- Timnas Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti 4-5 melawan Paraguay di fase krusial.
- Oliver Kahn menyebut kegagalan disebabkan oleh krisis mental dan minimnya tanggung jawab dari para pemain senior lapangan.
- Kahn menegaskan masalah struktural pembinaan pemain muda di Jerman menjadi akar penyebab lemahnya karakter juara tim nasional.
Suara.com - Legenda sepak bola Jerman, Oliver Kahn, melontarkan kritik keras usai tersingkirnya timnas Jerman dari Piala Dunia 2026.
Oliver Kahn menilai kekalahan dari Paraguay bukan semata kesalahan pelatih, melainkan akibat krisis mental dan kepemimpinan pemain.
Jerman tersingkir lewat adu penalti 4-5 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
Kekalahan ini menjadi sejarah kelam karena untuk pertama kalinya Die Mannschaft tumbang dalam adu penalti di Piala Dunia.
Kahn menyoroti momen krusial saat kapten Joshua Kimmich terlihat mencari eksekutor penalti tambahan.
“Tim elite tidak mencari sukarelawan di momen seperti itu. Mereka punya pemain yang menuntut bola,” tulis Kahn dalam analisanya.
![Kritik Pedas Toni Kroos: Skuad Jerman Kosong Kualitas, Tak Punya Pembeda di Piala Dunia [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/02/43867-timnas-jerman.jpg)
Kahn juga menyinggung sikap sejumlah pemain senior yang enggan mengambil tanggung jawab.
Menurutnya, hal itu mencerminkan lemahnya mentalitas dalam skuad saat menghadapi tekanan besar.
“Jerman tidak kekurangan talenta. Tim ini punya pemain luar biasa. Yang kurang adalah keberanian untuk mengambil tanggung jawab di momen penentuan,” tegas mantan kiper Bayern Munich tersebut.
Kahn menolak menyalahkan pelatih, dengan menyebut kegagalan sudah terjadi di era Joachim Low, Hansi Flick, hingga Julian Nagelsmann. Ia menilai masalah utama justru lebih dalam dan bersifat struktural.
“Jika tiga pelatih dengan gaya berbeda gagal di titik yang sama, maka penyebabnya jauh lebih mendalam,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kahn mengkritik sistem pembinaan pemain muda di Jerman yang dinilai kurang membentuk karakter tangguh.
Kahn menegaskan bahwa mental juara dibangun sejak dini, bukan muncul tiba-tiba di level tim nasional.
“Talenta membawa Anda ke Piala Dunia. Tanggung jawab menentukan seberapa lama Anda bertahan di sana,” tulis Kahn.
