Nasib Giovanni Reyna di Tangan Pochettino, Riwayat Cedera Hancurkan Obsesi ke Piala Dunia 2026?

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 13 Mei 2026 | 18:35 WIB
Nasib Giovanni Reyna di Tangan Pochettino, Riwayat Cedera Hancurkan Obsesi ke Piala Dunia 2026?
Gelandang Timnas Amerika Serikat, Giovanni Reyna. [AFP]
baca 10 detik
  • Giovanni Reyna berjuang pulih dari cedera demi masuk skuad Piala Dunia Amerika Serikat.

  • Mauricio Pochettino akan menentukan nasib 26 pemain pilihan pada tanggal 26 Mei mendatang.

  • Reyna menekankan pentingnya pengalaman kolektif setelah belajar dari kegagalan di Piala Dunia Qatar.

Suara.com - Giovanni Reyna kini terjebak dalam perlombaan melawan waktu untuk membuktikan kelayakan fisiknya kepada pelatih Mauricio Pochettino.

Eksistensinya di skuad Piala Dunia 2026 menjadi pertaruhan besar mengingat riwayat cedera panjang yang terus menghantui performa puncaknya.

Dikutip dari ESPN, gol perdana Reyna untuk Borussia Monchengladbach baru-baru ini bukan sekadar angka di papan skor, melainkan sinyal kebangkitan.

Gelandang Manchester City, Rodrigo (kiri) berebut bola lewat sundulan dengan gelandang Borussia Dortmund Giovanni Reyna dalam laga leg pertama babak perempat final Liga Champions 2020/2021 di Etihad Stadium, Rabu (7/4/2021) dini hari WIB. [Paul ELLIS / AFP].
Gelandang Manchester City, Rodrigo (kiri) berebut bola lewat sundulan dengan gelandang Borussia Dortmund Giovanni Reyna dalam laga leg pertama babak perempat final Liga Champions 2020/2021 di Etihad Stadium, Rabu (7/4/2021) dini hari WIB. [Paul ELLIS / AFP].

Meski belum mampu bermain penuh selama 90 menit, ia mengklaim telah melakukan pemulihan intensif selama 24 jam penuh.

"Tentu saja, dengan cedera ini, rasanya menyebalkan dan Anda tidak pernah ingin cedera, tetapi saya mencoba mengambil apa yang saya bisa dari setiap cedera," kata Reyna.

"Saya tidak beruntung dengan cedera tersebut, tetapi saya merasa baik sekarang. Saya melakukan semua yang saya bisa 24 jam sehari untuk tetap bugar dan memberikan segalanya dalam latihan dan pemulihan."

Pelatih Chelsea asal Argentina, Mauricio Pochettino (tengah) berbicara dengan gelandang Chelsea asal Ukraina, Mykhailo Mudryk (kiri) sebelum memasukkannya sebagai pemain pengganti pada pertandingan final Piala Liga Inggris 2023-2024 antara Chelsea vs Liverpool di stadion Wembley, di London, pada 25 Februari. 2024.Adrian DENNIS / AFP.
Pelatih Chelsea asal Argentina, Mauricio Pochettino (tengah) berbicara dengan gelandang Chelsea asal Ukraina, Mykhailo Mudryk (kiri) sebelum memasukkannya sebagai pemain pengganti pada pertandingan final Piala Liga Inggris 2023-2024 antara Chelsea vs Liverpool di stadion Wembley, di London, pada 25 Februari. 2024.Adrian DENNIS / AFP.

Ketegangan meningkat di internal Timnas AS karena Pochettino dikenal sebagai pelatih yang tidak berkompromi soal kesiapan fisik pemain.

Reyna menyadari bahwa reputasi besar tidak akan melindunginya dari pencoretan jika ia gagal menunjukkan konsistensi dalam latihan.

