Siap-siap! BRI Tebar Dividen Jumbo Rp52,10 Triliun, Cek Jadwal Cairnya di Sini

Siap-siap! BRI Tebar Dividen Jumbo Rp52,10 Triliun, Cek Jadwal Cairnya di Sini


Suara.com - Emiten perbankan pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), resmi mengumumkan rencana pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025.

Total nilai dividen yang digelontorkan mencapai angka fantastis, yakni Rp52,10 triliun atau setara dengan Rp346 per lembar saham.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pada Selasa (14/4/2026), total dividen tersebut mencakup dividen interim sebesar Rp137 per saham yang telah didistribusikan kepada investor pada 15 Januari 2026 lalu.

Dengan demikian, sisa dividen tunai yang akan segera dibayarkan kepada para pemegang saham adalah sebesar Rp209 per saham.

"Sisa jumlah dividen tunai yang akan dibayarkan kepada pemegang saham adalah sebesar Rp31.470.159.890.136,00 atau Rp209,00 per saham," tulis manajemen BRI dalam pengumuman resminya.

Jadwal Penting Pembayaran Dividen BBRI

Bagi para investor yang mengincar dividen ini, berikut adalah linimasa penting yang perlu diperhatikan:

Cum Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi): Hingga 20 April 2026.
Cum Dividen (Pasar Tunai): Hingga 22 April 2026.
Ex Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi): 21 April 2026.
Ex Dividen (Pasar Tunai): 23 April 2026.
Recording Date (Daftar Pemegang Saham): 22 April 2026.
Tanggal Pembayaran Dividen: 8 Mei 2026.

Mekanisme pembayaran akan dilakukan melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk pemegang saham dalam penitipan kolektif, di mana dana akan langsung masuk ke Rekening Dana Nasabah (RDN).

Sementara bagi pemegang saham warkat, dana akan ditransfer langsung ke rekening bank masing-masing.

Analisis Kinerja: Laba Rp57,13 Triliun dan Fokus UMKM

Pembagian dividen jumbo ini didasari oleh capaian laba bersih konsolidasi BRI sepanjang tahun 2025 yang menembus Rp57,13 triliun.

Meskipun angka ini terkoreksi tipis sekitar 5,2 persen dibandingkan laba tahun 2024 yang sebesar Rp60,3 triliun, fundamental bank dengan fokus kerakyatan ini tetap dinilai sangat solid.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menjelaskan bahwa pertumbuhan aset perusahaan tetap terjaga di angka 7,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp2.135 triliun.

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga terkerek naik 7,4 persen menjadi Rp1.467 triliun, yang didominasi oleh pertumbuhan dana murah atau CASA.

"Perbaikan fundamental kinerja tersebut berdampak positif terhadap capaian laba. Hingga akhir tahun 2025, BRI berhasil membukukan laba bersih Rp57,132 triliun," ujar Hery dalam keterangannya.

Selain itu, BRI berhasil menekan biaya dana (cost of fund) DPK menjadi 2,9 persen, lebih baik dari posisi tahun sebelumnya yang berada di level 3,1 persen. Dalam hal fungsi intermediasi, penyaluran kredit BRI tumbuh impresif sebesar 12,3 persen (yoy) menjadi Rp1.521 triliun.

Capaian ini melampaui rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan nasional tahun 2025 yang berada di level 9,6 persen, dengan porsi utama tetap difokuskan pada penguatan segmen UMKM.


Copyright © 2026 Suara.com - BRI. All rights reserved.