- Wasit asal Tajikistan, Nasrullo Kabirov, ditunjuk FIFA untuk memimpin laga Timnas Indonesia versus Bangladesh pada 1 Oktober 2026.
- Kabirov sebelumnya pernah memimpin laga saat Indonesia mengalahkan Kuwait dengan skor 2-1 pada 8 Juni 2022 di Kuwait.
- Ia juga pernah memimpin laga kontroversial Piala Asia U-23 2024 yang memicu protes resmi dari PSSI kepada AFC.
Suara.com - Partai hidup mati Timnas Indonesia melawan Bangladesh harus dipimpin oleh wasit cukup kontroversial.
Wasit asal Tajikistan, Nasrullo Kabirov ditunjuk FIFA jadi pengadil laga Timnas Indonesia vs Bangladesh pada match terakhir grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Kamis 1 Oktober 2026 di SUGBK.
Nama wasit Kabirov sudah tak asing bagi pecinta sepak bola Indonesia.
Salah satu yang paling diingat adalah laga Qatar U-23 vs Indonesia U-23 pada Piala Asia U-23 2024.
Dalam pertandingan tersebut, sejumlah keputusan Kabirov menjadi sorotan dan memicu protes dari kubu Indonesia.
PSSI bahkan mengajukan protes resmi kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) setelah pertandingan.

Pernah Bawa Indonesia Menang atas Kuwait
Kabirov sebenarnya bukan sosok yang selalu menghadirkan hasil buruk bagi Indonesia.
Pada 8 Juni 2022, ia memimpin pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2023 antara Kuwait dan Indonesia di Jaber Al-Ahmad International Stadium.
Indonesia yang ketika itu masih ditangani Shin Tae-yong berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Kuwait.
Kabirov tercatat sebagai wasit utama dalam pertandingan tersebut.
Kontroversi Besar Qatar U-23 vs Indonesia U-23
Kabirov ditunjuk sebagai wasit dalam pertandingan pembuka Grup A Piala Asia U-23 2024 antara Qatar U-23 dan Indonesia U-23 pada 15 April 2024.
Indonesia akhirnya kalah 0-2. Namun, hasil pertandingan bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian karena sejumlah keputusan wasit memicu perdebatan di kubu Garuda Muda.
Salah satunya terjadi ketika Kabirov memberikan penalti kepada Qatar setelah mendapat intervensi dari VAR.
Keputusan tersebut membuat Qatar memiliki peluang untuk membuka keunggulan dan kemudian Khaled Ali berhasil mencetak gol dari titik putih pada masa injury time babak pertama.
Ivar Jenner Mendapat Kartu Merah
Sorotan berikutnya datang pada awal babak kedua ketika Ivar Jenner menerima kartu kuning kedua.
Jenner sebelumnya telah mendapat kartu kuning pada menit ke-14.
Pada babak kedua, ia kembali dihukum kartu kuning oleh Kabirov setelah dinilai melakukan pelanggaran terhadap pemain Qatar.
Kartu kuning kedua tersebut membuat Jenner harus meninggalkan lapangan. Indonesia pun terpaksa bermain dengan 10 pemain dalam kondisi tertinggal.
Keputusan tersebut kemudian dipertanyakan oleh pelatih Shin Tae-yong.
Kartu kuning, termasuk kartu kuning kedua, juga bukan jenis keputusan yang dapat ditinjau ulang melalui VAR.
Ramadhan Sananta Juga Diusir
Drama kembali terjadi pada penghujung pertandingan. Ramadhan Sananta yang sebelumnya mendapat kartu kuning kemudian menerima kartu merah setelah Kabirov melakukan peninjauan melalui VAR.
Keputusan itu membuat Indonesia harus menyelesaikan pertandingan dengan hanya sembilan pemain.
Situasi tersebut semakin memperbesar sorotan terhadap kepemimpinan Kabirov.
Shin Tae-yong bahkan melontarkan kritik keras setelah pertandingan.
Ia menyebut sejumlah keputusan dalam pertandingan tersebut berlebihan dan tidak mencerminkan pertandingan sepak bola yang seharusnya.
“Kalau kalian melihatnya, itu bukan pertandingan sepak bola, ini sebuah pertunjukan komedi dan sangat berlebihan,” ujar Shin Tae-yong setelah laga.
PSSI Ajukan Protes Resmi
Kontroversi tersebut kemudian berlanjut di luar lapangan.
PSSI secara resmi mengirimkan protes kepada AFC terkait kepemimpinan pertandingan Qatar U-23 vs Indonesia U-23.
Manajer Timnas U-23 saat itu, Endri Erawan, mengonfirmasi bahwa PSSI menyampaikan keberatan terhadap sejumlah keputusan perangkat pertandingan.
PSSI juga menyoroti keputusan wasit utama Kabirov dan wasit VAR Sivakorn Pu-Udom.
“Setelah pertandingan, mewakili tim kami resmi protes kepada AFC terkait keputusan-keputusan mereka,” kata Endri Erawan.