-
Babak 32 besar Piala Dunia 2026 resmi terbentuk setelah berakhirnya seluruh laga fase grup.
-
Pertandingan besar langsung tersaji antara Brasil melawan Jepang serta Portugal menghadapi Kroasia.
-
Juara bertahan Argentina akan menghadapi tantangan dari tim Afrika, Tanjung Verde.
Suara.com - Fase grup Piala Dunia 2026 resmi berakhir dan langsung melahirkan skenario pertempuran hidup mati yang sangat sengit. Sebanyak 32 tim terbaik kini bersiap saling sikat demi mengamankan tiket menuju babak selanjutnya.
Laga pembuka langsung menyajikan duel kelas berat saat raksasa Amerika Latin, Brasil, ditantang oleh kekuatan Asia, Jepang. Pada saat yang sama, tim dinamis Jerman harus melewati hadangan Paraguay jika ingin melaju lebih jauh.
Alur turnamen berpotensi melahirkan laga klasik pada fase berikutnya jika Jerman dan Prancis berhasil menumbangkan lawan mereka masing-masing. Kepastian bagan ini didapat setelah Austria dan Aljazair merebut 2 tiket terakhir dari Grup J.

Sisi bagan lain juga menyajikan tontonan yang tidak kalah menegangkan bagi para pencinta sepak bola. Tim bertabur bintang, Inggris, dijadwalkan meladeni tantangan dari wakil Afrika, RD Kongo.
Sementara itu, sang tuan rumah Amerika Serikat mendapatkan ujian serius untuk membuktikan kelayakan mereka saat bersua Bosnia dan Herzegovina. Kematangan strategi pelatih di fase gugur ini akan langsung diuji secara instan.
Status mentereng Argentina sebagai juara bertahan akan langsung diuji oleh tim kejutan, Tanjung Verde. Sang nakhoda tim tango harus waspada karena fase gugur selalu menghadirkan keajaiban dari tim tidak diunggulkan.
![Brasil menundukkan Skotlandia 3-0 pada pertandingan terakhir Grup C Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Amerika Serikat, Kamis (25/6/2026). [Europa Press Sports/Europa Press/Getty Images]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/25/99673-timnas-brasil.jpg)
Kolombia yang tampil perkasa sebagai penguasa Grup K juga tidak boleh memandang sebelah mata calon lawan mereka, Ghana. Kekuatan fisik dan kecepatan para pemain Afrika berpotensi merepotkan lini pertahanan wakil Amerika Selatan tersebut.
Pertandingan yang paling menyedot perhatian publik global adalah bentrokan antara Portugal melawan Kroasia. Kedua negara Eropa yang sarat pengalaman di kompetisi internasional ini dipaksa saling mengeliminasi terlalu dini.
Spanyol juga harus menunjukkan konsistensi permainan mereka saat dipertemukan dengan kekuatan kolektif Austria. Langkah matador dipastikan tidak akan mudah mengingat sang lawan lolos dengan motivasi tinggi.
Rangkaian pertandingan menegangkan ini akan disiarkan secara langsung dan menemani penonton di tanah air mulai tengah malam. Setiap tim tidak memiliki kesempatan kedua karena kekalahan berarti koper harus segera dikemas.
Jadwal Pertandingan Fase Gugur Piala Dunia 2026
Pertandingan babak gugur ini akan terbagi ke dalam beberapa hari pelaksanaan yang sangat padat. Penonton di Indonesia dapat menyaksikan perjuangan tim favorit mereka sejak dini hari hingga pagi hari.
Berikut merupakan agenda tanding lengkap yang akan berlangsung sepanjang pekan ini:
Selasa, 30 Juni:
Brasil bertanding melawan Jepang pada pukul 00.00 WIB.
Jerman menghadapi tantangan Paraguay pada pukul 03.30 WIB.
Belanda bertempur dengan Maroko pada pukul 08.00 WIB.
Rabu, 1 Juli:
Pantai Gading bersua Norwegia pada pukul 00.00 WIB.
Prancis bertarung melawan Swedia pada pukul 04.00 WIB.
Meksiko berhadapan dengan Ekuador pada pukul 08.00 WIB.
Inggris melawan RD Kongo pada pukul 23.00 WIB.
Kamis, 2 Juli:
Belgia berduel dengan Senegal pada pukul 03.00 WIB.
Amerika Serikat ditantang Bosnia dan Herzegovina pada pukul 07.00 WIB.
Jumat, 3 Juli:
Spanyol berhadapan dengan Austria pada pukul 02.00 WIB.
Portugal bertarung melawan Kroasia pada pukul 06.00 WIB.
Swiss bersua Aljazair pada pukul 10.00 WIB.
Sabtu, 4 Juli:
Australia melawan Mesir pada pukul 01.00 WIB.
Argentina menghadapi Tanjung Verde pada pukul 05.00 WIB.
Kolombia bertanding melawan Ghana pada pukul 08.30 WIB.
Piala Dunia 2026 kali ini mencetak sejarah dengan format baru yang melibatkan lebih banyak negara kontestan. Kondisi tersebut membuat persaingan di fase penyisihan grup menjadi jauh lebih dinamis dan sulit diprediksi.
Banyak tim raksasa tradisional yang dipaksa bersusah payah untuk bisa lolos ke fase knock-out ini. Sebaliknya, negara-negara non-unggulan justru mampu tampil lepas dan menciptakan banyak kejutan besar selama turnamen.
Pertemuan di babak 32 besar ini menjadi indikator awal bagi tim yang benar-benar siap menjadi juara. Konsistensi permainan dan kedalaman skuad akan menjadi kunci utama untuk bertahan di cuaca turnamen yang kompetitif.
