TSDC Bali: Mengubah Serat Alam Menjadi Produk Fesyen Global dengan Dukungan BRI
Suara.com - Tren fashion berkelanjutan (sustainable fashion) membawa berkah bagi perajin lokal di Bali. TSDC Bali (Tanda Sayang dan Cinta), jenama kerajinan asal Desa Celuk, Gianyar, sukses mencuri perhatian pasar lokal hingga mancanegara melalui koleksi berbahan serat alam seperti rotan, ate, dan pandan.
Mengusung konsep handmade, TSDC Bali mengolah bahan alami menjadi tas pantai (beach bag), dompet, topi, hingga aksesori dengan sentuhan desain modern tanpa meninggalkan teknik anyaman tradisional.
Ni Wayan Sri Mustika Dewi, pemilik TSDC Bali, menjelaskan bahwa setiap karyanya membawa filosofi mendalam.
“TSDC mulai dirintis pada tahun 2020 dari keinginan untuk menghadirkan ‘tanda sayang’ melalui produk yang personal dan bermakna. Nama ‘Tanda Sayang dan Cinta’ bukan sekadar label, tetapi mencerminkan filosofi bahwa setiap produk buatan tangan membawa energi kasih sayang dari pembuatnya kepada pemakainya," ujar Sri, melalui keterangan resmi yang diterima pada Senin (16/3/2026).
Berawal dari usaha kecil, kini produk TSDC telah menjangkau pasar ekspor melalui kombinasi penjualan di gerai fisik, marketplace, hingga media sosial seperti Instagram dan TikTok.
Produknya kini banyak diminati oleh sektor perhotelan, instansi, hingga wisatawan yang mencari produk dengan kearifan lokal Bali namun tetap relevan dengan tren masa kini.
Dalam operasional usaha sehari-hari, TSDC juga memanfaatkan layanan perbankan BRI seperti QRIS BRI untuk memudahkan transaksi non-tunai, BRImo untuk memantau arus kas usaha sekaligus melakukan pembayaran kepada pemasok bahan baku, serta tabungan BritAma sebagai rekening utama pengelolaan transaksi bisnis.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa TSDC Bali merupakan contoh bagaimana pelaku UMKM mampu mengembangkan kerajinan berbasis kearifan lokal hingga menjangkau pasar yang lebih luas.
“Dengan penguatan kapasitas usaha, inovasi desain, serta dukungan akses pasar yang lebih luas, produk kerajinan seperti yang dikembangkan TSDC menunjukkan bahwa karya berbasis kearifan lokal mampu beradaptasi dengan perkembangan tren pasar. Pendampingan yang tepat juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran dan menjangkau segmen konsumen yang lebih luas. Melalui berbagai program pemberdayaan, BRI terus mendorong UMKM agar dapat berkembang secara berkelanjutan,” pungkasnya.