-
Shin Tae-yong menolak sanksi pengurangan poin Persija akibat ulah suporter.
-
Regulasi FIFA menilai pengurangan poin hanya berlaku untuk kasus pengaturan skor.
-
Persija bersiap menghadapi Arema FC di tengah ancaman sanksi Komdis PSSI.
Suara.com - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, angkat bicara mengenai wacana pengurangan poin yang mengancam timnya setelah kericuhan suporter mewarnai pertandingan melawan Persita Tangerang di Banten International Stadium, Sabtu (17/10/2026).
Shin Tae-yong menilai pengurangan poin bukan sanksi yang tepat jika persoalannya berkaitan dengan ulah suporter.
Ia merujuk pada pemahamannya mengenai regulasi FIFA yang menerapkan sanksi tersebut untuk kasus manipulasi pertandingan atau pengaturan skor (match fixing).

Insiden kericuhan dalam laga Persita kontra Persija itu membuat pertandingan sempat tertunda hingga sekitar 30 menit. Kejadian tersebut juga mengakibatkan jatuhnya korban dari kalangan suporter kedua tim.
Shin mengecam insiden tersebut, tetapi ia mempertanyakan wacana pengurangan poin terhadap Persija sebagai konsekuensi dari kericuhan suporter.
"Sebenarnya mengenai pengurangan poin, regulasi FIFA biasanya menerapkan hal tersebut untuk kasus seperti manipulasi pertandingan atau pengaturan skor match fixing," kata Shin Tae-yong kepada awak media.
Pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan bahwa persoalan keamanan dan ketertiban suporter seharusnya ditangani secara tegas oleh pihak yang berwenang.
Menurutnya, sanksi pengurangan poin tidak serta-merta menjadi konsekuensi dari setiap insiden yang melibatkan suporter.
"Sepengetahuan saya, dalam aturan tidak ada sanksi pengurangan poin hanya karena masalah suporter. Hal tersebut semestinya ditangani dan ditindak secara tegas oleh pihak kepolisian atau pihak yang berwajib," jelas mantan pelatih Timnas Korea Selatan tersebut.
Meski yakin Persija tidak semestinya kehilangan poin hanya karena persoalan suporter, Shin tetap mengingatkan The Jakmania agar tidak melakukan tindakan yang merugikan klub.
Ia khawatir kericuhan serupa dapat berujung pada sanksi pertandingan tanpa penonton dari Komite Disiplin PSSI.
Hukuman tersebut berpotensi merugikan Persija karena tim membutuhkan dukungan langsung dari suporter saat menjalani pertandingan.
Shin pun menyampaikan apresiasinya kepada The Jakmania yang selama ini memberikan dukungan penuh kepada Macan Kemayoran.
Namun, ia berharap antusiasme tersebut tetap disalurkan secara positif dan tidak berujung pada tindakan yang melanggar aturan.
"Melalui kesempatan ini, saya ingin menyampaikan kepada para suporter: kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dan antusiasme Anda di stadion," imbuh Shin Tae-yong.
Ia menegaskan bahwa sanksi tanpa penonton justru akan merugikan suporter yang ingin menyaksikan perjuangan tim kesayangannya secara langsung di stadion.
"Namun, jika sampai memicu masalah dan akhirnya PSSI terpaksa menggelar pertandingan tanpa penonton, suporter yang mencintai sepak bola itu sendiri yang akan rugi karena tidak bisa menonton langsung di stadion. Itu sangat disayangkan," ujarnya.
Shin Tae-yong kemudian meminta para pendukung Persija untuk menahan diri dan menjaga sikap selama mendukung tim.
Ia ingin atmosfer positif di stadion tetap terjaga agar para pemain bisa tampil maksimal tanpa terganggu persoalan di luar lapangan.
"Oleh karena itu, saya meminta kepada para penggemar yang bersemangat untuk dapat menahan diri, memberikan dukungan positif kepada para pemain agar bisa bermain lebih baik," jelasnya.
"Sekali lagi saya ingatkan, jika membuat masalah, dampaknya bisa berupa laga tanpa penonton sehingga kalian tidak bisa menikmati pertandingan secara langsung. Harap perhatikan hal tersebut dan marilah kita saling mendukung secara sportif dan fair play," tuturnya.
Persija sendiri dijadwalkan menghadapi Arema FC pada pekan keenam Super League 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (21/10/2026), pukul 19.00 WIB.