- Pelatih John Herdman memulai tugas dengan mengunjungi pemain abroad di Eropa seperti Kevin Diks dan Jay Idzes.
- Ia secara aktif memantau kompetisi domestik dengan menyaksikan langsung pertandingan Liga 2 di Stadion Pakansari.
- John Herdman melakukan perombakan struktur tim kepelatihan dengan merekrut analis dan melibatkan staf pelatih lainnya.
Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman langsung membuat sejumlah langkah strategis sejak resmi memegang kendali skuad Garuda.
Setidaknya ada tiga terobosan yang menonjol yaitu menyambangi pemain abroad di Eropa, turun langsung memantau kompetisi Liga 2, serta merombak struktur tim kepelatihan.
1. Safari ke Eropa Temui Pemain Abroad
John Herdman memulai kiprahnya dengan melakukan kunjungan ke beberapa pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri.
Ia menemui bek Borussia Monchengladbach, Kevin Diks, kemudian mendatangi fullback Go Ahead Eagles, Dean James, hingga menyapa palang pintu Sassuolo, Jay Idzes.
“Sore hari istimewa di Mapei Football Center di Sassuolo saat menyambut John Herdman, pelatih kepala Timnas Indonesia,” tulis Sassuolo.
“Pelatih Timnas Merah Putih berkesempatan untuk mengunjungi fasilitas di pusat pelatihan Neroverdi dan mengamati sesi latihan tim utama dari dekat. Setelah sesi latihan, Herdman berbicara dengan Jay Idzes, kapten Timnas Garuda, dan pelatih Fabio Grosso.”
“Pertemuan menyenangkan yang didedikasikan untuk berbagi dan bertukar pengalaman, yang sekali lagi menegaskan fokus dan keterbukaan internasional Sassuolo Calcio,” imbuh Sassuolo.
Langkah ini menegaskan pendekatan personal Herdman terhadap pemain diaspora yang menjadi tulang punggung Timnas Indonesia.
2. Turun Gunung ke Liga 2
Tak hanya fokus pada pemain luar negeri, Herdman juga memantau langsung kompetisi domestik level bawah.
Baca Juga: Buriram FC Lolos ke16Besar AFC Champions League Elite, Sandy Walsh Berperan!
Ia hadir di laga Garudayaksa kontra Persekat Tegal pada pekan ke-19 Grup 1 Liga 2 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Sabtu (14/2/2026).
“Sangat penting untuk memahami apa yang ada di bawah divisi pertama di sini. Penting untuk mengetahui pemain muda mana yang sedang muncul,” ucap John Herdman.
“Di level ini Anda bisa melihat banyak pemain yang jauh lebih muda. Pemain yang tengah berjuang untuk mendorong dirinya ke level selanjutnya.”
“Jadi, saya pikir dalam sepuluh tahun awal karier Anda penting untuk melihat segalanya. Setiap level di kompetisi dan untuk memahami strukturnya seperti apa, fasilitasnya seperti apa, intensitasnya seperti apa.”
“Jadi, ini adalah pengalaman yang bagus. Terima kasih sebesar-besarnya kepada Garudayaksa untuk mengajak kami ke sini untuk menyaksikan laga, dan saya menikmatinya,” terang John Herdman.
Kehadiran langsung di stadion menjadi sinyal bahwa Liga 2 juga masuk radar pemantauan Timnas Indonesia.
3. Menyusun Ulang Tim Kepelatihan
Selain memantau pemain, Herdman juga mulai membangun struktur staf pelatih. Sebelumnya, ia hanya didampingi Cesar Meylan sebagai pelatih fisik.
Kini, ia merekrut kepala analis Persija, Dzikry Lazuardi serta melibatkan pelatih Timnas U-20, Nova Arianto, dan Sofie Imam Faizal.
“Untuk sementara, Nova. Mungkin nanti coach Sofie juga akan kami libatkan. Kami sedang melihat beberapa sosok yang tepat,” ujar Sumardji.
Langkah tersebut memperlihatkan upaya Herdman membangun fondasi teknis yang lebih lengkap demi menunjang kinerja Timnas Indonesia ke depan.