- Presiden AFC Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa menyatakan dukungan kepada Gianni Infantino di Tokyo.
- Dukungan ini diberikan untuk pemilihan Presiden FIFA mendatang setelah rencana komersial kontroversial dibatalkan.
- UEFA masih meminta jawaban atas berbagai pertanyaan sebelum batas akhir pendaftaran kandidat presiden FIFA.
Suara.com - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan dukungan kepada Gianni Infantino untuk kembali menjabat sebagai Presiden FIFA.
Dukungan ini menjadi perkembangan menarik setelah AFC sempat melayangkan kritik keras terhadap rencana komersial Piala Dunia senilai US$ 4,2 miliar atau setara Rp71,8 Triliun lebih dari dua bulan lalu.
Dukungan tersebut disampaikan Presiden AFC Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa dalam Kongres Luar Biasa AFC di Tokyo, Jepang.
Menurut laporan Associated Press (AP), Salman menegaskan komitmen konfederasi untuk mendukung Infantino dalam pemilihan presiden FIFA mendatang.
Meski demikian, Salman mengakui sikap AFC belum tentu mendapat persetujuan dari seluruh anggotanya.
![Ketua FIFA Gianni Infantino hadir langsung di Stadion My Dinh, Hanoi, untuk menyaksikan pertandingan final leg kedua Piala AFF 2026 antara Vietnam vs Thailand, Rabu (26/8/2026). [Dok Tuoitre]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/26/96624-gianni-infantino.jpg)
AFC saat ini menaungi 47 federasi sepak bola nasional di kawasan Asia.
Dukungan Asia menjadi modal penting bagi Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.
Batas akhir pendaftaran kandidat ditetapkan pada 18 November 2026, sementara hingga kini belum ada penantang yang secara resmi mengajukan pencalonan.
Perubahan sikap AFC menjadi sorotan karena hubungan kedua organisasi sempat memanas.
Lebih dari dua bulan lalu, AFC bersama UEFA dan CONCACAF menuding Infantino melakukan pelanggaran serius terhadap kepercayaan terkait rencana komersial Piala Dunia senilai US$ 4,2 miliar.
Rencana tersebut kini telah dibatalkan. Pekan lalu, Infantino juga menyampaikan permintaan maaf kepada 37 anggota Dewan FIFA dalam pertemuan di Zurich, Swiss, atas kekeliruan selama proses penyusunan rencana tersebut.
Salman mengatakan pembicaraan di Zurich membantu kedua pihak memahami posisi masing-masing.
Ia menilai perselisihan itu harus menjadi pelajaran agar FIFA dan konfederasi dapat melangkah bersama ke depan.
Infantino mengakui adanya kesalahan dan menekankan pentingnya belajar dari persoalan, meminta maaf, serta menjaga persatuan.
Ia juga menggarisbawahi komitmen untuk memperkuat dukungan finansial bagi federasi anggota FIFA.