-
PSSI menargetkan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 dengan memanggil seluruh pemain terbaiknya.
-
Status kalender resmi FIFA memastikan klub wajib melepas para pemain keturunan di Eropa.
-
Pelatih Vietnam Kim Sang-sik menjadikan kekuatan baru Timnas Indonesia sebagai bahan evaluasi tim.
Suara.com - Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 ternyata belum membuat para pesaingnya seperti Vietnam was-was. Ini karena ada FIFA ASEAN Cup 2026 di mana skuad Garuda diyakini turun dengan kekuatan terbaiknya.
Turnamen tersebut menjadi kesempatan bagi Timnas Indonesia untuk bangkit setelah gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026.
Sejumlah pemain naturalisasi yang sebelumnya absen diprediksi kembali memperkuat tim asuhan John Herdman. Kehadiran mereka diyakini dapat membuat kekuatan Indonesia berbeda dibandingkan saat tampil di Piala AFF 2026.

PSSI sudah memasang target tinggi dengan membidik gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi sebelumnya memastikan pemain-pemain terbaik Indonesia akan mendapatkan kesempatan memperkuat tim nasional.
Momentum tersebut semakin penting karena FIFA ASEAN Cup masuk dalam kalender FIFA. Artinya, klub memiliki kewajiban untuk melepas pemain yang mendapatkan panggilan dari tim nasional.
Nama-nama seperti Maarten Paes, Emil Audero, Elkan Baggott, Justin Hubner, Calvin Verdonk, Kevin Diks, Jay Idzes, Mathew Baker, hingga Dean James berpeluang kembali memperkuat Timnas Indonesia.
Jika seluruh pemain tersebut bisa bergabung, wajah Skuad Garuda tentu akan berbeda. Kekuatan Indonesia pun diprediksi meningkat, terutama dari sisi pengalaman dan kualitas pemain yang berkarier di kompetisi Eropa.
Potensi tersebut rupanya ikut menarik perhatian media Vietnam, Soha.vn. Media tersebut menilai keberadaan pemain naturalisasi telah memberikan perubahan besar terhadap kualitas Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Timnas Indonesia sebelumnya mampu menembus babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dalam perjalanan tersebut, Skuad Garuda berhasil mengalahkan China, Bahrain, dan Arab Saudi serta menahan imbang Australia.
Perkembangan Timnas Indonesia juga terlihat dari hasil pertandingan internasional lainnya. Pada laga persahabatan Juni 2026, Indonesia bahkan berhasil mengalahkan Oman dengan skor telak 3-0.
Rangkaian hasil tersebut membuat Indonesia mulai dipandang sebagai salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan di Asia, khususnya kawasan Asia Tenggara.
"Bisa dibilang, masuknya pemain naturalisasi telah memberikan dorongan besar bagi tim nasional Indonesia. Kini, tim dari kepulauan ini mampu bersaing setara dengan banyak tim di peringkat 15 besar Asia. Mereka juga siap menantang tim-tim di peringkat 5 besar," tulis Soha.vn.
Media Vietnam tersebut juga menyoroti latar belakang para pemain keturunan Indonesia. Banyak di antara mereka yang memiliki pengalaman bermain di Belanda maupun kompetisi Eropa lainnya.
Pengalaman tersebut dinilai ikut membawa karakter sepak bola Eropa ke dalam permainan Timnas Indonesia. Soha.vn menilai Skuad Garuda mampu memainkan sirkulasi bola dengan cepat sekaligus mengembangkan permainan menyerang yang sederhana tetapi efektif.
Selain kualitas teknis, postur pemain naturalisasi juga disebut menjadi keunggulan Indonesia. Faktor tersebut dianggap bisa memberikan keuntungan ketika Skuad Garuda berhadapan dengan tim-tim Asia, termasuk para rival di Asia Tenggara.
Kekuatan Indonesia yang berpotensi lebih lengkap di FIFA ASEAN Cup 2026 ternyata tidak hanya menjadi perhatian publik Indonesia. Vietnam juga melihat turnamen tersebut sebagai kesempatan bagi Kim Sang-sik untuk mengukur perkembangan rival-rivalnya.
Pelatih Timnas Vietnam itu dinilai bisa menjadikan Indonesia sebagai salah satu tolok ukur dalam menyusun strategi jangka panjang.
Terlebih, Vietnam juga memiliki ambisi besar untuk mempersiapkan diri menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030.
"Keikutsertaan tim Indonesia yang kuat di Piala ASEAN FIFA akan membantu pelatih Kim Sang-sik menilai kekuatan relatif tim-tim yang bertanding," tulis Soha.vn.
"Dari situ, ia akan memiliki referensi yang lebih akurat saat mengembangkan rencana jangka panjang untuk tim nasional Vietnam yang menargetkan kualifikasi Piala Dunia 2030. Setiap aspek, mulai dari personel hingga sistem taktik, mungkin memerlukan penyesuaian," lanjutnya.
Dengan kata lain, kehadiran Timnas Indonesia dengan kekuatan terbaik justru bisa menjadi bahan pembelajaran bagi Vietnam.
Kim Sang-sik dapat melihat secara langsung sejauh mana perkembangan Skuad Garuda dan mencari formula untuk menghadapi para rivalnya.
Skenario yang paling menarik tentu apabila Indonesia dan Vietnam kembali bertemu di FIFA ASEAN Cup 2026. Duel tersebut berpotensi menjadi ujian tersendiri bagi Kim Sang-sik jika Indonesia benar-benar datang dengan skuad yang lebih lengkap.
Kembalinya pemain seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, Kevin Diks, Justin Hubner, Maarten Paes dan sejumlah pemain naturalisasi lainnya berpotensi mengubah peta kekuatan Indonesia.
Situasi tersebut membuat Vietnam harus mempersiapkan strategi secara lebih matang. Kim Sang-sik dituntut mampu memaksimalkan seluruh pemain yang dimilikinya apabila kembali berhadapan dengan Skuad Garuda.
Bagi Vietnam, pertandingan melawan Timnas Indonesia nantinya bukan hanya soal mencari kemenangan. Duel tersebut juga dapat menjadi bahan evaluasi penting bagi Kim Sang-sik dalam membangun tim yang diproyeksikan memiliki target besar menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030.