-
Shayne Pattynama memuji kualitas Dony Tri Pamungkas sebagai pesaing utama di posisi bek Persija.
-
Penyebab utama Shayne menjadi cadangan karena faktor pemulihan cedera panjang selama empat bulan terakhir.
-
Eks pemain KAS Eupen tersebut berkomitmen merebut posisi inti melalui kerja keras saat latihan.
Suara.com - Kedatangan Shayne Pattynama ke ibu kota belum otomatis membuatnya menjadi pilihan utama di sisi kiri pertahanan.
Pemain naturalisasi ini harus rela mengantre di belakang talenta muda lokal yang sedang naik daun.
Pelatih Mauricio Souza tampaknya masih sangat memercayai peran Dony Tri Pamungkas dalam skema starting eleven.
Meskipun berstatus pemain tim nasional senior, Shayne lebih sering memulai pertandingan dari bangku cadangan tim Macan Kemayoran.
Situasi ini memicu rasa penasaran publik mengenai perasaan sang pemain terkait menit bermain yang terbatas.
Menanggapi hal tersebut, Shayne memberikan apresiasi tinggi terhadap performa impresif rekan setim sekaligus pesaingnya di lapangan.
Ia merasa keberadaan pemain berkualitas di posisi yang sama justru memberikan dampak positif bagi mentalitasnya.
"Itu bagus, selalu bagus untuk memiliki pemain yang hebat di posisi Anda. Sehingga, itu membuat Anda lapar dan bersiap juga," kata Shayne Pattynama di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Pemain yang lama berkarier di Eropa ini menyadari bahwa bakat yang dimiliki Dony memang tidak main-main.
Baca Juga: Kata-kata Mauro Zijlstra Usai Debut Bersama Persija Jakarta
Ia tidak merasa tersaingi secara negatif melainkan melihatnya sebagai sebuah tantangan profesional yang harus dihadapi.
"Dony (Tri Pamungkas) adalah pemain yang sangat bagus, dengan talenta yang hebat," ia menjelaskan.
Faktor fisik menjadi salah satu alasan utama mengapa dirinya belum mencapai level kebugaran maksimal untuk bertanding.
Shayne mengakui bahwa transisi menuju sepak bola Indonesia membutuhkan waktu yang tidak instan bagi dirinya sekarang.
Selain harus memahami strategi pelatih, ia juga baru saja melewati masa sulit akibat masalah kesehatan yang dialaminya.
"Saya baru datang di sini (Persija Jakarta), saya juga baru saja sembuh dari cedera," ia menambahkan.
Kondisi tersebut membuatnya harus ekstra hati-hati agar tidak mengalami kemunduran dalam proses pemulihan fisiknya saat ini.
Mantan penggawa KAS Eupen ini menjelaskan bahwa dirinya tidak ingin terburu-buru untuk memaksakan kondisi tubuhnya bermain penuh.
Absen dalam waktu yang cukup lama membuat sentuhan bola dan staminanya perlu dibangun kembali secara perlahan.
"Jadi, saya perlu tahap demi tahap. Saya telah absen selama 3-4 bulan, jadi saya perlu bertahap," jelasnya.
Disiplin dalam menjalani setiap program latihan menjadi kunci utama bagi Shayne agar bisa segera kembali ke puncak performa.
Ia percaya bahwa manajemen beban kerja yang baik akan menghindarkannya dari risiko cedera kambuhan di masa mendatang.
Meski saat ini masih berstatus pelapis, semangat juang pemain bernomor punggung baru ini tetap menyala besar.
Setiap kesempatan yang diberikan oleh Mauricio Souza akan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin demi membantu kemenangan tim kebanggaan Jakmania.
Ia berkomitmen untuk terus bekerja keras di setiap sesi latihan agar pelatih memiliki banyak opsi taktis.
"Dony tampil sangat bagus. Saya perlu menunjukkan kemampuan saya di pertandingan dan latihan. Jadi, itu normal untuk memiliki kompetisi," pungkasnya.
Persaingan sehat di internal Persija diharapkan mampu mendongkrak prestasi klub di kancah Liga 1 musim 2025/2026.
Kini fokus utama Shayne adalah memastikan diri siap secara fisik maupun mental ketika kesempatan starter itu datang.
Publik sepak bola tanah air tentu menantikan aksi impresif bek sayap ini saat kembali ke performa terbaiknya.
Persija Jakarta sendiri diuntungkan dengan kedalaman skuad yang sangat mumpuni di sektor pertahanan sayap kiri tersebut.
Integritas dan sikap rendah hati Shayne Pattynama menjadi teladan bagi pemain profesional lainnya dalam menyikapi sebuah rotasi.