-
Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 usai membantai Bangladesh dengan skor 9-2.
-
John Herdman mengungkapkan simulasi latihan cepat menjadi kunci efektivitas gol skuad Garuda.
-
Indonesia akan menghadapi Thailand pada laga final di SUGBK, Senin mendatang.
Suara.com - Timnas Indonesia sukses mengamankan tiket final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menggilas Bangladesh dengan skor telak 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis. Ketajaman lini serang skuad Garuda terbukti lewat rentetan gol cepat yang tercipta sepanjang pertandingan.
Pendekatan intensitas tinggi serta penguasaan ritme permainan menjadi kunci utama di balik efektivitas serangan anak-asuh John Herdman. Dua gol penutup yang lahir secara beruntun pada masa perpanjangan waktu mempertegas dominasi tuan rumah hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan besar ini memicu euforia pendukung sekaligus membuktikan peningkatan kualitas penyelesaian akhir para pemain. Strategi latihan khusus yang berfokus pada efisiensi peluang menjadi rahasia utama keganasan lini depan Indonesia.
![Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberikan arahan kepada anak didiknya saat melawan Timnas Bangladesh dalam pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/bay/wsj]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/02/58795-fifa-asean-cup-2026-timnas-indonesia-vs-bangladesh-john-herdman.jpg)
John Herdman mengungkapkan bagaimana ketajaman timnya dibentuk melalui simulasi tekanan tinggi saat sesi latihan.
"Kemarin dalam latihan, kami melakukan sebuah latihan dan saya bertanya kepada mereka, 'Berapa banyak gol yang bisa kita cetak dalam 30 detik?'," kata Herdman dalam jumpa pers di SUGBK, Kamis.
"Mereka menjawab tiga. Saya bilang, 'tidak mungkin', ternyata kami mencetak tiga gol dalam 37 detik. Mereka percaya," kata dia.
Mentalitas pantang menyerah langsung terlihat saat Indonesia merespons gol balasan Bangladesh dalam waktu singkat.
Satu menit setelah gawang tuan rumah bobol pada menit ke-36, barisan depan Garuda langsung membalas untuk menjauhkan keunggulan.
Kematangan mental tersebut membuat daya gedor tim tetap terjaga meski situasi di lapangan bergerak dinamis.
Perubahan papan waktu tambahan pada akhir babak kedua sempat memicu kebingungan di antara para pemain di lapangan.
Situasi ambigu tersebut sempat dimanfaatkan tim lawan untuk mencuri angka akibat konsentrasi pertahanan yang terpecah.
Keputusan tim wasit yang sempat mengumumkan perpanjangan waktu dua menit sebelum diubah menjadi tujuh menit mendapat perhatian khusus.
Herdman menilai kekhilafan perangkat pertandingan merupakan hal wajar yang kerap mewarnai laga krusial.
"Ya, saya juga tidak yakin. Ketika mereka mengangkat papan yang menunjukkan tambahan waktu dua menit, saya pikir semua orang di stadion tahu bahwa ada kesalahan. Sebelumnya sudah ada beberapa pemeriksaan VAR," kata dia.
"Jadi ketika kami bertanya kepada ofisial keempat, 'Apakah ini sebuah kesalahan?' dia mengatakan iya. Namun, pada momen itu mereka mencetak gol karena para pemain kami kebingungan. Mereka tidak fokus," kata dia.
"Saya pikir itu menjadi momen yang sulit bagi kami. Tetapi lihat bagaimana para pemain ini merespons. Respons mereka luar biasa," kata dia.
Reaksi positif usai tekanan tersebut terbukti lewat lahirnya dua gol tambahan Kevin Diks dan Mitchell Baker pada detik-detik akhir laga.
Kemenangan meyakinkan atas Bangladesh menjadi modal berharga sebelum melakoni partai puncak turnamen.
Langkah Indonesia berikutnya adalah menantang Thailand yang telah mengamankan posisi juara Grup B.
Pertandingan perebutan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung di SUGBK pada Senin (5/10) pukul 20.00 WIB.