan Febri Rialdi
Gelandang Keturunan Indonesia 'Menyesal' Pernah Gabung Inter Milan
Gelandang Inter Milan, Radja Nainggolan (kanan) beraksi dalam laga giornata ke-36 Liga Italia 2018/2019 kontra Chievo di Giuseppe Meazza, Selasa (14/5/2019) dini hari WIB. [Miguel MEDINA / AFP]

Nainggolan merasa kepindahan ke Inter Milan bukanlah keinginannya sendiri.

Suara.com - Gelandang keturunan Indonesia, Radja Nainggolan, merasa kepindahan dari AS Roma ke Inter Milan adalah salah satu penyesalan terbesar dalam kariernya. Sebab, transfer itu bukan murni kehendak dirinya.

Nainggolan meninggalkan AS Roma untuk bergabung Inter Milan pada Juli 2018. Keputusan gelandang kebangsaan Belgia itu sekaligus mengakhiri pengabdian lima musimnya bersama tim Serigala Ibu kota.

Namun, performa Nainggolan bersama Inter Milan tidak berjalan mengesankan. Ia hanya mampu mengemas tujuh gol dan tiga assist dari 36 laga. Nainggolan juga sempat mengalami cedera dan permasalahan indisipliner bersama skuat Nerazurri.

Kebersamaan Nainggolan bersama Inter Milan pun tidak berlangsung lama. Pada musim 2019/2020, tim yang kini diarsiteki oleh Antonio Conte itu memilih meminjamkannya ke Cagliari selama satu musim.

Baca Juga: Presiden AC Milan Klaim Klubnya Lebih Populer Ketimbang Juventus

Baru-baru ini, Nainggolan mengungkap sebuah penyesalan meninggalkan AS Roma untuk bergabung Inter Milan. Ia mengklaim transfer itu bukan dari keinginan dirinya, tetapi seorang petinggi i Giallorossi yang kini telah pergi.

"Saya punya sejumlah penyesalan, karena saya dipisahkan dari AS Roma. Itu adalah pukulan telak untuk saya. Saya yakin bahwa saya juga salah, tetapi lebih dari itu, transfer itu adalah keputusan yang dibuat oleh seseorang yang tak lagi di sana," ujar Nainggolan, dilansir dari Football Italia.

"Saya seharusnya bisa bertahan. Itu adalah pilihan-pilihan yang Anda buat di momen-momen sulit dan akhirnya cuma menjadi penyesalan sia-sia yang tak mengubah apapun," tuturnya menambahkan.

Terlepas dari itu, Cagliari merupakan salah satu tim yang memiliki kenangan indah di ingatan Nainggolan. Pasalnya, dari klub itulah sinar Nainggolan mulai menyilaukan klub-klub besar Eropa, termasuk AS Roma yang tergoda memboyongnya pada 2014.

Cagliari bisa menjadi tempat bagi Nainggolan untuk kembali ke performa terbaiknya, sebelum kembali ke Inter Milan pada akhir musim 2019/2020 atau setelah masa peminjaman habis.

Baca Juga: Paru-paru Basah, Maurizio Sarri Absen di Dua Laga Awal Juventus

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS