-
Mohamed Salah dipastikan pulih dari cedera hamstring menjelang laga melawan Australia.
-
Pelatih Mesir belum memutuskan apakah Salah akan turun sebagai pemain utama.
-
Mesir mengincar kemenangan perdana di babak gugur sepanjang sejarah Piala Dunia.
Suara.com - Timnas Mesir mendapatkan angin segar setelah penyerang andalan mereka Mohamed Salah dipastikan pulih dari cedera hamstring. Pemain bintang berusia 34 tahun tersebut siap diturunkan dalam laga krusial babak 32 besar melawan Australia.
Kehadiran Salah menjadi kartu as bagi skuad The Pharaohs yang sedang memburu kemenangan perdana mereka di fase gugur Piala Dunia 2026. Namun, tim pelatih tidak ingin terburu-buru memaksakan sang kapten bermain penuh sejak menit awal.
Arsitek Mesir, Hossam Hassan, masih menimbang opsi terbaik untuk memaksimalkan daya gedor Salah tanpa memperparah kondisi fisiknya. Keputusan akhir mengenai posisi starter sang megabintang akan ditentukan sesaat sebelum laga di AT&T Stadium dimulai.

Salah sebelumnya terpaksa ditarik keluar pada menit ke-57 saat Mesir bermain imbang 1-1 kontra Iran minggu lalu. Setelah menjalani program rehabilitasi intensif, legenda Liverpool ini sudah kembali berlatih normal sejak Rabu kemarin.
Hossam Hassan membeberkan proses pemulihan pemain kuncinya tersebut dalam sesi konferensi pers sebelum pertandingan.
"Melawan Iran, kami mengetahui bahwa dia mengalami ketegangan hamstring pada babak kedua pertandingan dan meminta untuk diganti," ujar sang pelatih melalui penerjemah FIFA, dikutip dari ESPN.
"Departemen medis kami yang sangat istimewa menangani hal itu, dan kami mencoba memperkenalkannya pada pelatihan tim parsial sejak kemarin saja," tambah Hassan.
Hassan juga memuji dedikasi tinggi yang ditunjukkan oleh penyerang sayap berumur 34 tahun tersebut selama masa pemulihan.
"Tapi Salah adalah pemain yang penuh gairah; dia sangat berharap bisa memberikan kontribusinya sendiri bersama rekan satu timnya besok," tuturnya.
Meski demikian, jajaran kepelatihan menegaskan tidak akan mengambil langkah ceroboh yang dapat merugikan karier sang pemain.
"Tapi tentu saja, saya tidak akan mengambil risiko apa pun kecuali saya yakin bahwa dia 100 persen yakin akan fakta bahwa dia fit dan menggebu-gebu untuk tampil besok," tegas Hassan.
Hassan menutup penjelasannya dengan menyatakan bahwa status Salah dalam daftar susunan pemain utama masih menjadi teka-teki.
"Kami berharap dia bermain besok, meskipun tidak yakin apakah dia akan masuk dalam daftar susunan pemain awal," katanya.
Di kubu lawan, pelatih Australia Tony Popovich mengaku tidak terkejut dengan kabar pulihnya sang pemain dan telah menyiapkan rencana antisipasi. Skuad Socceroos tetap waspada dan mengantisipasi segala kemungkinan taktik yang akan diterapkan Mesir.
"Ya, kami bersiap untuk Mohamed Salah bermain," ucap Popovich pada hari Kamis.
"Kami telah melihat ketika dia tidak berada di lapangan, para pemain yang berada di posisi tempat dia bermain, jadi kami bersiap untuk kedua skenario, dan sampai jumpa besok."
Selain fokus pada Salah, Mesir harus kehilangan bek kiri Ahmed Fatouh akibat robek hamstring dan gelandang Mohanad Lasheen yang terkena akumulasi kartu. Sebagai gantinya, penyerang Manchester City Omar Marmoush diprediksi tampil sejak awal untuk mengisi kekosongan lini serang.
Media Mesir juga menyoroti keunggulan fisik lini pertahanan Australia yang dihuni pemain bertinggi badan di atas 190 sentimeter seperti Alessandro Circati dan Harry Souttar. Hassan menanggapi kekhawatiran tersebut dengan santai dan penuh percaya diri.
"Kami akan baik-baik saja," kata sang pelatih dengan kecut.
"Kita tidak sedang bermain rugbi di sini, kita sedang bermain sepak bola."
Laga ini menjadi momentum besar bagi Mesir untuk mengukir sejarah baru di kancah sepak bola dunia setelah sekian lama. Skuad Afrika ini baru saja memecahkan rekor kemenangan pertama mereka saat menumbangkan Selandia Baru dengan skor 3-1 di fase grup.
