Modal Foto Makanan dan Dukungan LinkUMKM BRI, Bawa Yummy Craft di Kancah Global

Modal Foto Makanan dan Dukungan LinkUMKM BRI, Bawa Yummy Craft di Kancah Global


Suara.com - Kreativitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia seakan tidak pernah habis dalam mengeksplorasi kekayaan budaya lokal.

Salah satu terobosan menarik datang dari Jakarta Selatan, di mana sebuah unit usaha kriya bernama Yummy Craft berhasil menyulap kelezatan visual kuliner Nusantara menjadi produk fungsional yang artistik.

Didirikan pada tahun 2022, Yummy Craft mengusung konsep desain yang sangat spesifik: memperkenalkan ragam hidangan khas Indonesia melalui motif produk kriya.

Keunikan ini bukan sekadar hasil imajinasi semata, melainkan buah dari dokumentasi visual yang dikumpulkan sang pemilik melalui hobi memasak dan perjalanan wisata (traveling).

Setiap jepretan foto hidangan kemudian diolah secara digital menjadi motif kain yang menghiasi berbagai produk mereka.

Perjalanan Yummy Craft membuktikan bahwa sebuah peluang bisnis besar sering kali bersembunyi di balik kegemaran pribadi.

Sri Kumala Ambarwati, sosok di balik layar Yummy Craft, menceritakan bagaimana hobi pribadinya bertransformasi menjadi unit usaha yang menjanjikan.

“Berawal dari hobi masak dan traveling. Saya sering memotret hasil masakan sendiri, lalu foto-foto tersebut saya jadikan desain produk untuk merchandise teman-teman luar negeri yang datang ke Indonesia,” ujarnya.

Apa yang awalnya diniatkan sebagai kenang-kenangan personal bagi kolega mancanegara, ternyata mendapatkan respons luar biasa.

Hal ini mendorong Sri untuk menyeriusi usahanya dengan menciptakan produk yang memiliki karakter identitas kuat. Baginya, setiap produk yang dihasilkan membawa misi edukasi untuk memperkenalkan wajah kuliner Indonesia kepada dunia.

Inovasi Produk: Tas Lipat hingga Material Berkelanjutan

Salah satu produk andalan yang menjadi best-seller adalah Foldable Bag atau tas lipat. Tas ini didesain khusus menggunakan bahan berkualitas tinggi yang memungkinkan pengguna untuk mencucinya berulang kali tanpa khawatir motif kuliner yang tercetak akan luntur.

Tidak berhenti pada tas kain, Yummy Craft juga terus melakukan inovasi dengan melirik aspek keberlanjutan (sustainability). Mereka mulai mengembangkan produk turunan dengan memanfaatkan bahan alam, seperti daun gebang, untuk diolah menjadi kriya bernilai tinggi. L

angkah ini diambil bukan hanya untuk meningkatkan nilai tambah usaha, tetapi juga untuk menyasar pasar ekspor yang kini sangat menghargai produk-produk ramah lingkungan.

“Desain yang unik tidak hanya sebagai fashion, tetapi juga sarat edukasi budaya Indonesia,” jelasnya. “Kami juga mengembangkan produk turunan yang sustainable dengan memanfaatkan daun gebang menjadi produk bernilai tinggi dan berpotensi sebagai komoditas ekspor,” tambahnya.

Hingga saat ini, jejak pemasaran Yummy Craft telah tersebar di berbagai kanal luring (offline), mulai dari toko di pusat perbelanjaan ternama, pusat oleh-oleh, hingga galeri kreatif. Konsumennya datang dari berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, hingga Bandung.

Prestasi paling membanggakan adalah keberhasilan produk Yummy Craft menembus pasar internasional, salah satunya ke Jepang.

Namun, Sri mengakui bahwa perjalanan menuju pasar global tidaklah mudah. Selain masalah logistik, tantangan terbesar justru sering kali datang dari faktor internal sang pengusaha.

“Tantangannya adalah rasa percaya diri. Harapan saya bisa terus berkarya dan menjangkau pasar internasional yang lebih luas lagi,” ungkapnya.

Akselerasi Melalui Ekosistem LinkUMKM BRI

Dalam upaya memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kompetensi, Sri aktif terlibat dalam berbagai program pendampingan.

Salah satu langkah strategis yang ia ambil adalah bergabung dengan platform LinkUMKM BRI melalui Rumah BUMN BRI Jakarta.

Keterlibatan ini diakuinya sangat membantu dalam memperluas jejaring bisnis dan meningkatkan visibilitas merek di mata publik.

Hingga akhir tahun 2025, tercatat sebanyak 14,98 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan LinkUMKM sebagai sarana peningkatan kapasitas secara digital. Platform ini menyediakan ekosistem pembelajaran yang sangat komprehensif dengan 750 modul pembelajaran yang mencakup penguatan soft skill dan hard skill.

LinkUMKM menghadirkan enam fitur unggulan yang saling terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan UMKM, yaitu:

  • UMKM Smart: Untuk pemetaan kapasitas usaha.
  • Rumah BUMN: Pusat koordinasi dan pelatihan fisik.
  • UMKM Media: Saluran informasi dan promosi.
  • Komunitas: Wadah kolaborasi antar-pelaku usaha.
  • Etalase Digital: Katalog produk untuk akses pasar luas.
  • Register NIB: Kemudahan pengurusan legalitas usaha.

Dukungan Strategis untuk UMKM Berbasis Budaya

Potensi UMKM kreatif yang mengangkat kearifan lokal memang mendapatkan perhatian khusus dari sektor perbankan. Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyatakan bahwa inovasi berbasis budaya adalah kunci bagi pelaku usaha untuk memenangkan persaingan di pasar global.

“Produk UMKM yang mampu mengangkat kekayaan budaya lokal sekaligus menghadirkan inovasi memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar yang lebih luas. Melalui penguatan kapasitas usaha dan inovasi yang berkelanjutan, pengusaha UMKM dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperluas akses pasar. Melalui LinkUMKM, BRI terus mendampingi UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga tingkat internasional,” pungkas Akhmad.


Copyright © 2026 Suara.com - BRI. All rights reserved.