Diego Maradona, Petualangan Seks dan Narkoba Sang Legenda

Syaiful Rachman | Suara.com

Jum'at, 27 September 2019 | 17:45 WIB
Diego Maradona, Petualangan Seks dan Narkoba Sang Legenda
Kolase foto Diego Maradona [AFP]

Suara.com - Dia dilahirkan di sebuah daerah kumuh bernama Lanus, yang masih masuk wilayah Buenos Aires, Argentina pada 30 Oktober 1960. Jenius dalam mengolah si kulit bundar, lelaki yang hanya memiliki tinggi sekitar 160 sentimeter itu pun pernah didaulat sebagai seorang superstar. Lelaki itu adalah Diego Armando Maradona atau yang lebih dikenal dengan nama Maradona 'Si Tangan Tuhan'.

Maradona memiliki segudang bakat luar biasa, khususnya di lapangan hijau. Hanya saja, perjalanan hidup Maradona kerap diwarnai petualangan yang berkaitan dengan narkoba dan seks.

Suatu malam di bulan Januari 1991, Diego Maradona - bintang sepak bola paling terkenal di dunia, yang sedang memperkuat dan membela Napoli di ajang Liga Italia, kedapatan sedang berusaha untuk secara diam-diam memesan dua pekerja seks dari seorang rekan mafia Neapolitan.

Saat itu, Maradona dikenal sebagai sosok yang terisolasi dan demikian lelah karena menerima sanjungan yang tiada henti. Ia terbuai oleh popularitas sebagai pemain sepak bola kondang saat itu.

Akibat popularitasnya itu, ia tidak dapat pergi ke mana pun di Napoli. Ia diburu oleh awak media, lantaran sedang mengalami kecanduan kokain.

Diego Maradona. (Shutterstock)
Diego Maradona. (Shutterstock)

Dalam lintas drama pesanan pekerja seks komersial pada pukul 03:40 dini hari itu, tiba-tiba ada penggemar Napoli yang menyapa sang megabintang.

"Momen itu seperti layaknya komedi yang tragis," kata Asif Kapadia, direktur Senna 2010, dalam film dokumenter Amy Winehouse Amy yang memenangkan Oscar.

Film dokumenter HBO yang baru itu mengisahkan sepenggal kehidupan Diego Maradona dengan menayangkan dinamika perjalanan hidup sang legenda selama tujuh tahun berada di Italia selatan, dari 1984-1991.

"Di sini ada gambaran mengenai seorang lelaki yang berusaha melarikan diri dari ketenaran. Ia kehilangan dirinya dalam kecanduan seks, narkoba, alkohol."

"Itulah penggalan kehidupan Diego," katanya.

Jejak kokain

Pada April di tahun yang sama, ditemukan jejak kokain dalam darah Maradona setelah dilakukan tes narkoba. Ia kemudian dilarang bermain sepak bola selama 15 bulan.

Maradona kemudian melarikan diri dari Italia menuju Argentina. Ia ditangkap aparat kepolisian karena kedapatan memiliki kokain. Polisi membawa dan menggelandang Maradona, yang saat itu berjalan sambil menangis.

"Ketika dia tiba di Napoli, dia memiliki mata yang cerah, dan memiliki senyum lebar," kata Kapadia.

"Dia pergi, dan merusak dirinya sendiri," katanya sambil menyatakan itu merupakan momen kejatuhan dari pemain sepak bola yang berbakat pada masa itu.

Legenda Argentina Diego Maradona bersama pacarnya Rocio Oliva saat mengunjungi Kolkata, India. (AFP)
Legenda Argentina Diego Maradona bersama pacarnya Rocio Oliva saat mengunjungi Kolkata, India. (AFP)

Maradona hidup bergelimang harta karena diberi bakat istimewa dalam sepak bola. Ia dilahirkan pada tahun 1960 dari keluarga miskin yang tinggal di daerah kumuh Buenos Aires.

Bakat dari kemampuan Maradona di sepak bola sudah terlihat sejak ia masih anak-anak.

Saat menginjak usia 15 tahun, Maradona menandatangani kontrak dengan tim Argentina Juniors. Ia bertanggungjawab atas keuangan seluruh anggota keluarganya.

Prestasinya melesat, kemudian Maradona bergabung bersama Boca Juniors, pada tahun 1981. FC Barcelona kemudian memboyong dia setahun kemudian.

Pribadi yang penuh kontroversi

Ia menderita cedera dan menjalani gaya hidup mewah saat bermain di Eropa. Ia dikenal sebagai pemain sepak bola yang kontroversial dan memiliki temperamen tinggi.

Dalam pertandingan terakhirnya untuk Barcelona - dalam final Copa Del Rey tahun 1984 melawan Atletico Bilbao - Maradona terlibat dalam perkelahian sengit. Ia menyodok kemudian membanting pemain lawan.

Setelah peristiwa memalukan itu, Napoli lantas mengambil risiko dengan membeli Maradona.

Pindah ke Napoli - klub yang sedang berjuang dalam kompetisi Liga Italia saat itu - bukan hal yang membanggakan bagi peningkatan prestasi Maradona.

Diego Maradona bermain untuk Barcelona [AFP]
Diego Maradona bermain untuk Barcelona [AFP]

Hanya saja, Maradona melihat bahwa ada sekitar 80.000 penggemar fanatik Napoli yang menunggu dia dan siap membentangkan karpet merah bagi pemain berpaspor Argentina itu.

Maradona kemudian dielu-elukan oleh ribuan fans pada acara pembukaan stadiona baru Napoli pada Juli 1984, sebelum kompetisi Liga Italia bergulir.

