Duh Persebaya Surabaya Punya Rekor Buruk di Stadion Agus Salim, Bisa Putus?

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:55 WIB
Duh Persebaya Surabaya Punya Rekor Buruk di Stadion Agus Salim, Bisa Putus?
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares (tengah) saat menjawab pertanyaan dari awak media setelah mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Minggu (4/1/2026) malam. [ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin]
baca 10 detik
  • Persebaya mengincar kemenangan perdana di kandang Semen Padang setelah bertahun-tahun selalu gagal.

  • Bernardo Tavares mewaspadai motivasi pemain Semen Padang yang bermain lepas tanpa beban degradasi.

  • Kelelahan fisik akibat perjalanan jauh menjadi kendala utama persiapan teknis skuad Persebaya Surabaya.

Suara.com - Persebaya Surabaya membawa misi besar untuk memutus tren negatif saat bertandang ke markas Semen Padang pada pekan ke-33 Super League. Kemenangan menjadi harga mati bagi Bajul Ijo demi menjaga persaingan di papan atas klasemen Super League.

Bernardo Tavares harus memutar otak guna menjaga kebugaran pemain di tengah jadwal padat dan perjalanan jauh.

Skuad kebanggaan Bonek ini tercatat hanya memiliki waktu singkat untuk melakukan persiapan taktis sebelum laga dimulai.

Pemain muda Persebaya Surabaya, Ichsas Baihaqi. (Dok Persebaya Surabaya)
Pemain muda Persebaya Surabaya, Ichsas Baihaqi. (Dok Persebaya Surabaya)

Meski datang dengan modal empat laga tanpa kebobolan, Persebaya dihantui catatan sejarah yang tidak berpihak pada mereka. Sejarah mencatat bahwa Stadion H. Agus Salim selalu menjadi tempat yang sulit ditaklukkan oleh armada Green Force.

Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (15/5/2026) sore ini menjadi ujian mental bagi para pemain. Tavares berharap anak asuhnya mampu tampil lepas untuk menciptakan sejarah baru di tanah Minang.

“Kami hanya melakukan satu kali latihan di Surabaya sebelum datang ke sini. Kemarin kami melakukan perjalanan dan hanya menjalani latihan pemulihan di hotel karena para pemain seharian berada di perjalanan,” ujar dia.

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, dalam konferensi pers usai laga melawan Bahayangkara. (Dok. Persebaya)
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, dalam konferensi pers usai laga melawan Bahayangkara. (Dok. Persebaya)

Bernardo Tavares menegaskan bahwa status Semen Padang yang sudah terdegradasi justru bisa menjadi ancaman yang nyata. Tim yang bermain tanpa tekanan sering kali tampil lebih eksplosif dan sulit diprediksi secara taktikal di lapangan.

Pelatih asal Portugal tersebut mewaspadai potensi rotasi pemain yang dilakukan oleh tim tuan rumah pada laga ini.

Pemain pelapis Semen Padang diprediksi akan tampil habis-habisan guna membuktikan kualitas mereka kepada tim pelatih.

baca juga

“Jadi saya memperkirakan pertandingan tidak akan mudah, karena bermain di Padang selalu sulit. Hasilnya selalu imbang atau kalah, seperti beberapa tahun lalu saat kalah dari Semen Padang di Piala Indonesia. Jadi kami berharap bisa mengubah sejarah itu,” imbuhnya.

Motivasi tinggi untuk menjaga kehormatan di laga kandang terakhir menjadi faktor krusial bagi kebangkitan Semen Padang.

Persebaya diinstruksikan untuk tidak meremehkan lawan meski tim tuan rumah sedang mengalami tren kekalahan beruntun.

Fokus penuh selama 90 menit menjadi kunci utama bagi Persebaya agar tidak tergelincir di penghujung musim.

Kedisiplinan lini pertahanan yang dipimpin oleh kiper tangguh akan kembali diuji oleh agresivitas lini depan lawan.

“Pertandingan yang paling sulit justru seperti ini, ketika satu tim merasa tidak punya beban. Mungkin pelatih mereka akan memainkan pemain-pemain yang jarang tampil, dan para pemain itu pasti ingin memanfaatkan kesempatan dengan motivasi tinggi di setiap duel,” tutur pelatih asal Portugal itu.

Tavares optimistis anak asuhnya bisa melanjutkan tren positif meskipun kondisi fisik mereka belum berada di level ideal. Ambisi untuk finis di posisi terbaik klasemen menjadi bahan bakar utama bagi seluruh elemen tim saat ini.

Kehadiran sosok kiper Arthur Augusto di kubu lawan juga menjadi perhatian tersendiri bagi lini serang Bajul Ijo. Ketajaman lini depan Persebaya dituntut lebih klinis dalam memanfaatkan setiap peluang sekecil apa pun di area penalti.

“Jadi saya memperkirakan pertandingan akan sulit, dan saya berharap kami bisa bermain bagus serta mendapatkan hasil yang baik,” pungkas Bernardo Tavares.

Sebagai latar belakang, Semen Padang dipastikan turun kasta ke Liga 2 musim depan setelah performa buruk sepanjang kompetisi. Mereka gagal mencetak gol dalam empat laga kandang terakhir, berbanding terbalik dengan Persebaya yang sedang dalam tren clean sheet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Head to Head Semen Padang vs Persebaya Surabaya: Laga Pamit Kabau Sirah

Head to Head Semen Padang vs Persebaya Surabaya: Laga Pamit Kabau Sirah

Bola | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:42 WIB

Ambisi Hattrick Juara Persib: Dedi Kusnandar Siap Jadi 'Tumbal' Taktik Bojan Hodak di Dua Laga Sisa!

Ambisi Hattrick Juara Persib: Dedi Kusnandar Siap Jadi 'Tumbal' Taktik Bojan Hodak di Dua Laga Sisa!

Bola | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:42 WIB

Gagal Promosi Super League, Deltras FC Justru Hattrick Raih Lisensi AFC

Gagal Promosi Super League, Deltras FC Justru Hattrick Raih Lisensi AFC

Bola | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:26 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×