Suara.com - Dalam sepak bola, nomor punggung adalah sesuatu yang sakral. Maka tak jarang klub-klub di dunia kerap memensiunkkan nomor punggung dari para pemain legendaris atau berjasa banyak untuk tim tersebut.
Kebiasaan memensiunkan nomor punggung untuk menghormati seorang pemain juga dilakukan klub-klub di Indonesia. Tak hanya pemain lokal, penggawa asing juga diberi kehormatan yang sama tingginya.
Selain jadi simbol sebagai penghormatan atas jasa pemain, memensiunkan nomor punggung juga dilakukan beberapa klub untuk menghargai pemain yang meninggal dunia.
![Arema FC memensiunkan nomor punggung 1 untuk Kurnia Meiga. [Instagram/@aremafcofficial]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/07/22/54453-arema-fc-memensiunkan-nomor-punggung-1-untuk-kurnia-meiga-instagramataremafcofficial.jpg)
Di kancah sepak bola dunia, AC Milan, Ajax Amsterdam, Napoli dan Real Betis mempensiunkan nomor punggung salah satu pemain mereka sebagai bentuk penghormatan.
Franco Baresi misalnya. Dia mendapat kehormatan oleh AC Milan yang memensiunkan nomor punggung 6 yang diikuti nomor punggung 3 untuk Paolo Maldini.
Sementara di Indonesia, Arema FC menjadi salah satu tim yang kerap memensiunkan nomor punggung pemainnya. Di luar itu, ada Persija Jakarta hingga Persebaya Surabaya.
Berikut Tim-tim Indonesia yang Memensiunkan Nomor Punggung Pemain
1. Arema FC
- Achmad Kurniawan (47)
Arema FC memensiunkan nomor punggung 47 milik Achmad Kurniawan untuk mengenang sosok kiper yang meninggal dunia pada 19 Januari 2017 silam.
Menurt kabar, kakak kandung Kurnia Meiga ini meninggal karena komplikasi penyakit, mulai jantung, ginjal hingga gangguan pernapasan.
- Kurnia Meiga (1)
Adik kandung dari Achmad Kurniawan juga mendapat penghormatan yang sama dari Arema FC. Bedanya, Kurnia Meiga saat ini masih ada, tetapi kiper yang telah membela Timnas Indonesia sejak 2008 itu terpaksa pensiun karena mengalami sakit.
2. Persis Solo
- Diego Mendieta (33)
Persis Solo pernah memiliki masa suram saat salah satu pemain mereka yakni sosok asing Diego Mendieta meninggal dunia.
Pemain asal Paraguay itu meninggal karena sakit. Kabar meninggalnya sang pemain pun viral dan menjadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia kala itu.
3. Persebaya Surabaya
- Eri Irianto (19)
Di era 2000-an, Persebaya Surabaya kehilangan salah satu kiper terbaik mereka, Eri Irianto yang meninggal pada 3 April 2000.
Eri meninggal usai terlibat insiden tabrakan dengan pemain PSIM Yogyakarta, Samson Noujine Kinga di Stadion Gelora 10 November.
Tak hanya mempensiunkan, nomor punggung 19, Persebaya turut memajang jersey milik Eri di museum klub.
4. Persija Jakarta
- Jakmania (12)
Berbeda dengan klub-klub lain, Persija Jakarta memilih untuk memensiunkan nomor punggung 12 untuk menghormati fansnya, Jakmania.
Persija menganggap Jakmania punya peran penting dalam kesuksesan klub selama ini yakni sebagai pemain ke-12 yang siap hadir baik di laga kandang maupun tandang.
5. Persela Lamongan
- Choirul Huda (1)
Persela Lamongan memensiunkan nomor punggung 1 milik Choirul Huda setelah sang kiper meninggal dunia pada Oktober 2017 usai bertabrakan dengan rekannya sendiri, Ramon Rodrigues.
Sebelum meninggal, Choirul Huda sempat mendapat pertolongan medis tetapi pada akhirnya, nyawanya sang pemain tidak tertolong.
[Eko Isdiyanto]
