Kisah Pengusaha Genteng Majalengka, Omzet Naik Didukung Modal dari BRI
Suara.com - Kebijakan "Gentengisasi" yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto mulai memberikan angin segar bagi ekosistem industri bahan bangunan skala kecil.
Program ini terbukti memicu lonjakan permintaan di berbagai pusat kerajinan genteng tanah liat, yang berdampak langsung pada peningkatan produktivitas rumah tangga dan penyerapan tenaga kerja di daerah.
Kisah Sukses Pengusaha Genteng Majalengka
Hj. Nurhasanah, seorang pengrajin dari sentra industri genteng di Majalengka, Jawa Barat, menjadi salah satu pelaku usaha yang memetik manfaat dari tren positif ini.
Mengelola bisnis keluarga yang diwariskan turun-temurun bersama dua saudara perempuannya, ia mencatatkan pertumbuhan pesanan yang sangat signifikan dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, hingga Tegal.
Saat ini, unit usahanya mengoperasikan 12 mesin press yang mampu memproduksi sekitar 16.000 keping genteng setiap minggunya.
Dengan skala produksi tersebut, Nurhasanah berhasil membukukan omzet bulanan hingga mencapai ratusan juta rupiah.
Meski demikian, ia mengakui adanya tantangan dalam hal regenerasi tenaga kerja, mengingat dari 150 pekerja yang ada, mayoritas merupakan generasi senior sementara kaum muda lebih tertarik bekerja di sektor manufaktur.
Dalam menghadapi lonjakan pasar, ketersediaan modal menjadi faktor kunci. Nurhasanah mengungkapkan bahwa kelancaran operasional dan pengembangan usahanya selama empat tahun terakhir didukung penuh oleh fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.
"Kami merasa sangat terbantu dengan adanya program KUR BRI. Dukungan permodalan ini membuat kami tidak mengalami hambatan dalam meningkatkan kapasitas produksi saat permintaan pasar sedang tinggi," kata Nurhasanah.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa BRI memiliki posisi strategis dalam menyukseskan program gentengisasi nasional.
Selain menyediakan akses modal yang terjangkau, BRI berperan sebagai penghubung antara produsen lokal dengan pihak pengembang atau pembeli besar.
"BRI hadir sebagai jembatan di tengah rantai pasok. Jika pengrajin sudah memiliki kontrak dengan pembeli, kami siap masuk memberikan dukungan pembiayaan agar target produksi mereka dapat tercapai secara optimal," jelas Hery.
Hery menambahkan bahwa sektor bahan bangunan merupakan bagian integral dari ekosistem perumahan yang menjadi fokus penyaluran KUR BRI.
Sebagai lembaga keuangan yang berfokus pada ekonomi kerakyatan, BRI berkomitmen untuk terus mempermudah akses pembiayaan bagi UMKM agar mampu bersaing dan mendukung keberlanjutan pembangunan infrastruktur rakyat.