- Seri pembuka MilkLife Soccer Challenge 2026–2027 di Bekasi dan Kudus resmi berakhir pada Minggu, 18 Oktober 2026.
- SDN Pulogebang 07 dan SDN Cipayung 02 berhasil keluar sebagai juara pada kategori masing-masing di Regional Bekasi.
- Head Coach Timo Scheunemann mengevaluasi perlunya peningkatan keseruan pembinaan sekolah serta latihan rutin dua hingga tiga kali seminggu.
Suara.com - Seri pembuka MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2026–2027 di Bekasi dan Kudus resmi berakhir dengan sejumlah catatan evaluasi dari Head Coach Timo Scheunemann.
Mantan pelatih Timnas Putri Indonesia itu menyoroti sejumlah sekolah yang dinilai belum serius membina bakat pesepak bola muda. Menurutnya, masih banyak tim yang baru berlatih ketika turnamen sudah dekat.
Evaluasi tersebut disampaikan setelah Timo mengamati langsung pertandingan final di Regional Bekasi dan Kudus pada Minggu (18/10/2026).
Latihan Rutin Jadi Kunci
Menurut Timo, tim yang mampu melaju hingga babak delapan besar umumnya memiliki fondasi permainan yang kuat berkat latihan rutin dalam jangka panjang.
“Kalau saya lihat, yang masuk delapan besar ke atas semuanya berlatih dua atau tiga kali seminggu," ujar Timo dalam keterangan tertulis.
Ia berharap turnamen usia dini yang digelar secara berkelanjutan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation juga diimbangi keseriusan sekolah dalam membina para pemain.
"Itu yang saya inginkan, sekolah-sekolah lebih serius lagi," tegasnya.
Timo juga mengingatkan bahwa frekuensi latihan berpengaruh terhadap kesiapan tim saat bertanding.
"Karena pasti hasilnya berbeda jika hanya satu kali seminggu atau bahkan hanya berlatih sebelum turnamen dimulai,” ujarnya.
SDN Pulogebang 07 dan SDN Cipayung 02 Juara di Bekasi
Di Regional Bekasi, SDN Pulogebang 07 dan SDN Cipayung 02 keluar sebagai juara masing-masing pada kategori KU 10 dan KU 12.
Pada kategori KU 10, SDN Pulogebang 07 mengalahkan SDN Cilangkap 01 Pagi dengan skor 3-0. Gol pembuka tercipta melalui gol bunuh diri pemain lawan pada menit kedua, sebelum Alifah Nurhafiah mencetak dua gol.
Pelatih Kepala SDN Pulogebang 07, Rizky Permadi, mengatakan menjaga suasana hati para pemain yang masih belia menjadi salah satu tantangan dalam proses latihan.
“Tantangannya banyak, anak-anak itu tergantung mood-nya," ungkap Rizky.
"Kadang senang, kadang mood-nya sedang kurang baik sehingga permainannya juga kurang maksimal," tambahnya.
"Kalau mood-nya bagus, mereka bisa bermain seperti ini, bahkan menjadi top scorer,” tuturnya.
Sementara itu, SDN Cipayung 02 menjadi juara kategori KU 12 setelah mengalahkan SDN Cilangkap 01 Pagi B dengan skor 1-0. Gol tunggal kemenangan dicetak Gildas Syauqillah melalui tendangan jarak jauh pada babak pertama.
Hasil tersebut sekaligus membawa SDN Cipayung 02 menjuarai dua seri secara beruntun, setelah sebelumnya menjadi kampiun di Regional Jakarta Raya.
Pelatih SDN Cipayung 02, Kurniawan Heryanto, mengaku bersyukur timnya kembali meraih gelar juara.
“Alhamdulillah, masih diberikan rezeki. Setelah dari seri Jakarta berlanjut ke Bekasi, kami kembali meraih hasil juara,” ujarnya.
Gildas Syauqillah Cetak 21 Gol di KU 12
Gildas Syauqillah juga mencatatkan prestasi individu dengan menjadi pencetak gol terbanyak kategori KU 12 lewat koleksi 21 gol. Ia menilai persaingan di Bekasi lebih menantang meski rutin berlatih tiga kali dalam sepekan.
"Semoga teman-teman yang usianya di bawahku prestasinya bisa lebih baik," ucap Gildas, yang tahun depan tidak lagi bisa mengikuti kompetisi karena batasan usia.
"Karena saya kurang puas dengan hasil ini. Tapi saya akan tetap semangat latihan agar bisa menjadi pemain timnas Indonesia di masa mendatang,” tegasnya.
Partisipasi Peserta di Bekasi dan Kudus Meningkat
Di Regional Kudus, gelar juara diraih SDN 02 Jambean Pati pada kategori KU 10 dan SD Unggulan Muslimat NU pada kategori KU 12.
Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Edi Supriyanto, menilai tingginya jumlah peserta di kedua regional menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri.
MLSC 2026–2027 diikuti 1.261 atlet di Bekasi dan 1.672 atlet di Kudus.
“Antusiasme yang ditunjukkan para peserta dan sekolah menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri," kata Edi.
"Kami berharap semakin banyak anak perempuan yang tertarik untuk bermain sepak bola dan mendapatkan kesempatan mengasah kemampuan mereka melalui MilkLife Soccer Challenge,” ujarnya.
Menurut Timo, tingginya partisipasi dalam turnamen perlu dibarengi pembinaan yang konsisten. Latihan rutin menjadi salah satu kunci agar para pemain muda dapat mengembangkan kemampuan dan tampil lebih siap dalam kompetisi.