"Napoli dikenal sebagai salah satu kota termiskin di Italia, selain dilabel sebagai kota yang sarat dengan kriminalitas di Eropa saat itu," kata Kapadia.

"Mereka memerlukan kehadiran seorang pahlawan," sambung Kapadia sebagaimana dikutip Antara dari fox sports.

Diego Maradona. (Sportskeeda)
Diego Maradona. (Sportskeeda)

Berpostur tubuh kecil untuk ukuran Eropa pada umumnya, kuat, dan piawai melakukan dribel, Maradona dikenal memiliki teknik sepak bola yang mumpuni.

Maradona mengukir segudang prestasi, kemudian ditunjuk sebagai kapten timnas Argentina di Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Di usia 26 tahun, Maradona membawa Argentina mengalahkan Inggris dengan skor 2-1 di babak perempat final. Ia mencetak dua gol, salah satu gol yang dikenal sebagai insiden gol "Tangan Tuhan". Ia menggunakan tangannya untuk mendorong bola masuk ke gawang timnas Inggris yang saat itu dikawal Peter Shilton.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belum Puas Juara, Hansi Flick Targetkan Barcelona Raih 100 Poin

Belum Puas Juara, Hansi Flick Targetkan Barcelona Raih 100 Poin

Bola | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:05 WIB

Hansi Flick Terpaksa Biarkan Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina: Saya Nggak Suka!

Hansi Flick Terpaksa Biarkan Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina: Saya Nggak Suka!

Bola | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:09 WIB

Hansi Flick Buka Suara usai Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina

Hansi Flick Buka Suara usai Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina

Bola | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:02 WIB

6 Rekor Gila yang Bisa Dipecahkan Lionel Messi di Piala Dunia 2026

6 Rekor Gila yang Bisa Dipecahkan Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:41 WIB

Luis de la Fuente Coret Dani Carvajal dari Timnas Spanyol, Skuad Muda Barcelona Mendominasi

Luis de la Fuente Coret Dani Carvajal dari Timnas Spanyol, Skuad Muda Barcelona Mendominasi

Bola | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:34 WIB

Flick Respons Aksi Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina: Biasanya Ini Bukan Hal yang Saya Suka

Flick Respons Aksi Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina: Biasanya Ini Bukan Hal yang Saya Suka

Bola | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:32 WIB

Panas! Dituding Rampok 7 Gelar Real Madrid, Barcelona Siapkan Langkah Hukum

Panas! Dituding Rampok 7 Gelar Real Madrid, Barcelona Siapkan Langkah Hukum

Bola | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:13 WIB

Sindiran Lamine Yamal ke Real Madrid hingga Kibarkan Bendera Palestina di Perayaan Juara Barcelona

Sindiran Lamine Yamal ke Real Madrid hingga Kibarkan Bendera Palestina di Perayaan Juara Barcelona

Bola | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:47 WIB

Messi Kapten, Lionel Scaloni Berani Buang Paulo Dybala Demi Darah Muda Serie A di Piala Dunia 2026

Messi Kapten, Lionel Scaloni Berani Buang Paulo Dybala Demi Darah Muda Serie A di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:06 WIB

Daftar Skuat Sementara Argentina di Piala Dunia 2026: Scaloni Coret Nama Besar, Messi?

Daftar Skuat Sementara Argentina di Piala Dunia 2026: Scaloni Coret Nama Besar, Messi?

Bola | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:32 WIB

Terkini

Drawing Piala Presiden 2026 Rampung: 64 Klub Liga 4 dari 38 Provinsi Siap Bertanding

Drawing Piala Presiden 2026 Rampung: 64 Klub Liga 4 dari 38 Provinsi Siap Bertanding

Bola | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:11 WIB

Florentino Perez Buka Suara soal Rumor Erling Haaland ke Real Madrid

Florentino Perez Buka Suara soal Rumor Erling Haaland ke Real Madrid

Bola | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:09 WIB

Al Hilal Siapkan Tawaran Fantastis untuk Robert Lewandowski

Al Hilal Siapkan Tawaran Fantastis untuk Robert Lewandowski

Bola | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:04 WIB

AS Roma Resmi Permanenkan Donyell Malen Setelah Lolos ke Liga Europa

AS Roma Resmi Permanenkan Donyell Malen Setelah Lolos ke Liga Europa

Bola | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:59 WIB

Nasser Al-Khelaifi Bangga PSG Juara Liga Prancis, Kini Fokus ke Final Liga Champions

Nasser Al-Khelaifi Bangga PSG Juara Liga Prancis, Kini Fokus ke Final Liga Champions

Bola | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:55 WIB

Kawinkan 2 Gelar Domestik di Musim Debut Bersama Inter Milan, Ini Respons Berkelas Cristian Chivu

Kawinkan 2 Gelar Domestik di Musim Debut Bersama Inter Milan, Ini Respons Berkelas Cristian Chivu

Bola | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:48 WIB

Carlo Ancelotti Sebut Neymar Terus Membaik Jelang Pengumuman Skuad Piala Dunia 2026

Carlo Ancelotti Sebut Neymar Terus Membaik Jelang Pengumuman Skuad Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:42 WIB

Kabar Buruk! Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes Terancam Absen di FIFA Matchday Juni

Kabar Buruk! Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes Terancam Absen di FIFA Matchday Juni

Bola | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:13 WIB

Warga AS Sambut Kedatangan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 dengan Tangan Terbuka

Warga AS Sambut Kedatangan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 dengan Tangan Terbuka

Bola | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:03 WIB

Daniel Levy Tak Pernah Bayangkan Tottenham Terjebak Zona Degradasi

Daniel Levy Tak Pernah Bayangkan Tottenham Terjebak Zona Degradasi

Bola | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:56 WIB