- Timnas Italia dipastikan absen di Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti dari Bosnia, meski sempat unggul dan bermain dengan 10 orang sejak babak kedua.
- Pelatih Gennaro Gattuso sangat emosional, mengaku kehabisan darah saking tegangnya, namun tetap bangga dan secara pribadi meminta maaf kepada seluruh fans.
- Gattuso menolak untuk membahas masa depannya, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah kekecewaan tim karena gagal mencapai target lolos.
Suara.com - Timnas Italia kembali harus mengubur mimpi mereka untuk tampil di panggung Piala Dunia 2026. Pelatih Gennaro Gattuso pun menangis, dan meminta maaf ke fans Gli Azzurri.
Kepastian tragis ini didapat setelah Timnas Italia takluk dari Bosnia Herzegovina di babak adu penalti yang penuh drama dalam playoff Piala Dunia 2026 zona Eropa, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.
Sang pelatih bahkan secara pribadi meminta maaf kepada seluruh rakyat Italia sambil menahan tangis atas kegagalan memilukan yang diwarnai kartu merah untuk Alessandro Bastoni.
Gli Azzurri sebenarnya sempat unggul lebih dulu di Zenica melalui gol Moise Kean dan tampak memegang kendali penuh atas jalannya pertandingan.
Namun, permainan berubah total setelah Alessandro Bastoni terpaksa diusir keluar lapangan oleh wasit.
Meski bermain dengan 10 orang, mereka baru kebobolan di menit-menit akhir lewat gol Haris Tabakovic setelah penyelamatan gemilang dari Gianluigi Donnarumma.
Perjuangan heroik selama babak perpanjangan waktu pun harus berakhir dengan air mata.
Petaka akhirnya datang di babak adu penalti saat eksekusi Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante gagal menemui sasaran, sementara seluruh penendang Bosnia sukses menjalankan tugasnya.
Gattuso tak mampu menyembunyikan kesedihannya dan terlihat berlinang air mata saat diwawancarai seusai laga.
“Para pemain ini tidak pantas menerima ini, atas usaha, cinta, dan tekad mereka. Kami memiliki tiga peluang, dan sebagian besar umpan silang mereka hampir tidak menyentuh kami,” kata Gattuso kepada RAI Sport.
“Saya tetap bangga dengan anak-anak saya. Jika Anda menusuk saya dengan belati hari ini, tidak akan ada yang keluar, darah saya sudah habis. Ini penting bagi gerakan sepak bola Italia dan rasanya buruk untuk kalah seperti ini.”
Laga ini juga diwarnai kontroversi di babak perpanjangan waktu, saat Marco Palestra dijatuhkan ketika tinggal berhadapan dengan kiper, namun wasit Clement Turpin hanya memberikan kartu kuning.
“Saya tidak ingin membicarakan wasit atau apa pun, tetapi hari ini adil, ini sepak bola. Saya sudah berkecimpung di dunia sepak bola selama bertahun-tahun, saya pernah merayakan gol dan pernah dihajar, seperti hari ini, tetapi sulit untuk menerima ini,” jawab Gattuso.
Ia justru mengaku terkejut dengan semangat juang luar biasa yang ditunjukkan anak asuhnya meski dalam kondisi kekurangan pemain.
“Saya juga terkejut dengan semangat dan tekad yang mereka tunjukkan hari ini. Kami berada di sana dalam pengepungan, di parit. Namun di sini kita berbicara tentang tidak lolos ke Piala Dunia lagi.