- Jose Mourinho menjuluki Real Madrid sebagai raja yang terluka setelah Benfica berhasil mengalahkan mereka dan memaksa El Real turun ke babak playoff Liga Champions.
- Mourinho menegaskan Benfica tidak membutuhkan keajaiban untuk menyingkirkan Real Madrid, melainkan tampil sempurna di level tertinggi untuk meraih kemenangan.
- Di tengah tensi pertandingan, Mourinho menyatakan kesetiaannya pada Benfica dan memberikan dukungan penuh kepada Alvaro Arbeloa untuk tetap melatih Real Madrid dalam waktu lama.
Suara.com - Pelatih Benfica, Jose Mourinho, secara terbuka melancarkan perang urat saraf menjelang laga panas melawan mantan tim, Real Madrid, di ajang Liga Champions.
The Special One menyebut raksasa Liga Spanyol tersebut sebagai “raja yang terluka” setelah Benfica sukses memberikan kekalahan mengejutkan pada fase liga sebelumnya.
Jose Mourinho meyakini bahwa menyingkirkan Real Madrid dari kompetisi elit Eropa bukanlah sebuah misi mustahil yang memerlukan keajaiban bagi skuad asuhannya.
Kemenangan sensasional Benfica 4-2 atas El Real di babak sebelumnya memaksa peraih 15 gelar juara tersebut harus berjuang melalui fase playoff.
Benfica dan Real Madrid kini dijadwalkan kembali bertemu pada laga leg pertama babak sistem gugur yang akan dihelat di Lisbon pada Selasa malam waktu setempat.

“Mereka terluka,” ujar Mourinho dalam sesi konferensi pers resmi menjelang pertandingan besar tersebut.
"Dan raja yang terluka itu berbahaya. Kami akan memainkan leg pertama dengan kepala kami, dengan ambisi dan kepercayaan diri. Kami tahu apa yang kami lakukan terhadap raja Liga Champions," tambahnya.
Meski menaruh rasa hormat yang sangat tinggi, Mourinho menegaskan bahwa klub tidak membutuhkan mukjizat untuk bisa kembali menumbangkan sang raksasa Spanyol.
Ia menuntut para pemainnya tampil maksimal dan mendekati kesempurnaan untuk mengamankan tiket melaju ke babak selanjutnya.
Baca Juga: Puasa 2026 Besok? Jadwal Laga Liga Champions Untuk Teman Makan Sahur Dinihari Nanti
“Saya rasa tidak diperlukan keajaiban bagi Benfica untuk menyingkirkan Real Madrid,” kata pelatih berkebangsaan Portugal tersebut.
Mourinho menyadari sepenuhnya bahwa Real Madrid adalah klub dengan sejarah, pengetahuan, serta ambisi besar yang menjadikan raksasa dunia.
Momen kemenangan dramatis Benfica tiga pekan lalu dipastikan lewat sundulan menit akhir kiper Anatoliy Trubin yang mengamankan posisi ke-24 klasemen.
Mourinho pun sempat berkelakar bahwa kali ini Anatoliy Trubin tidak akan ikut maju membantu lini penyerangan timnya.
Di tengah persiapan laga, ia juga menepis rumor mengenai potensi dirinya kembali menukangi Los Blancos di masa depan.
Mourinho menegaskan masih memiliki sisa kontrak satu tahun di Benfica dan memberikan dukungan penuh kepada pelatih Madrid saat ini, Alvaro Arbeloa.
“Saya ingin menyingkirkan Real Madrid, tapi saya ingin Alvaro [Arbeloa] memenangkan LaLiga dan bertahan di Madrid selama bertahun-tahun,” ungkapnya dengan tulus.
Baginya, Arbeloa adalah sosok Madridista sejati yang memiliki kepribadian kuat untuk memimpin tim bertabur bintang tersebut.
Mourinho mengakui adanya ikatan emosional seumur hidup dengan Real Madrid setelah memberikan segalanya selama tiga musim bertugas di sana.
Menjelang laga krusial ini, ia memprediksi Real Madrid akan tampil berbeda dan jauh lebih kuat di bawah komando pelatih barunya.
Ia menukar anak asuhnya untuk bermain dengan penuh kegembiraan dan tanpa beban saat menghadapi kandidat utama juara Liga Champions tersebut.