Pipi Jay Idzes Seperti Berdarah di Laga Venezia vs Lecce, Apa yang Terjadi?

Arief Apriadi

Selasa, 26 November 2024 | 09:16 WIB
Pipi Jay Idzes Seperti Berdarah di Laga Venezia vs Lecce, Apa yang Terjadi?
Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes saat membela Venezia FC menghadapi Lecce dalam lanjutan Serie A 2024/2025, Selasa (26/11/2024) dini hari WIB). [Dok. X/Serie_A]

Suara.com - Pipi kiri bek Timnas Indonesia, Jay Idzes seperti berdarah saat membela Venezia FC menjamu Lecce dalam lanjutan Serie A Liga Italia 2024/2025, Selasa (26/11/2024) dini hari WIB. Apa yang terjadi.

Jay Idzes kembali diturunkan sebagai starter dan bermain penuh oleh pelatih Eusebio Di Francesco dalam laga di Stadion Pierluigi Penzo, Venice.

Bek 24 tahun itu tampil solid di lini belakang dalam formasi 3-5-2 di mana dirinya mengisi pos bek tengah kanan.

Bahkan, Jay Idzes hampir membawa Venezia FC membuka keunggulan pada menit ke-37 andai sundulannya tidak membentur mistar gawang.

Pada akhirnya, Venezia harus kalah dengan skor tipis 0-1 di mana Lecce yang tampil tertekan justru mampu mencetak gol pada menit ke-70 melalui Patrick Dorgu.

Di laga ini, selain performa yang dianggap impresif oleh media Italia Tutto Venezia Sport, terdapat satu hal lain yang membuat Jay Idzes jadi sorotan.

Ya, pipi kiri Jay Idzes seperti berdarah karena terlihat berwarna merah dengan beberapa bagiannya terlihat luntur ke bagian pipi bawah.

Namun jika diperhatikan, tidak hanya Jay Idzes yang pipi kirinya berwarna merah, tetapi seluruh pemain yang berada di lapangan.

Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes saat bermain untuk klub Serie A Italia, Venezia FC. [Dok. IG Venezia FC]
Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes saat bermain untuk klub Serie A Italia, Venezia FC. [Dok. IG Venezia FC]

Lalu apa alasan para pemain Venezia FC dan Lecce mengolesi cat merah di pipi kirinya? Berikut ulasannya.

baca juga

Menyitat berbagai sumber, soretan merah di pipi para pemain Serie A adalah simbol kampanye anti-kekerasan terhadap perempuan yang disebut Un Rosso Alle Violenza. Un Rosso Alle Violenza berarti "Kartu Merah Untuk Kekerasan".

Kampanye ini dilakukan oleh pemain, pelatih, dan pegiat sepak bola Liga Italia sejak 2018. Gerakan ini biasanya dilakukan pada bulan November.

Kampanye ini diinisiasi oleh asosiasi sepak bola Liga Serie A Italia, organisasi kemanusiaan Italia WeWorld Onlus, dan seluruh perangkat pertandingan.

Tanda merah dipilih sebagai lambang kartu merah untuk kekerasan. Para pemain juga dapat memberikan dukungan dengan meminta orang-orang terdekat mereka melakukan hal yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sundulan Jay Idzes Membentur Tiang, Pelatih: Ini Malam Paling Pahit Sejak...

Sundulan Jay Idzes Membentur Tiang, Pelatih: Ini Malam Paling Pahit Sejak...

Bola | Selasa, 26 November 2024 | 09:00 WIB

Jay Idzes Hampir Cetak Gol, Media Italia: Dia yang Terbaik....

Jay Idzes Hampir Cetak Gol, Media Italia: Dia yang Terbaik....

Bola | Selasa, 26 November 2024 | 08:33 WIB

Suporter Venezia Ngamuk, Jay Idzes Hampir Cetak Gol

Suporter Venezia Ngamuk, Jay Idzes Hampir Cetak Gol

Bola | Selasa, 26 November 2024 | 08:27 WIB

Terkini

Edukasi Pencegahan KDRT: FH UNY Gandeng 'Aisyiyah Sewon Utara Perkuat Relasi Keluarga Sakinah

Edukasi Pencegahan KDRT: FH UNY Gandeng 'Aisyiyah Sewon Utara Perkuat Relasi Keluarga Sakinah

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:15 WIB

Hunian Dekat Alam, Cara Baru Menikmati Hidup di Tengah Padatnya Kota

Hunian Dekat Alam, Cara Baru Menikmati Hidup di Tengah Padatnya Kota

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:13 WIB

iCAR Indonesia Perluas Jangkauan Dealer di Kawasan Bisnis Jakarta

iCAR Indonesia Perluas Jangkauan Dealer di Kawasan Bisnis Jakarta

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:10 WIB

Truk Hantam 3 Motor di JLS Salatiga, 1 Orang Tewas

Truk Hantam 3 Motor di JLS Salatiga, 1 Orang Tewas

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:08 WIB

5 Lip Cream Wardah yang Tahan Lama dan Tidak Bikin Bibir Kering Sesuai Review

5 Lip Cream Wardah yang Tahan Lama dan Tidak Bikin Bibir Kering Sesuai Review

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:04 WIB

Resiliensi Kedaulatan Pangan Bahari & Sinergi Regenerasi Komunitas Desa Les

Resiliensi Kedaulatan Pangan Bahari & Sinergi Regenerasi Komunitas Desa Les

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:03 WIB

Jakarta Punya Aturan Baru: Pembangunan 30 Tahun ke Depan Tak Boleh Rusak Lingkungan

Jakarta Punya Aturan Baru: Pembangunan 30 Tahun ke Depan Tak Boleh Rusak Lingkungan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:02 WIB

Gubernur Khofifah Terima Anugerah Bintang LVRI di Peringatan Hari Veteran Nasional 2026

Gubernur Khofifah Terima Anugerah Bintang LVRI di Peringatan Hari Veteran Nasional 2026

Jatim | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Paspor Dicabut, Tanah Air Ikut Hilang: Jejak Eksil 1965 oleh Martin Aleida

Paspor Dicabut, Tanah Air Ikut Hilang: Jejak Eksil 1965 oleh Martin Aleida

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Sampel Organ Sutrimo Diteliti di Laboratorium: Makan Waktu 2 hingga 3 Pekan

Sampel Organ Sutrimo Diteliti di Laboratorium: Makan Waktu 2 hingga 3 Pekan

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:59 WIB

×