- Kelompok Houthi menyerang Bandara Riyadh di Arab Saudi hingga menewaskan 14 orang pada Oktober 2026.
- Federasi sepak bola Australia memantau situasi keamanan demi keselamatan peserta menjelang Piala Asia 2027.
- Turnamen berpotensi ditunda hingga Januari 2028 jika konflik bersenjata di Arab Saudi terus berlanjut.
Suara.com - Serangan kelompok Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, memunculkan kekhawatiran baru terhadap penyelenggaraan Piala Asia 2027.
Turnamen sepak bola terbesar di Asia itu dijadwalkan berlangsung mulai 7 Januari 2027 di Arab Saudi.
Situasi keamanan yang memburuk membuat sejumlah pihak mulai mempertanyakan apakah turnamen tersebut dapat digelar sesuai jadwal.
Federasi sepak bola Australia menyatakan terus memantau perkembangan konflik dan dampaknya terhadap keselamatan pemain, staf, serta suporter.
Menurut pejabat Arab Saudi, serangkaian serangan yang dilancarkan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap bandara internasional Riyadh selama akhir pekan menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai lebih dari 300 orang.
Hingga Selasa (13/10/2026), belum ada kepastian mengenai langkah yang akan diambil Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) jika situasi keamanan tidak kunjung membaik.
AFC juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait kemungkinan rencana darurat untuk turnamen tersebut.

Federasi Australia Pantau Situasi Keamanan
Federasi sepak bola Australia menegaskan keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam sepak bola menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
"Football Australia memantau secara ketat situasi di Arab Saudi. Keselamatan dan kesejahteraan pemain, staf, serta suporter tetap menjadi prioritas utama," kata juru bicara Football Australia dalam pernyataan kepada AAP.
Organisasi tersebut juga menyebut tim keamanan mereka terus memantau perkembangan dan memberikan pembaruan secara berkala.
Penilaian risiko keamanan akan menjadi bagian penting dari persiapan tim nasional Australia menjelang turnamen pada Januari mendatang.
Beau Busch, CEO serikat pemain Professional Footballers Australia (PFA), turut menekankan pentingnya keselamatan dalam setiap keputusan terkait penyelenggaraan Piala Asia.
"Keselamatan pemain, suporter, dan staf harus menjadi prioritas serta pertimbangan utama dalam perencanaan dan penyelenggaraan Piala Asia AFC," ujar Busch dikutip dari ESPN.
Ia menambahkan, PFA bersama FIFPRO, organisasi global yang mewakili pesepak bola profesional, terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan Football Australia serta para ahli eksternal.