- Striker Luke Vickery dari Macarthur FC dirumorkan dinaturalisasi untuk membela Timnas Indonesia karena ketertarikan PSSI.
- Vickery berpotensi membela Indonesia melalui garis keturunan nenek, selain memenuhi syarat Australia dan Amerika Serikat.
- Luke Vickery saat ini masih mempertimbangkan opsi tim nasional karena mendambakan tampil di panggung internasional.
Suara.com - Striker keturunan Indonesia yang saat ini berkarier di Liga Australia bersama Macarthur FC dirumorkan bakal segera dinaturalisasi dan membela Timnas Indonesia.
Rumor yang berkembang bahkan menyebut bahwa pelatih Timnas Indonesia, John Herdman telah berkomunikasi dengan pemain kelahiran Hawaii itu.
Ketertarikan PSSI untuk naturalisasi Luke Vickery bukan tanpa sebab. Ia menjadi salah satu striker muda tersubur di Liga Australia.
Luke Vickery memenuhi syarat membela Indonesia melalui garis keturunan nenek dari pihak ibu.
Selain itu, ia juga bisa memperkuat Australia maupun Amerika Serikat karena lahir di Hawaii.
“Saya bisa mewakili Australia, Amerika Serikat, atau Indonesia. Indonesia cukup tertarik,” ujar Vickery kepada AFP.

Luke mengaku bahwa saat ini ia masih menjajaki semua opsi yang ada untuk membela tim nasional. Namun ditegaskan oleh Luke bahwa semua pemain mendambakan bisa bermain di panggung dunia.
“Semua pemain tentu ingin tampil di panggung internasional. Saya masih mengeksplorasi pilihan yang ada.” tegasnya.
Luke Vickery adalah putra seorang greenkeeper PGA Tour. Greenkeeper PGS Tour ialah ahli yang bertanggung jawab atas perawatan, pemeliharaan, dan persiapan lapangan golf agar selalu dalam kondisi prima, khususnya untuk standar kompetisi tertinggi seperti PGA Tour.
Baca Juga: Media Vietnam Pandang Remeh, Labeli Timnas Indonesia Skuad 100 Persen Kalah di Final Piala AFF
Ia sebelumnya membela Western United, namun krisis yang melanda klub tersebut membuatnya terombang-ambing jelang musim baru.
Ia bahkan nyaris terbang ke Amerika Serikat untuk mencari peluang di MLS Next Pro atau USL Championship.
Namun panggilan terakhir dari Macarthur FC menjadi titik balik kariernya.
“Saat Macarthur menghubungi, saya langsung mengambilnya,” katanya.
Kontributor: Azka Putra