BRI Salurkan Kredit Perumahan Rp258,9 Miliar untuk Masyarakat Papua

BRI Salurkan Kredit Perumahan Rp258,9 Miliar untuk Masyarakat Papua


Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmen dalam mendukung program perumahan nasional dengan menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) senilai Rp258,9 miliar di wilayah Papua hingga 27 April 2026.

Langkah strategis ini menjadi bukti nyata komitmen perbankan dalam menjangkau wilayah pelosok, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, dalam agenda sosialisasi yang berlangsung di Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Kota Sorong, menegaskan bahwa angka tersebut merupakan refleksi dari besarnya kebutuhan hunian di wilayah paling timur Indonesia.

Penyaluran ini tidak hanya berfokus pada sisi konsumen, tetapi juga mendukung keberlanjutan para pengembang perumahan lokal.

Penyaluran dana sebesar Rp258,9 miliar tersebut telah memberikan manfaat langsung kepada 610 debitur di tanah Papua. Jika dibedah lebih dalam, skema penyaluran ini terbagi menjadi dua pilar utama:

  • Sisi Supply: Sebesar Rp174,4 miliar dialokasikan untuk mendukung pembangunan dan ketersediaan unit rumah.
  • Sisi Demand: Sebesar Rp84,5 miliar diserap langsung oleh masyarakat sebagai pembiayaan kepemilikan hunian.

Menariknya, distribusi penyaluran KPP ini tersebar merata di berbagai provinsi baru hasil pemekaran di Papua. Berdasarkan data terkini, Provinsi Papua mendominasi sebaran dengan angka 28,03 persen, disusul oleh Papua Barat (16,76 persen), Papua Tengah (14,76 persen), dan Papua Selatan (13,83 persen).

Sisa alokasi lainnya tersebar di wilayah Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya, yang menunjukkan bahwa BRI telah menyentuh titik-titik geografis yang menantang sekalipun.

Performa BRI dalam mengawal sektor perumahan tergolong sangat impresif. Hingga periode yang sama di tahun 2026, BRI telah menggelontorkan KPP sebesar Rp7,89 triliun kepada lebih dari 55.624 debitur di seluruh Indonesia. Angka ini setara dengan 98,73 persen dari target tahunan yang dipatok sebesar Rp8 triliun.

Pencapaian ini secara otomatis menempatkan BRI sebagai pemain kunci dalam ekosistem perumahan nasional. BRI memegang porsi kontribusi terbesar secara nasional, yakni mencapai 58,30 persen.

Dominasi ini membuktikan bahwa jaringan layanan yang luas hingga ke pelosok desa menjadi kekuatan utama perusahaan dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan di sektor properti.

Bagi BRI, pembiayaan hunian bukan hanya soal angka di atas kertas atau sekadar transaksi perbankan. Aris Hartanto menekankan bahwa setiap akad kredit perumahan membawa dampak domino yang signifikan terhadap pergerakan ekonomi di daerah.

“Pembiayaan melalui KPP dan FLPP tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan rumah yang layak dan sehat, tetapi juga memicu pertumbuhan ekonomi daerah. Ada efek pengganda (multiplier effect) yang sangat kuat di sektor konstruksi serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terlibat dalam rantai pasok pembangunan rumah,” ujar Aris, dikutip dari Antara.

Sektor konstruksi yang bergairah secara otomatis menyerap tenaga kerja lokal di Papua, sementara toko bangunan hingga pengrajin furnitur skala kecil ikut merasakan dampak positif dari meningkatnya permintaan rumah baru.

Selain KPP, BRI juga aktif menjadi penyalur Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hingga April 2026, tercatat sebanyak 9.229 unit FLPP telah disalurkan dengan total nilai mencapai Rp16,9 triliun bagi sekitar 123 ribu debitur secara nasional.


Copyright © 2026 Suara.com - BRI. All rights reserved.