-
Swiss bersiap menghadapi Aljazair pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Vancouver.
-
Laga ini menjadi momen reuni emosional bagi pelatih Aljazair yang merupakan mantan arsitek Swiss.
-
Swiss mengandalkan kolektivitas tim, sementara Aljazair bertumpu pada serangan balik lewat sektor sayap.
Suara.com - Babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion BC Place, Vancouver, mempertemukan Swiss dan Aljazair dalam laga hidup-mati. Pertandingan ini menjadi sangat menarik karena sarat akan bumbu sejarah dan adu strategi yang intens.
Kedua tim membawa modal dan ambisi besar untuk mengamankan tiket menuju babak 16 besar.
Berikut adalah 3 fakta penting yang melatari bentrokan sengit antara wakil Eropa dan Afrika ini.
![Ilustrasi timnas Aljazair. Desain kostum Timnas Aljazair diprotes Maroko karena dituding mencuri warisan budaya. [ANTARA/AFP/DANIEL BELOUMOU OLOMO]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/09/30/82679-ilustrasi-timnas-aljazair.jpg)
1. Reuni Emosional Sang Mantan
Pertandingan ini bakal menguras emosi bagi pelatih Aljazair saat ini, Vladimir Petkovic. Juru taktik tersebut merupakan sosok yang membangun fondasi kekuatan utama generasi emas skuad Swiss.
Petkovic tercatat pernah menakhodai armada La Nati dalam rentang waktu yang cukup lama, yakni periode 2014-2021.
Di bawah arahannya, Granit Xhaka dan kolega bahkan sukses menembus babak perempat final Euro 2020.
2. Ketangguhan Taktik Murat Yakin

Murat Yakin datang ke fase gugur ini dengan membawa kepercayaan diri yang sangat tinggi. Skuad asuhannya berhasil melaju dari penyisihan grup tanpa menelan satu pun kekalahan.
Gaya main solid serta skema serangan balik cepat menjadi andalan utama Yakin sejauh ini.
Kombinasi pemain senior yang kenyang pengalaman di liga elite Eropa membuat mereka sangat diunggulkan.
3. Ancaman Sayap Kilat Aljazair
Aljazair lolos ke babak 32 besar setelah melalui perjuangan yang sangat dramatis di grup. Meski menorehkan masing-masing 1 kemenangan, seri, dan kalah, daya juang mereka tidak bisa diremehkan.
Senjata utama mereka terletak pada kecepatan operasi sektor sayap yang dihuni pemain lincah.
Kehadiran sosok kreatif seperti Riyad Mahrez diprediksi menjadi pembeda yang merepotkan pertahanan lawan.
Menilik rekor masa lalu, tim nasional Swiss memang mempunyai pencapaian yang lebih mentereng. Mereka tercatat sudah 3 kali menembus babak perempat final pada edisi 1934, 1938, dan 1954.
Di sisi lain, prestasi tertinggi Aljazair baru mencapai babak 16 besar pada Piala Dunia 2014.
Pertemuan kedua negara dalam laga uji coba sebelumnya juga menunjukkan kekuatan yang relatif berimbang.
