- Manu Litwi, bocah delapan tahun asal Argentina, viral setelah membacakan surat kekaguman untuk idolanya, Lionel Messi.
- Sebuah brand memberikan hadiah perjalanan ke Piala Dunia 2026 bagi Manu dan keluarga untuk menonton pertandingan Argentina.
- Kejutan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas ketulusan Manu yang menjadikan sosok Lionel Messi sebagai inspirasi cita-citanya.
Suara.com - Kisah haru datang dari Argentina, ketika seorang bocah berusia delapan tahun, Manu Litwi, mendadak viral setelah menulis surat menyentuh untuk Lionel Messi.
Tak disangka, surat itu mengubah hidupnya dengan hadiah perjalanan ke Piala Dunia 2026.
Manu, yang bermain di akademi Argentinos Juniors, awalnya membacakan surat tersebut dalam sebuah program televisi.
Manu menyampaikan kekagumannya kepada sang idola dengan tulus di hadapan publik.
“Dear Leo, aku menulis surat ini karena tahu hari ini ulang tahunmu. Aku tidak ingin hari ini berlalu tanpa mengatakan betapa berarti dirimu bagiku,” ucap Manu dalam pesannya seperti dikutp dari TycSport.
Ia tidak hanya memuji kemampuan Lionel Messi di lapangan, tetapi juga kepribadiannya.
“Saat aku melihatmu bermain, rasanya seperti kamu dan bola itu satu. Tapi yang paling aku suka adalah siapa dirimu, kamu selalu membantu rekan setim dan tidak pernah menyerah,” lanjutnya.
Video tersebut langsung menyebar luas di media sosial dan menarik perhatian publik.
Sebuah brand Argentina yang menjadi mitra komersial Messi kemudian memutuskan untuk mewujudkan mimpi Manu.
Melalui sebuah kejutan, Manu dan keluarganya diundang untuk terbang ke Amerika Serikat dan menyaksikan langsung Piala Dunia 2026.
Manu dijadwalkan menonton laga Argentina melawan Cabo Verde pada babak awal fase gugur.
“Apa yang kamu mulai hari ini tidak akan kamu jalani sendirian. Kami ingin membantumu menulis bab berikutnya,” demikian isi undangan yang dibacakan kepada Manu.
Dalam suratnya, bocah tersebut juga mengungkap mimpinya menjadi pesepak bola profesional.
Ia mengaku selalu membayangkan Lionel Messi sebagai inspirasi utama dalam meraih cita-citanya.
“Setiap malam sebelum tidur, aku selalu punya mimpi yang sama. Dan kamu selalu ada di sana, karena kamu bukti bahwa mimpi bisa jadi nyata,” katanya.
