- Timnas Inggris akan menghadapi Meksiko di Stadion Azteca dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 mendatang.
- Pelatih Thomas Tuchel menyatakan mustahil bagi pemain Inggris beradaptasi dengan ketinggian ekstrem stadion dalam waktu singkat.
- Tuchel turut mewaspadai gangguan nonteknis serta tekanan publik tuan rumah yang berpotensi menghambat performa skuad The Three Lions.
Suara.com - Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Meksiko diprediksi akan menghadirkan tantangan besar bagi skuad The Three Lions, terutama dari sisi kondisi fisik.
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, secara terbuka mengakui mustahil bagi anak asuhnya untuk beradaptasi dengan tipisnya oksigen di Stadion Azteca dalam waktu singkat.
Stadion kebanggaan masyarakat Meksiko tersebut berada di ketinggian sekitar 2.240 meter di atas permukaan laut, jauh berbeda dengan markas latihan Inggris di Kansas City.
"Bermain melawan Meksiko di Azteca akan menghadirkan banyak sekali rintangan yang menunggu kami," ujar Thomas Tuchel dikutip dari ESPN, Kamis (2/7/2026).
![Harry Kane resmi melampaui rekor gol Pelé di Piala Dunia usai mencetak dua gol saat Inggris mengalahkan RD Kongo 2-1 dan lolos ke babak 16 besar. [Dok. FIFA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/02/86509-harry-kane-timnas-inggris.jpg)
Tuchel menilai faktor geografis tersebut menjadi keuntungan besar bagi tim tuan rumah yang telah memainkan seluruh pertandingan fase grup di stadion yang sama.
Pelatih asal Jerman itu menegaskan, secara medis tubuh atlet tidak mungkin beradaptasi dengan kondisi ketinggian hanya dalam waktu empat hari.
"Bahkan ketinggian tersebut akan menjadi kerugian besar, karena kita tidak bisa beradaptasi secara fisik dengannya dalam empat hari, itu mustahil," tambah Tuchel.
Tuchel Waspadai Faktor Nonteknis

Inggris baru saja memastikan tiket ke babak 16 besar setelah menang dramatis 2-1 atas Republik Demokratik Kongo berkat dua gol Harry Kane.
Kemenangan tersebut juga membuat Kane mengoleksi 13 gol di putaran final Piala Dunia, sekaligus melampaui catatan legenda Brasil, Pelé.
Selain persoalan oksigen, Tuchel juga mewaspadai faktor nonteknis yang berpotensi mengganggu persiapan timnya.
Ia berkaca pada pengalaman Timnas Ekuador yang disebut sempat terganggu oleh pesta kembang api di sekitar hotel menjelang pertandingan.
"Saya tidak yakin apakah perjalanan akan lancar, apakah tidur akan nyenyak, atau jika ada suara bising di luar hotel," tutur Tuchel.
Meski demikian, mantan pelatih Chelsea itu tetap berusaha menjaga mental para pemain agar siap menghadapi tekanan dari publik tuan rumah.
Inggris Andalkan Persiapan Fisik
Tuchel mengungkapkan bahwa skuad Inggris telah menjalani pemusatan latihan di Florida sebelum turnamen dimulai untuk membiasakan diri dengan suhu panas dan kelembapan tinggi.
"Kami datang sangat awal ke Amerika Serikat dan melakukan latihan panas yang baik ke dalam tubuh kami," jelas Tuchel.
Menurutnya, cuaca panas dan lembap bukan lagi persoalan bagi para pemain Inggris karena telah dipersiapkan sejak awal turnamen.
Namun, ia menegaskan bahwa tantangan bermain di dataran tinggi merupakan persoalan berbeda yang membutuhkan waktu adaptasi lebih lama.
"Hanya ada tiga hari di antara pertandingan ini, secara fisik tidak mungkin beradaptasi dengan ketinggian yang cukup tinggi itu," tegas Tuchel.
Pemenang laga Inggris kontra Meksiko nantinya akan menghadapi pemenang duel Brasil melawan Norwegia di babak perempat final Piala Dunia 2026.
Skuad The Three Lions dijadwalkan terbang ke Mexico City pada Jumat sore waktu setempat untuk mulai beradaptasi dengan atmosfer Stadion Azteca.
