Dana Rp10,1 Miliar Persib Bandung Terancam Amblas Akibat Kelakuan Penonton Setelah Laga ACL Two

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Kamis, 19 Februari 2026 | 17:37 WIB
Dana Rp10,1 Miliar Persib Bandung Terancam Amblas Akibat Kelakuan Penonton Setelah Laga ACL Two
Persib Bandung (Suara.com)
baca 10 detik
  • Persib Bandung tersingkir dari ACL Two setelah kalah agregat 1-3 dari Ratchaburi FC.

  • Kerusuhan suporter di GBLA membuat Persib terancam denda ratusan ribu dolar dari AFC.

  • Pendapatan Rp10,1 miliar terancam habis akibat sanksi keamanan dan invasi lapangan penonton.

Suara.com - Ambisi besar Persib Bandung untuk melangkah lebih jauh di kompetisi antarklub Asia akhirnya harus menemui titik buntu.

Pasukan Pangeran Biru dipastikan tersingkir dari persaingan AFC Champions League Two (ACL 2) setelah melakoni laga krusial.

Stadion Gelora Bandung Lautan Api menjadi saksi perjuangan terakhir Maung Bandung pada Rabu, 18 Februari 2026.

Meski berhasil membukukan skor tipis 1-0 pada pertemuan kedua, hasil itu rupanya belum mampu membalikkan keadaan.

Persib harus mengakui keunggulan agregat tim tamu, Ratchaburi FC, yang mengunci kemenangan total 3-1.

Kekecewaan mendalam akibat kegagalan melaju ke perempat final memicu situasi yang tidak terkendali di tribun penonton.

Sejumlah oknum pendukung merangsek masuk ke dalam area lapangan segera setelah peluit panjang ditiupkan oleh wasit.

Aksi invasi lapangan ini menciptakan kekacauan di tengah euforia kemenangan yang terasa hambar bagi tuan rumah.

Laporan lapangan menyebutkan beberapa suporter mencoba melakukan konfrontasi fisik terhadap pengadil pertandingan dan pemain lawan.

baca juga

Insiden ini terekam jelas oleh kamera dan menjadi perbincangan hangat di media sosial dalam waktu singkat.

Dampak dari tindakan tersebut kini menempatkan posisi manajemen Persib Bandung dalam situasi yang sangat menyudutkan.

Pengawas pertandingan dari pihak AFC dipastikan telah mencatat setiap detail kericuhan yang terjadi di area stadion.

Pelanggaran terhadap standar keamanan dan keselamatan pertandingan Asia merupakan isu sensitif yang tidak akan ditoleransi.

Berdasarkan regulasi Safety and Security yang berlaku, tim asal Jawa Barat ini terancam menghadapi rentetan hukuman.

Pihak otoritas sepak bola Asia bisa menjatuhkan denda finansial yang masif hingga larangan kehadiran penonton di laga mendatang.

Sejatinya, perjalanan Persib di kompetisi musim ini memberikan keuntungan materiil yang cukup membanggakan bagi klub.

Manajemen telah mengantongi pendapatan total sekitar Rp10,1 miliar dari berbagai tahapan pertandingan yang telah dilalui.

Pundi-pundi tersebut berasal dari bonus partisipasi penyisihan grup sebesar USD 300.000 atau setara dengan Rp4,9 miliar.

Pencapaian masuk ke babak 16 besar juga menyumbang insentif tambahan sebesar USD 80.000 atau sekitar Rp1,3 miliar.

Selain itu, performa di lapangan dengan empat kemenangan dan satu hasil imbang menambah saldo kas sebesar Rp3,9 miliar.

Namun, segala keuntungan finansial tersebut kini terancam tersedot habis untuk membayar denda administratif kepada AFC.

Para pengamat memprediksi nilai denda bisa menyentuh angka ratusan ribu dolar AS jika terbukti ada kelalaian fatal.

Keputusan final terkait nasib klub kebanggaan warga Bandung ini bergantung sepenuhnya pada sidang Komite Disiplin.

Hingga saat ini, manajemen masih bersikap waspada sambil menunggu rilis resmi hasil persidangan dari federasi terkait.

Klub kini hanya bisa pasrah menghadapi konsekuensi hukum yang muncul akibat ulah segelintir pendukung yang tidak bertanggung jawab.

Fokus manajemen kini terbelah antara mempersiapkan tim untuk liga domestik dan menyelesaikan masalah hukum di level kontinental.

Besaran kerugian yang akan ditanggung akan menjadi pelajaran berharga bagi penyelenggaraan pertandingan internasional di masa depan.

Dunia sepak bola kini menanti seberapa tegas AFC dalam menegakkan aturan keamanan di stadion kebanggaan masyarakat Indonesia tersebut.

Dampak jangka panjang dari insiden ini tentu akan sangat mempengaruhi citra sepak bola nasional di mata internasional.

Persib Bandung harus segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang pada musim-musim yang akan datang.

Meskipun langkah di ACL Two terhenti, dukungan positif tetap dibutuhkan namun tetap dalam koridor aturan yang berlaku.

Kini semua pihak menanti dengan cemas bagaimana putusan akhir yang akan dikeluarkan oleh pihak otoritas dalam waktu dekat.

Besaran denda dan bentuk sanksi lainnya akan menjadi penentu apakah musim ini berakhir dengan surplus atau justru defisit.

Semoga kejadian ini menjadi titik balik bagi perbaikan sistem keamanan stadion dan kedewasaan para suporter sepak bola.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelatih Ratchaburi Trauma Kebrutalan Suporter Timnas Indonesia Pernah Bakar GBK

Pelatih Ratchaburi Trauma Kebrutalan Suporter Timnas Indonesia Pernah Bakar GBK

Bola | Kamis, 19 Februari 2026 | 17:26 WIB

Media Thailand Soroti Ulah Suporter Persib, Singgung Sisi Gelap Sepak Bola Indonesia

Media Thailand Soroti Ulah Suporter Persib, Singgung Sisi Gelap Sepak Bola Indonesia

Bola | Kamis, 19 Februari 2026 | 16:33 WIB

Penyerang Persija ke Persib Bandung: Kami Masih Punya 13 Pertandingan, 13 Final

Penyerang Persija ke Persib Bandung: Kami Masih Punya 13 Pertandingan, 13 Final

Bola | Kamis, 19 Februari 2026 | 17:05 WIB

Terkini

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×