Dari Laut, Ladang, hingga UMKM: Desa Sumberejo Menenun Asa Menuju Kemandirian

Dari Laut, Ladang, hingga UMKM: Desa Sumberejo Menenun Asa Menuju Kemandirian


Suara.com - Desa Sumberejo, Kecamatan Sudimoro, Pacitan, Jawa Timur perlahan menapaki jalannya sebagai desa yang bertumbuh dengan kekuatan sendiri. Berangkat dari potensi alam dan semangat warganya, desa ini menjadikan pertanian, perikanan, peternakan, UMKM, hingga pariwisata sebagai pilar utama pembangunan ekonomi lokal.

Kepala Desa Sumberejo, Agung Trisno Kuncoro, menyebutkan bahwa setidaknya ada lima potensi unggulan yang terus dikembangkan. Salah satunya adalah Pantai Congot Daki, destinasi wisata yang diharapkan menjadi magnet baru sekaligus sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar.

"Keunggulan dari potensi Desa Sumberejo yaitu pertanian, perikanan, peternakan, dan juga pariwisata. Alhamdulillah ada 5 potensi yang kami kembangkan nantinya, salah satunya, Pantai Congot Daki," ujar Agung Trisno Kuncoro.

Bagi Juhari, seorang nelayan Sumberejo, musim hujan bukan sekadar tentang cuaca, melainkan musim harapan. Inilah waktu panen lobster yang dinanti. Setiap sore sekitar pukul 16.00, ia berangkat melaut untuk memasang jaring, lalu kembali ke sandaran pagi hari membawa hasil tangkapan.

Kini, aktivitas melaut terasa berbeda. Dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) membuat nelayan mampu beralih dari perahu kayu sederhana ke alat tangkap yang lebih modern.

"Perbedaannya sangat jauh sekali, kalau dulu itu, di sini masyarakat menggunakan perahu kayu, tapi setelah adanya program KUR, kami bisa membeli alat tangkap yang lebih modern. Jadi sangat membantu sekali," ujat Juhari.

Di daratan, denyut ekonomi juga bergerak melalui UMKM. Suryono, pelaku usaha keripik singkong, memulai usahanya pada 2022 berangkat dari keresahan sederhana: melimpahnya hasil singkong yang sulit dipasarkan. Dari tangan kreatifnya, singkong diolah menjadi keripik yang kini rutin dipasarkan ke berbagai wilayah.

Sementara itu, Fida, pelaku UMKM keripik pisang, telah lebih dulu memulai langkahnya sejak 2009. Berawal dari coba-coba, ia melihat potensi besar dari hasil pertanian warga yang melimpah. Dukungan BUMDes Sumber Makmur Abadi semakin memperkuat usahanya, mulai dari fasilitasi sertifikasi halal hingga pelatihan inovasi rasa seperti cokelat dan matcha.

Tak kalah menarik, Nur Kholifah mengembangkan usaha jamu sejak 2022. Produk jamu cair dan instan buatannya kini mulai dikenal, bahkan menjadi oleh-oleh bagi warga perantauan. Meski masih dipasarkan secara terbatas, harapan untuk berkembang terus tumbuh.

BUMDes dan Digitalisasi, Jembatan Menuju Masa Depan

Direktur BUMDes Sumber Makmur Abadi, Wawan Prasetyo, menjelaskan bahwa BUMDes berdiri sejak 2017 dan mulai aktif berusaha pada 2019, salah satunya melalui unit usaha percetakan. Keberadaan usaha ini tak hanya menambah Pendapatan Asli Desa (PAD), tetapi juga memudahkan masyarakat mendapatkan layanan tanpa harus keluar desa.

Kolaborasi dengan BRI melalui Agen BRILink menjadi titik balik penting. Transaksi digital, pembayaran QRIS, hingga pencatatan keuangan yang lebih transparan membuat usaha BUMDes semakin tertata.

"Dalam mengembangkan usaha ini, kami berkolaborasi dengan BRI yaitu AgenBRILink yang di dalamnya melayani transaksi seperti setor dan tarik tunai, bisa juga bayar lewat QRIS," urainya.

Kepala Unit BRI Sudimoro, Muhammad, melihat Desa Sumberejo sebagai desa dengan potensi besar. Melalui program Desa BRILian, BRI mendorong penguatan ekonomi lokal, digitalisasi UMKM, dan layanan desa agar tercipta desa yang mandiri, tangguh, dan berdaya.

Dukungan ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Kepala Desa Agung Trisno Kuncoro mengungkapkan bahwa UMKM kini berkembang pesat, baik dari sisi pemasaran maupun pendapatan.

"Harapan kami, tingkat ekonomi warga kami semakin meningkat juga wisatanya semakin berkembang," ujarnya.

Direktur Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, menjelaskan, Desa BRILiaN merupakan program strategis BRI yang menumbuhkan kemandirian ekonomi desa melalui empat pilar yakni, Penguatan BUMDes dan koperasi des, digitalisasi melalui BRImo dan BRILink, keberlanjutan ekonomi desa, serta inovasi masyarakat desa.

"BRI terus melakukan pendampingan dan pemberdayaan. Saat ini sudah lebih dari 5.000 desa BRILiaN di seluruh Indonesia," ujarnya.

Dari laut yang kaya, ladang yang subur, hingga tangan-tangan kreatif pelaku UMKM, Desa Sumberejo membuktikan bahwa kemandirian bisa tumbuh ketika potensi lokal dirawat bersama. Sebuah cerita tentang desa yang bergerak, berdaya, dan menginspirasi melalui penguatan ekosistem UMKM, edukasi finansial, hingga pembiayaan usaha.***


Copyright © 2026 Suara.com - BRI. All rights reserved.