Pemkot Jaktim Perkuat Pembinaan Melon Inthanon Bersama BRI

Pemkot Jaktim Perkuat Pembinaan Melon Inthanon Bersama BRI


Suara.com - Tren pertanian perkotaan (urban farming) di Jakarta Timur kini memasuki babak baru yang lebih progresif. Pemerintah Kota Jakarta Timur secara konsisten memperkuat pembinaan komoditas melon varietas Inthanon yang kini tengah naik daun di masyarakat.

Tidak hanya mengandalkan peran birokrasi, keberlanjutan program ini turut mendapatkan dorongan signifikan dari sektor perbankan, khususnya melalui peran strategis Bank BRI.

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menegaskan bahwa kesuksesan panen melon Inthanon di RW 012 Cipinang Melayu merupakan buah dari pembinaan intensif.

"Dukungan terhadap kelompok tani tidak hanya dilakukan di tingkat kota, tetapi juga melibatkan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) serta penggerak tani berpengalaman," ujarnya saat kegiatan panen, Jumat (24/4), dikutip dari Antara.

Namun, tantangan besar muncul ketika permintaan pasar melampaui kapasitas produksi, sehingga diperlukan kolaborasi pihak ketiga untuk memperluas skala usaha.

Menjawab tantangan keterbatasan produksi tersebut, kelompok tani di Jakarta Timur melakukan langkah proaktif dengan menjalin kolaborasi bersama Bank BRI.

Melalui instrumen sosialnya, yaitu Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI, bank pelat merah ini mengambil peran penting sebagai katalisator pengembangan lahan pertanian perkotaan.

Fokus peran BRI dalam inisiatif ini mencakup beberapa poin krusial:

  • Penyediaan dan Pengembangan Lahan: Kolaborasi dengan BRI diarahkan untuk memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 320x15 meter. Lahan ini diproyeksikan menjadi sentra pengembangan sayuran skala besar di tengah padatnya wilayah perkotaan.
  • Pemberdayaan Ekonomi Inklusif: Program dukungan BRI ini tidak hanya berorientasi pada hasil tani, tetapi juga misi sosial. Target utamanya adalah melibatkan kelompok masyarakat rentan, khususnya ibu-ibu dan janda yang membutuhkan tambahan penghasilan, untuk menjadi penggiat utama di lapangan.
  • Peningkatan Kapasitas Produksi: Dengan dukungan infrastruktur dan pendampingan, program hasil kolaborasi ini ditargetkan mampu menghasilkan hingga 10.000 tanaman sayuran. Hal ini menjadi solusi nyata atas keluhan keterbatasan stok yang selama ini dialami kelompok tani.

Ketua kelompok tani melon Inthanon, Amin, mengungkapkan bahwa selama ini hasil panen melon selalu terserap habis oleh pasar, bahkan sebelum masa panen tiba.

Keuntungan yang diperoleh langsung diputar kembali menjadi modal usaha agar pertanian dapat berkembang secara mandiri. Namun, untuk dampak sosial yang lebih luas, keterlibatan perbankan seperti BRI sangat dibutuhkan.

"Peminatnya luar biasa, tetapi produknya kurang. Kami sering tidak bisa memenuhi pesanan," ungkap Amin.

Melalui bantuan dari Yayasan Baitul Maal BRI, Amin berharap proses perizinan lahan baru segera rampung agar program pemberdayaan ini bisa berjalan penuh. Hasil panen dari lahan dukungan BRI tersebut nantinya akan dibagi kepada para anggota kelompok, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga yang membutuhkan.


Copyright © 2026 Suara.com - BRI. All rights reserved.