BBRI Loyal Bagikan Dividen, Target Harga Saham Meroket

BBRI Loyal Bagikan Dividen, Target Harga Saham Meroket


Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dipastikan membagikan dividen jumbo bagi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, melalui PT Danantara Asset Management, selaku pemegang 79,80 miliar lembar saham BBRI.

Dengan porsi kepemilikan mencapai 52,66%, Danantara mengukuhkan posisinya sebagai pemegang saham mayoritas sekaligus benefisial utama dari performa laba bersih emiten perbankan pelat merah tersebut.

Pengamat perbankan, Trioksa Siahaan, menilai bahwa keputusan BRI untuk tetap loyal membagikan dividen merupakan langkah strategis yang terukur.

Ia menegaskan bahwa aspek likuiditas dan rasio kecukupan modal perseroan tetap berada pada level aman meski harus menyetorkan dana dalam jumlah besar.

Trioksa menekankan bahwa pergeseran kepemilikan dari BUMN ke entitas Danantara tidak mengubah orientasi bisnis BRI sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.

"BRI secara historis memiliki rekam jejak yang solid dalam pembagian dividen, biasanya dua kali dalam satu periode fiskal. Dengan beralihnya porsi BUMN ke Danantara, sangat wajar jika mereka menerima alokasi yang proporsional dengan kepemilikannya," ungkap Trioksa dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).

Meski harga saham BBRI sempat tertekan, Trioksa melihat tekanan harga saham belakangan ini lebih bersifat temporer. Ia merujuk pada kekhawatiran pasar terkait keterbukaan informasi yang sempat dilontarkan Morgan Stanley sebagai pemicu downgrade jangka pendek.

"Fundamental ekonomi yang stabil dan meredanya tensi geopolitik akan menjadi katalis utama bagi pemulihan harga saham perbankan di masa depan," tambahnya.

Pada perdagangan hari ini, saham BBRI terpantau bergerak di zona hijau pada level 3.430, menguat 0,60% dibanding posisi pembukaan.

Konsistensi pembagian dividen ini pun dipandang sebagai sinyal kuat bagi investor bahwa manajemen risiko dan strategi ekspansi BRI berjalan secara selaras.

Proyeksi Valuasi dan Target Harga Analis

Sejumlah institusi keuangan global memberikan pandangan optimistis terhadap prospek saham BBRI. UBS, Maybank, dan CGS International menyematkan target harga yang cukup tinggi di angka Rp4.900 per saham.

Khusus untuk analisis UBS, proyeksi tersebut didasarkan pada Gordon Growth Model dengan asumsi parameter teknis sebagai berikut:

Tingkat Bebas Risiko: 6,75%

Beta: 1,25

ROE Berkelanjutan: 18,9%

Tingkat Pertumbuhan: 8%

Valuasi tersebut mencerminkan estimasi 2,2x Price to Book Value (PB) dan 11x Price to Earnings (PE) untuk proyeksi tahun 2027.

Sementara itu, sekuritas domestik seperti Sucor Sekuritas bahkan berani mematok target lebih tinggi di Rp5.200 per saham, disusul BNI Sekuritas di Rp4.500 dan Mandiri Sekuritas di Rp4.100 dengan rekomendasi beli (buy).

Bagi pemburu dividen, pengamat pasar modal, Reydi Octa menyarankan agar investor ritel mempertimbangkan valuasi, serta risiko ketidakpastian ekonomi saat ini.

Ia juga menambahkan, saham BBRI memiliki fundamental yang solid. Sehingga, jika terjadi pelemahan akibat respon pasar usai ex-date, recovery tetap kuat meskipun berlangsung tidak secara cepat.

Secara keseluruhan, BRI mengalokasikan dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun untuk tahun buku 2025, atau setara dengan Rp346 per saham. Angka ini merepresentasikan payout ratio sebesar 92% dari total laba bersih perseroan yang mencapai Rp57,13 triliun.

Pembayaran dividen ini dilakukan dalam dua tahap:

  1. Dividen Interim: Rp20,63 triliun (Rp137 per saham) yang telah dibayarkan pada 15 Januari 2026.
  2. Dividen Final: Rp31,47 triliun (Rp209 per saham) yang telah disepakati melalui RUPST teranyar.

Manajemen BRI menyatakan bahwa keberhasilan mencatatkan kinerja positif ini tidak lepas dari fokus perseroan pada penguatan segmen UMKM sebagai pilar bisnis utama, serta percepatan transformasi digital yang meningkatkan efisiensi operasional.

Langkah ini sekaligus mempertegas peran strategis BRI dalam menopang kebijakan fiskal nasional melalui setoran keuntungan bagi negara.


Disclaimer: Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Seluruh data dan analisis dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional sebelum mengambil keputusan investasi.


Copyright © 2026 Suara.com - BRI. All rights reserved.