PSM Makassar Perbaiki Rumput Stadion Kalegowa Jelang Liga 1 2025/2026

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 22 Juni 2025 | 06:18 WIB
PSM Makassar Perbaiki Rumput Stadion Kalegowa Jelang Liga 1 2025/2026
Menjelang dimulainya musim baru Liga 1 Indonesia 2025/26, manajemen PSM Makassar melakukan langkah serius dengan memperbaiki kondisi lapangan Stadion Kalegowa yang selama ini menjadi pusat latihan utama tim berjuluk Ayam Jantan dari Timur. (ig PSM Makassar)

Suara.com - Menjelang dimulainya musim baru Liga 1 Indonesia 2025/26, manajemen PSM Makassar melakukan langkah serius dengan memperbaiki kondisi lapangan Stadion Kalegowa yang selama ini menjadi pusat latihan utama tim berjuluk Ayam Jantan dari Timur.

Upaya perbaikan ini menjadi sinyal kuat bahwa klub ingin memberikan fasilitas terbaik bagi para pemain, sekaligus menjawab berbagai keluhan yang sempat muncul terkait kualitas lapangan tersebut.

Stadion Kalegowa memang menjadi sorotan dalam beberapa musim terakhir karena kondisi rumputnya yang tak ideal. Gelombang pada permukaan lapangan hingga sistem drainase yang buruk membuat sesi latihan kerap terganggu.

Keputusan Komisi Disiplin alias Komdis PSSI menjatuhkan larangan bermain selama satu tahun kepada kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes, mengundang sorotan luas. Federasi Internasional Asosiasi Pesepak Bola Profesional (FIFPro) turut memberi respons. [Dok. IG Yuran Fernandes]
Keputusan Komisi Disiplin alias Komdis PSSI menjatuhkan larangan bermain selama satu tahun kepada kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes, mengundang sorotan luas. Federasi Internasional Asosiasi Pesepak Bola Profesional (FIFPro) turut memberi respons. [Dok. IG Yuran Fernandes]

Tak hanya mengurangi kenyamanan, kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko cedera pemain, yang tentu sangat merugikan klub dalam jangka panjang.

Perbaikan kali ini ditangani oleh PT Harapan Jaya Lestarindo, yang dikenal sebagai penyedia jasa perawatan lapangan profesional.

Proyek ini melibatkan metode rop grassing, yaitu teknik penggantian rumput lapangan dengan metode khusus untuk mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan ketahanan.

Selain itu, media tanam berupa pasir juga ditambahkan untuk memperbaiki struktur tanah dan memastikan air meresap dengan baik ke dalam permukaan lapangan.

Tak hanya memperbaiki permukaan tanah, area di depan gawang yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat penggunaan intensif, juga menjadi fokus utama.

Pada area ini dilakukan penyulaman rumput, dan kini rumput baru mulai tumbuh, menandai progres positif dari proses perbaikan.

baca juga
Keputusan Komisi Disiplin alias Komdis PSSI menjatuhkan larangan bermain selama satu tahun kepada kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes, mengundang sorotan luas. Federasi Internasional Asosiasi Pesepak Bola Profesional (FIFPro) turut memberi respons. [Dok. IG Yuran Fernandes]
Keputusan Komisi Disiplin alias Komdis PSSI menjatuhkan larangan bermain selama satu tahun kepada kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes, mengundang sorotan luas. Federasi Internasional Asosiasi Pesepak Bola Profesional (FIFPro) turut memberi respons. [Dok. IG Yuran Fernandes]

Sistem irigasi dan sprinkle yang sebelumnya rusak parah pun turut diperbarui untuk menjaga kelembapan dan kualitas rumput secara optimal.

"Perbaikan dilakukan dengan metode rop grassing dan penambahan media tanam seperti pasir," ujar Maintenance Lestarindo Orip Hidayat, Minggu (22/6/2025).

"Sedangkan area di depan gawang yang rumputnya habis, dilakukan penyulaman. Saat ini, rumput baru mulai tumbuh. Selain itu, irigasi dan sistem sprinkle juga diperbaiki karena banyak yang rusak," sambungnya.

Langkah ini dilakukan tak lama setelah Liga 1 musim 2024/25 berakhir.

Pelatih kepala PSM Makassar, Bernardo Tavares, sebelumnya sudah berulang kali menyampaikan keluhan soal kondisi lapangan yang dianggap kurang layak untuk latihan profesional.

Ia menilai bahwa latihan di atas permukaan yang tak rata bisa memicu cedera otot atau sendi, yang tentunya berdampak besar terhadap performa tim di kompetisi mendatang.

Tanggapan cepat dari manajemen klub menjadi bukti bahwa aspirasi pelatih dan pemain direspon dengan baik.

Target perbaikan pun dikebut, dengan tenggat waktu yang cukup ketat.

PSM Makassar dijadwalkan memulai latihan perdana pada 1 Juli 2025, sementara Liga 1 Indonesia musim baru akan mulai digelar pada awal Agustus. Artinya, semua perbaikan harus rampung maksimal akhir Juni agar stadion siap digunakan.

Langkah perbaikan Stadion Kalegowa ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang klub untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren klub-klub Liga 1 mulai berubah, dari sekadar fokus pada performa tim, menjadi perhatian yang lebih luas terhadap fasilitas, pembinaan pemain muda, hingga kesehatan fisik pemain.

Fasilitas latihan yang memadai adalah kunci dalam mempersiapkan skuat yang kompetitif dan tahan banting sepanjang musim.

Perlu diketahui bahwa kondisi lapangan dalam dunia sepak bola profesional memiliki peran besar, bukan hanya sekadar tempat berlatih, tapi juga sebagai fondasi keberhasilan taktik dan strategi tim.

Rumput yang baik memungkinkan bola bergulir sempurna, sehingga latihan teknis seperti umpan pendek dan pergerakan cepat bisa dilakukan dengan optimal.

Dengan perbaikan ini, diharapkan pemain PSM Makassar dapat menjalani persiapan pra-musim dengan lebih maksimal.

Persiapan yang baik sejak awal menjadi modal penting untuk menghadapi ketatnya persaingan di Liga 1 Indonesia, apalagi kompetisi musim 2025/26 diprediksi akan lebih kompetitif dengan kehadiran tim-tim kuat dan strategi pelatih yang semakin berkembang.

PSM Makassar sendiri punya sejarah panjang dalam kompetisi sepak bola nasional. Klub kebanggaan Sulawesi Selatan ini dikenal memiliki basis suporter fanatik dan tradisi juara.

Oleh karena itu, pembenahan fasilitas seperti Stadion Kalegowa bukan hanya investasi untuk musim ini, melainkan bagian dari visi besar klub untuk tetap bersaing di papan atas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Pelatih Asnawi Mangkualam: Pemain Belanda Banyak Bantah, Gak Punya Mental Juara

Eks Pelatih Asnawi Mangkualam: Pemain Belanda Banyak Bantah, Gak Punya Mental Juara

Bola | Sabtu, 21 Juni 2025 | 14:41 WIB

Tetap di Borneo FC, Kei Hirose Targetkan Finis Empat Besar Liga 1 2025/2026

Tetap di Borneo FC, Kei Hirose Targetkan Finis Empat Besar Liga 1 2025/2026

Your Say | Sabtu, 21 Juni 2025 | 08:46 WIB

Persija Jakarta Resmi Kenalkan 5 Asisten Pelatih Mauricio Souza

Persija Jakarta Resmi Kenalkan 5 Asisten Pelatih Mauricio Souza

Bola | Jum'at, 20 Juni 2025 | 20:24 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×