Pelatih Kroasia Semprot VAR Usai Disingkirkan Portugal di Piala Dunia 2026

Ronald Seger Prabowo, Adie Prasetyo Nugraha

Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:45 WIB
Pelatih Kroasia Semprot VAR Usai Disingkirkan Portugal di Piala Dunia 2026
Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic semprot VAR usai disingkirkan Portugal. [Antara]
baca 10 detik
  • Portugal mengalahkan Kroasia 2-1 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah gol Gvardiol dianulir wasit.
  • VAR membatalkan gol Kroasia karena teknologi bola berchip mendeteksi posisi offside saat terjadi sentuhan pemain.
  • Pelatih Kroasia mengkritik teknologi tersebut karena dianggap mematikan emosi, namun pelatih Portugal mendukung akurasi datanya.

Suara.com - Kekalahan Kroasia dari Portugal pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 menyisakan kontroversi.

Tim asuhan Zlatko Dalic sebenarnya sempat membobol gawang Portugal pada menit-menit akhir dan nyaris memaksakan pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.

Namun harapan tersebut pupus setelah Video Assistant Referee (VAR) menganulir gol Josko Gvardiol akibat pelanggaran offside yang terdeteksi melalui teknologi bola berchip atau connected ball.

Dalam proses gol tersebut, sistem mendeteksi adanya sentuhan Igor Matanovic ketika Mario Pasalic sudah berada dalam posisi offside.

Berdasarkan data dari chip yang tertanam di dalam bola, gol akhirnya dibatalkan dan Portugal memastikan kemenangan 2-1 sekaligus melaju ke babak 16 besar.

Portugal berhasil melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Kroasia.(FIFA)
Portugal berhasil melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Kroasia.(FIFA)

Keputusan itu membuat pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, melontarkan kritik terhadap penggunaan teknologi VAR.

Menurutnya, meski membantu wasit mengambil keputusan, teknologi justru menghilangkan esensi dan emosi yang selama ini menjadi daya tarik sepak bola.

"Anda dapat melihat sejauh mana emosi benar-benar telah dimatikan. Keputusan-keputusan seperti ini membawa Anda mundur dan menghilangkan kegembiraan dari sepak bola," kata Dalic dikutip dari Reuters.

"Saya tidak mengatakan VAR tidak bisa membantu. Namun, itu membunuh emosi, membunuh apa yang Anda rasakan di lapangan, dan tidak mudah menerima semua ini," ujar Dalic.

baca juga

Teknologi ini memang menjadi salah satu inovasi utama sepanjang Piala Dunia 2026.

Sistem ini mampu mendeteksi sentuhan bola secara sangat presisi sehingga membantu VAR dalam menentukan keputusan, khususnya untuk situasi offside.

Sebelumnya, teknologi serupa juga menjadi sorotan pada fase grup. Saat itu gol pemain Swedia, Mattias Svanberg, ke gawang Tunisia sempat dianulir karena offside.

Setelah ditinjau VAR menggunakan data dari bola berchip, gol tersebut akhirnya disahkan karena terdeteksi adanya sentuhan tipis dari Alexander Isak yang mengubah situasi permainan.

Sementara itu, pelatih Portugal Roberto Martinez memiliki pandangan yang bertolak belakang dengan Dalic. Ia menilai keputusan VAR sepenuhnya benar karena didasarkan pada bukti teknologi yang objektif.

"Pesannya sangat jelas. Bola sekarang memiliki chip dan datanya sangat akurat, itulah mengapa VAR turun tangan," ujar Martinez.

"Tidak ada penilaian subjektif. Chip pada bola menunjukkan adanya sentuhan dari Matanovic dan pada saat itu Pasalic berada dalam posisi offside."

Martinez memahami kekecewaan yang dirasakan Kroasia, tetapi ia menegaskan tidak ada kesalahan dalam proses pengambilan keputusan tersebut.

"Sangat disayangkan ada tim yang harus kalah hari ini. Namun tidak ada keputusan yang buruk atau tidak beruntung. Semuanya jelas dan teknologi membantu membuat keputusan yang benar," kata Martinez.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertemuan Rahasia dengan DFB, Julian Nagelsmann Siap Mundur dari Timnas Jerman

Pertemuan Rahasia dengan DFB, Julian Nagelsmann Siap Mundur dari Timnas Jerman

Bola | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:18 WIB

Tersingkir di Piala Dunia 2026, Riyad Mahrez Nyatakan Pensiun dari Timnas Aljazair?

Tersingkir di Piala Dunia 2026, Riyad Mahrez Nyatakan Pensiun dari Timnas Aljazair?

Bola | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:18 WIB

Lagi-lagi, Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Menterang di Timnas Portugal

Lagi-lagi, Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Menterang di Timnas Portugal

Bola | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:08 WIB

Terkini

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:48 WIB

Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas

Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI

Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:32 WIB

KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya

KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:26 WIB

×