"Saya pikir secara individu akan sangat luar biasa untuk melakukan sesuatu dengan tim nasional; tim ini sangat berarti bagi saya. Saya memiliki momen-momen yang sangat bagus dengan tim ini selama beberapa tahun terakhir, jadi, saya ingin berada di sana, memberikan dampak pada tim. Adalah impian untuk mewakili negara saya di Piala Dunia," tuturnya.

baca juga

"Saya pikir itu ada di pikiran semua orang. Tidak ada tempat yang dijamin atau aman, tapi ya, saya ingin berada di sana. Ini adalah Piala Dunia di negara asal Anda. Anda sering memikirkannya, tetapi saya mencoba untuk tidak membiarkannya menguasai hari saya dan membuat saya terlalu stres, tetapi itu ada di benak saya, seperti yang saya yakin dengan banyak pemain lain."

"Saya ingin berada di sana, saya ingin mewakili negara saya dan memberikan segalanya untuk tim," tambah Reyna menegaskan ambisinya.

Sentimen kegagalan di Qatar 2022 menjadi motivasi tambahan bagi Reyna untuk membawa perubahan signifikan pada turnamen mendatang.

Ia mengakui bahwa kematangan mental tim saat ini jauh lebih baik dibandingkan saat mereka ditumbangkan Belanda di babak 16 besar.

Ketika ditanya apakah dia sudah cukup berbuat untuk masuk ke 26 besar, Reyna menjawab hati-hati.

"Jika saya bilang tidak, saya tidak mendukung diri saya sendiri," katanya. "Dan jika saya bilang ya, itu adalah jawaban sombong di mana saya merasa harus berada di sana. Itu pertanyaan yang sulit dijawab."

"Saya mencintai staf. Saya mencintai para pemain. Saya mencintai tim nasional. Jelas apa pun yang terjadi, terjadilah. Sangat berharap dan ingin berada di sana untuk memberikan dampak dan mencapai sesuatu yang hebat bersama tim, tetapi keputusan ada di luar tangan saya."

Kedekatan emosional dengan Pochettino menjadi modal penting, namun bukan jaminan mutlak untuk mendapatkan posisi starter di Grup D.

Reyna harus membuktikan bahwa ia bukan sekadar pemain pengganti yang hanya tampil impresif dalam durasi waktu singkat.

"Saya rasa secara individu dan kolektif kita semua sangat, sangat muda dan mungkin sedikit kurang berpengalaman saat itu. Kami menghadapi tim Belanda yang sedikit lebih berpengalaman, sedikit lebih baik, sedikit lebih cerdik, dan pada akhirnya, itu hampir terlalu berat bagi kami. Piala Dunia adalah pengalaman yang luar biasa, dan saya belajar banyak dari itu," kenang Reyna soal Qatar.

"Tentu saja, saya ingin bermain lebih banyak di turnamen mendatang ini, tetapi pada saat yang sama, Anda tahu, Anda belajar bahwa Anda hanya mencoba melakukan apa pun yang Anda bisa untuk membantu tim. Adalah impian yang menjadi kenyataan hanya untuk berada di sana. Ini tentang kolektif, ini tentang tim, melakukan apa pun yang kami bisa untuk melakukan sesuatu yang istimewa bagi negara kami."

"Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Mauricio. Saat kami di kamp, dia sangat berinvestasi, sangat komunikatif, sangat terbuka dan jujur tentang apa yang ingin dia lihat dari tim dan dari pemain secara individu. Saya memiliki hubungan yang baik dengannya," tutupnya.

Skuad final Amerika Serikat berisi 26 pemain akan diumumkan secara resmi pada 26 Mei mendatang oleh Mauricio Pochettino.

AS dijadwalkan memulai laga pembuka Grup D melawan Paraguay di SoFi Stadium pada 12 Juni, diikuti laga kontra Australia dan Turki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belum Mulai, Piala Dunia 2026 Amerika Serikat Dijuluki Tuan Rumah Terburuk Sepanjang Masa

Belum Mulai, Piala Dunia 2026 Amerika Serikat Dijuluki Tuan Rumah Terburuk Sepanjang Masa

Bola | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:36 WIB

6 Rekor Gila yang Bisa Dipecahkan Lionel Messi di Piala Dunia 2026

6 Rekor Gila yang Bisa Dipecahkan Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:41 WIB

5 Rekor Bersejarah yang Bisa Dipecahkan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026

5 Rekor Bersejarah yang Bisa Dipecahkan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:24 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×