- Timnas Belgia mengalahkan Senegal 3-2 di Seattle Stadium pada Kamis, 2 Juli 2026 dalam babak 32 besar.
- Youri Tielemans mencetak rekor gol paling telat dalam sejarah Piala Dunia melalui penalti di menit 124.
- Belgia berhasil melaju ke babak 16 besar setelah membalikkan ketertinggalan dua gol atas Senegal di waktu normal.
Suara.com - Timnas Belgia mengukir sejarah setelah melakukan comeback dramatis saat menghadapi Senegal pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Bermain di Seattle Stadium, Kamis (2/7/2026) dini hari WIB, skuad berjuluk Setan Merah bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk meraih kemenangan 3-2.
Pertandingan berlangsung penuh drama. Belgia berada di ambang eliminasi hingga menit-menit akhir waktu normal sebelum akhirnya membalikkan keadaan lewat babak perpanjangan waktu.
![Belgia menang dramatis 3-2 atas Senegal di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Penalti Youri Tielemans pada menit 120+5 memastikan De Rode Duivels lolos ke 16 besar. [Dok. FIFA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/02/88073-belgia-menang-dramatis-3-2-atas-senegal-di-babak-32-besar-piala-dunia-2026-youri-tielemans.jpg)
Berdasarkan data statistik resmi Opta, terdapat tiga fakta menarik yang mengiringi kemenangan heroik Youri Tielemans dan kawan-kawan menuju babak 16 besar.
1. Rekor Gol Paling Telat dalam Sejarah Piala Dunia
Youri Tielemans mencatatkan namanya sebagai pencetak gol paling telat dalam sejarah putaran final Piala Dunia putra.
Gelandang Aston Villa itu mencetak gol penentu melalui tendangan penalti pada menit 124 menit 44 detik di babak perpanjangan waktu.
Gol tersebut lahir setelah wasit meninjau pelanggaran Lamine Camara terhadap Tielemans melalui Video Assistant Referee (VAR).
Tielemans menjalankan tugasnya dengan sempurna dan memastikan Belgia menang 3-2 tanpa harus melalui adu penalti.
Catatan tersebut menjadi rekor baru untuk gol paling akhir yang pernah tercipta dalam sejarah Piala Dunia.
2. Comeback Bersejarah Belgia
Belgia menunjukkan mentalitas luar biasa setelah tertinggal 0-2 hingga menit ke-85.
Menurut Opta, ini menjadi momen paling akhir sebuah tim tertinggal dua gol atau lebih tetapi tetap mampu menghindari kekalahan dalam waktu normal di Piala Dunia.
Kebangkitan Belgia dimulai lewat gol Romelu Lukaku pada menit ke-86.
Tiga menit berselang, Tielemans menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui sundulan yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Senegal.
