Perkuat Ekonomi Perbatasan, BRI Hadirkan Layanan Money Changer Resmi di PLBN Motaain
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperluas jangkauan layanan finansialnya hingga ke garda terdepan nusantara.
Melalui kolaborasi dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), BRI secara resmi mengoperasikan fasilitas money changer atau tempat penukaran valuta asing di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kehadiran BRI di pintu gerbang Indonesia-Timor Leste ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur keuangan di wilayah perbatasan.
Dengan layanan ini, BRI tidak hanya menyediakan fasilitas penukaran uang, tetapi juga menjadi pilar utama dalam menciptakan ekosistem transaksi yang aman, legal, dan terintegrasi bagi para pelintas batas dan pelaku usaha.
Selama ini, masyarakat di perbatasan sering menghadapi kendala akses perbankan resmi, sehingga terpaksa menempuh jarak jauh ke pusat kota atau menggunakan jalur tidak resmi untuk menukar mata uang. Dengan adanya money changer BRI, kendala tersebut kini teratasi melalui layanan yang lebih dekat dan efisien.
Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat (PKPD), Brigjen TNI Topri Daeng Balaw, menegaskan bahwa peran BRI sangat krusial dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat.
"Layanan money changer BRI di PLBN Motaain memungkinkan masyarakat melakukan transaksi valuta asing secara cepat dan aman. Ini adalah wujud nyata dukungan perbankan dalam mempermudah aktivitas ekonomi lintas batas," ujarnya, Jumat (17/4/2026), dikutip dari Antara.
Fasilitas baru ini semakin mempertegas posisi BRI sebagai bank yang fokus pada pemberdayaan ekonomi hingga ke pelosok.
Selain melayani pelintas batas individu, kehadiran BRI diharapkan mampu mendorong produktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah perbatasan Atambua yang kerap melakukan perdagangan internasional dalam skala kecil dan menengah.
Kepala PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif BRI dalam melengkapi fasilitas pelayanan di PLBN. Menurutnya, sinergi dengan sektor perbankan, khususnya BRI, adalah kunci utama untuk mentransformasi PLBN dari sekadar gerbang administratif menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan Bank BRI. Fasilitas ini sangat dibutuhkan sebagai pelengkap layanan yang sudah ada, terutama dalam mendukung aktivitas perdagangan lintas negara agar semakin berkembang," kata Maria.
Penyediaan layanan valas resmi oleh BRI ini juga bertujuan untuk meminimalisir praktik penukaran uang ilegal yang berisiko bagi masyarakat. Dengan standar pelayanan profesional perbankan, BRI memastikan setiap transaksi di PLBN Motaain tercatat secara resmi sesuai regulasi yang berlaku.