Mantan Kiper PSIM Yogyakarta Ditemukan Sudah Tak Bernyawa di Kamar Mandi

Arsito Hidayatullah, Mutiara Rizka Maulina

Selasa, 16 Juni 2020 | 19:05 WIB
Mantan Kiper PSIM Yogyakarta Ditemukan Sudah Tak Bernyawa di Kamar Mandi
Ilustrasi sarung tangan kiper, penjaga gawang sepak bola. [Shutterstock]

Suara.com - Muljadi Wibowo, lelaki paruh baya yang belakangan diketahui adalah mantan kiper PSIM Yogyakarta, ditemukan sudah tak bernyawa di kamar mandi kosnya, di kawasan Padokan Lor, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul.

Pria kelahiran 20 April 1970 tersebut diketahui adalah mantan kiper klub Perserikatan Sepakbola Indonesia Mataram (PSIM) era 1990-an. Ia ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tengkurap di kamar mandi kosnya, Selasa (17/6/2020). Menurut keterangan polisi, korban ditemukan oleh rekannya, Kirmanto, yang datang berkunjung untuk membicarakan soal pekerjaan.

Kapolsek Kasihan, Kompol Y Tarwoco Nugroho, dalam keterangannya menyampaikan, pada pukul 07.00 WIB Kirmanto selaku saksi menghubungi Muljadi untuk membahas pekerjaan. Setelah dihubungi berkali-kali tidak ada jawaban, saksi kemudian mendatangi tempat kos korban.

"Setelah masuk ke dalam kos, saksi 1 melihat korban tidak ada di tempat tidur. Kemudian mengintip ke kamar mandi, melihat korban sudah dalam posisi tengkurap," kata Kompol Tarwoco.

Tarwoco menjelaskan, saksi sempat memanggil nama korban beberapa kali. Namun karena tidak ada jawaban, ia kemudian masuk ke kamar kos yang tidak terkunci. Selanjutnya, saksi melihat korban sudah tidak bergerak dalam keadaan tengkurap di kamar mandi dengan kepala mengarah ke pintu.

Ilustrasi jenazah (Shutterstock).
Ilustrasi jenazah di lantai. (Shutterstock)

Kirmanto kemudian berteriak memanggil saksi 2, yaitu pemilik kos, Parjimin. Menurut keterangan Parjimin, sejak pagi korban belum keluar dari kamar kosnya.

Setelah mendapat laporan dari saksi, petugas pun segera datang, termasuk Kanit Inafis Polres Bantul, Tono Wibowo, beserta dokter Puskesmas Kasihan, dr Nuzula, serta tim dari PMI Bantul. Dari keterangan pihak Puskesmas, korban diketahui sudah tidak bernyawa dan ditemukan luka di bagian wajah, diperkirakan akibat korban terjatuh dan menghantam lantai.

Lebih jauh disebutkan, adanya lebam di bagian dada menunjukkan korban sudah meninggal lebih dari enam jam sebelum ditemukan. Selanjutnya, korban pun dibawa oleh PMI Bantul ke RS Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut.

"Korban dimungkinkan terpeleset saat akan BAB karena di kloset terdapat tinja," imbuh Kompol Tarwoco.

baca juga

Sementara itu rekan korban, Sadiyo menyebutkan, pada Jumat sebelumnya, korban juga bercerita sempat terpeleset di kamar mandi.

Mendiang Muljadi Wibowo yang diketahui merupakan mantan kiper PSIM era 90-an, juga diketahui memiliki cedera di bagian kaki yang sudah cukup lama dideritanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×