Likuiditas Melimpah, BRI Targetkan Ekspansi Kredit UMKM Hingga 9 Persen
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memantapkan langkah strategisnya untuk mengarungi tahun 2026 dengan optimisme tinggi.
Bank dengan fokus kerakyatan ini memproyeksikan pertumbuhan penyaluran kredit berada di kisaran 7 hingga 9 persen secara tahunan (yoy).
Target ini didukung oleh kondisi fundamental keuangan perusahaan yang dinilai sangat sehat, baik dari sisi likuiditas maupun permodalan.
Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi, mengungkapkan bahwa arah kebijakan ekspansi tahun ini tetap akan dipusatkan pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar utama bisnis perseroan.
“Dengan likuiditas dan permodalan yang solid, BRI memiliki ruang yang cukup untuk terus mendorong ekspansi kredit secara selektif dan berkualitas, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” tegas Achmad dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Salah satu bukti kuatnya performa BRI adalah keberhasilan dalam memberikan nilai tambah yang optimal bagi para pemegang saham tanpa mengganggu kestabilan operasional jangka panjang.
Berdasarkan hasil RUPST 2026, BRI telah menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 dengan total mencapai Rp52,1 triliun atau setara Rp346,00 per saham.
Jumlah tersebut mencakup dividen interim yang telah dikucurkan pada awal tahun sebesar Rp20,6 triliun. Royadi menjelaskan bahwa pembagian keuntungan ini merupakan hasil dari raihan laba bersih konsolidasian tahun 2025 yang menyentuh Rp57,132 triliun.
Menurutnya, kemampuan BRI membagikan dividen besar sekaligus menjaga modal tetap kuat adalah bukti kapasitas perseroan dalam menjaga keseimbangan nilai jangka panjang.
Ketahanan Modal dan Likuiditas di Atas Rata-rata
Hingga akhir tahun 2025, kesehatan keuangan BRI tercermin dari beberapa indikator kunci:
Ekuitas: Tercatat sebesar Rp330,9 triliun, tumbuh 2,4% (yoy), didorong oleh perolehan laba bersih yang konsisten.
Permodalan (CAR): Rasio kecukupan modal konsolidasi berada pada level 26,63%, jauh melampaui standar yang ditetapkan regulator. Kondisi ini memberikan fleksibilitas bagi bank untuk tetap ekspansif secara terukur.
Likuiditas: Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat sebesar 136,9% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) di angka 117,7%, menunjukkan bahwa struktur pendanaan BRI sangat stabil untuk mendukung rencana bisnis tahun ini.
Optimisme di Segmen UMKM
BRI melihat pertumbuhan ekonomi domestik yang tetap resilien sebagai peluang besar, terutama bagi pelaku usaha kecil. Dengan strategi pertumbuhan yang "selektif dan berkualitas", perseroan berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah kredit yang disalurkan mampu memberikan dampak domino bagi ekonomi nasional tanpa mengabaikan aspek risiko perbankan.