-
Persib wajib menang selisih tiga gol atas Ratchaburi FC di Stadion GBLA Bandung.
-
Aturan gol tandang dihapus sehingga agregat seimbang akan memicu babak tambahan waktu.
-
Umuh Muchtar meminta pemain tampil waspada dan mengejar target kemenangan minimal 3-0.
Suara.com - Langkah Persib Bandung di ajang bergengsi AFC Champions League (ACL) Two kini tengah berada di ujung tanduk.
Skuad Pangeran Biru baru saja menelan pil pahit setelah dihantam kekalahan telak tiga gol tanpa balas.
Hasil minor tersebut didapat saat mereka bertamu ke markas Ratchaburi FC pada pertandingan leg pertama lalu.
Kekalahan di Dragon Solar Park pada 11 Februari 2026 itu sungguh di luar dugaan tim pelatih.
Wakil Thailand tersebut tampil sangat klinis dan mematikan dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada di lapangan.
Skenario Lolos ke Perempat Final
Kini perhatian seluruh pecinta sepak bola nasional tertuju pada laga penentuan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Duel krusial leg kedua ini dijadwalkan berlangsung pada hari Rabu, tepatnya tanggal 18 Februari 2026 mendatang.
Meskipun margin skor terlihat sangat lebar, pintu menuju babak delapan besar belum sepenuhnya tertutup bagi Persib.
Baca Juga: Wajib Bantai Ratchaburi 4 Gol, Persib Bandung Bakal Dihadapkan dengan Unfinished Task?
Ketiadaan regulasi gol tandang dalam turnamen ini menjadi angin segar bagi Marc Klok dan kawan-kawan.
Persib hanya perlu fokus menyamakan kedudukan agregat untuk memperpanjang nafas mereka di kompetisi tingkat Asia ini.
Syarat Mutlak Kemenangan di GBLA
Tugas utama Maung Bandung adalah mengamankan kemenangan dengan selisih minimal tiga gol pada waktu normal.
Jika skor agregat menjadi imbang, pertandingan akan dilanjutkan melalui babak tambahan waktu hingga drama adu penalti.
Kemenangan dengan skor 4-1 atau 5-2 tetap akan memaksa laga berlanjut karena selisih gol tetap terjaga.
Kabar yang menggembirakan adalah kembalinya Beckham Putra Nugraha ke dalam komposisi pemain utama tim kebanggaan Jawa Barat.
Kehadiran gelandang lincah tersebut diharapkan mampu menambah variasi serangan yang sempat buntu di pertemuan pertama kemarin.
Keangkeran Markas Persib Bandung
Statistik menunjukkan bahwa Persib Bandung selalu tampil perkasa saat bermain di depan publik sendiri musim ini.
Dari empat laga kandang di kancah Asia, mereka berhasil mengemas tiga kemenangan dan satu hasil imbang.
Rekor di kompetisi domestik BRI Super League bahkan jauh lebih mentereng dengan sepuluh kemenangan beruntun di GBLA.
Dukungan masif dari puluhan ribu Bobotoh diprediksi akan meruntuhkan mentalitas bertanding para pemain Ratchaburi FC nanti.
Suasana stadion yang sangat riuh selalu menjadi senjata rahasia Persib untuk meneror pertahanan tim tamu manapun.
Pesan Optimis dari Manajemen
Manajer operasional Persib Bandung, Umuh Muchtar, mengakui bahwa membalikkan keadaan bukanlah perkara yang mudah dilakukan timnya.
Namun pria yang akrab disapa Pak Haji ini tetap memupuk rasa percaya diri di dalam internal tim.
Beliau meyakini bahwa semangat juang para pemain akan berlipat ganda saat menginjakkan kaki di rumput Bandung.
"Kalau dipikir pasti berat, tapi Insyallah kami akan berusaha. Tidak menutup kemungkinan nanti di Bandung kami bisa mendapat gol lebih dari tiga," kata Umuh Muchtar.
Target utama yang dipatok manajemen adalah meraih kemenangan bersih tanpa membiarkan lawan mencetak satu gol pun.
Kewaspadaan Tinggi di Lini Belakang
Faktor kehati-hatian menjadi catatan penting yang disampaikan manajemen agar kesalahan di Thailand tidak kembali terulang lagi.
Para pemain diminta untuk menjaga kedisiplinan tinggi sepanjang sembilan puluh menit waktu pertandingan berjalan di lapangan hijau.
Strategi menyerang total sejak menit pertama kemungkinan besar akan diterapkan untuk mengejar defisit skor secepat mungkin.
"Harapannya di kandang harus lebih semangat, lebih tinggi. Kami harus lebih hati-hati, jangan sampai kalah atau draw. Harus menang di atas 3-0," tuturnya.
Kini seluruh elemen tim sedang bersiap untuk memberikan penampilan terbaik demi menjaga martabat sepak bola Indonesia.
Persiapan Taktis Menuju Laga
Pelatih kepala Persib terus mengasah ketajaman lini depan dalam sesi latihan tertutup menjelang pertandingan hari Rabu nanti.
Transisi dari bertahan ke menyerang menjadi fokus utama agar tidak terkena serangan balik mematikan dari Ratchaburi.
Mentalitas juara sangat dibutuhkan oleh setiap individu pemain dalam menghadapi situasi tekanan tinggi seperti sekarang ini.
Persib harus membuktikan bahwa mereka layak bersaing di level tertinggi sepak bola antar klub di benua Asia.
Harapan jutaan pendukung kini berada di pundak sebelas pemain yang akan turun bertanding di arena GBLA.